News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Cuma Arwah Ibu, Madura Ghoib Chanel juga Panggil Arwah Amalia

Lelaki pertama berperan sebagai orang yang menanyai mediator dan lelaki berambut gondrong sebagai orang yang berkomunikasi langsung dengan alam gaib.
Selasa, 14 September 2021 - 10:05 WIB
Cuplikan Video Viral yang Diunggah "Madura Ghoib Chanel"
Sumber :
  • YouTube Madura Ghoib Chanel

Jakarta - Kanal YouTube Madura Ghoib Chanel sedang menjadi perbincangan karena mengunggah video yang mereka klaim sebagai percakapan dengan arwah korban pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Tak hanya memanggil arwah Tuti Suhartini, mereka juga melakukan tanya jawab dengan seorang mediator yang diklaim kerasukan arwah Amalia Mustika Ratu. Tuti dan Amalia tewas dibunuh dan jasadnya ditemukan di mobil Alphard di halaman rumah mereka pada tanggal 18 Agustus 2021.

Dalam rekaman terlihat tiga lelaki dan satu wanita yang seakan menjadi mediator dengan alam gaib. Lelaki pertama berperan sebagai orang yang menanyai mediator, lelaki kedua memegangi mediator, dan lelaki ketiga yang berambut gondrong sebagai orang yang berkomunikasi langsung dengan alam gaib.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mau dimasukkan Mbak Amalia,” kata lelaki pertama.

Wanita yang menjadi mediator dalam keadaan terkulai. Lelaki gondrong di sebelahnya membaca doa, kemudian menyembur dan mengangkat tangannya

“Bismillah, hadir ke dunia, ya Allah …” kata lelaki tersebut.

Lalu wanita itu duduk.

“Assalamualaikum Mbak,” sapa lelaki pertama.

“Waalaikumsalam,” jawab wanita mediator.

“Betul ini Mbak Amelia?”

Wanita tersebut mengangguk sambil menangis.

“Kami turut berduka cita, Mbak, ya, atas kejadian yang menimpa panjenengan dan ibu. Siapa yang memukul panjenengan?” tanya lelaki itu.

“Ibu tiri,” jawab mediator singkat.

“Sampeyan dilukai pakai apa? Dipukul pakai apa?”

Namun wanita itu mengatakan hal berbeda dari yang ditanyakan.

“Ibu pukul ke saya  gara-gara saya ngetawain ibu sama ayah tu,” kata wanita mediator.

“Kejadiannya di mana sampeyan waktu itu di(pukul)?” tanya lelaki.

“Saya tidur.”

“Jam berapa sampeyan dipukul itu?”

“Saya mau salat tiba-tiba saya lihat ibu, di kamarnya sudah kayak gitu. Terus saya lihat ibu tiri sama ayah, saya pergi saya dikejar sama Bapak.”

“Dikejar? Terus dipukul juga?”

“He-eh. Kejam ayah,” jawab mediator sambil menangis

“Kirim Alfatihah juga untuk Mbak Amalia Mustika Ratu binti Yosep Hidayah,” kata si lelaki pertama. Kemudian mereka membacakan Alfatihah

Kemudian lelaki pertama menanyakan perihal keadaan seorang wanita yang disinyalir dimaksudkan sebagai Tuti, ibu dari Amalia.

“Dibuka sama ayah,” kata mediator.

“Dibuka bajunya (ibu)?”

“Iya. Hilangkan jejak ayah. Jahat ayah,” kata mediator lagi.

“Ada pesan untuk kami untuk mengungkap?”

“Ayah sama ibu (tiri) ditangkap. Itu ayah sama ibu. Bukan orang (lain),” ujar mediator.

“Insya Allah nanti kita sampaikan ya,” kata si lelaki.

“Ayah keluar, bilang ke ibu mau ke luar, terus ayah balik bawa ibu (tiri),” ungkap mediator.

“Betul ayah balik minta uang untuk beli bensin?” tanya lelaki pertama.

“Itu pura-pura saja.”

“Terima kasih ya Mbak Amelia, ya, kita kirim Alfatihah,” ujar lelaki pertama menutup tanya jawab.

Pengunggah video mengklaim ingin membantu petugas yang sedang berusaha mengungkap kasus tersebut.

“Harapan kami dapat membantu para petugas sebagai sumber non-teknis selain dari bukti nyata di lapangan. Semoga sesuai atau sinkron dengan adanya kejadian yang ada di lapangan,” kata seorang pria berambut gondrong.

Dia kemudian minta maaf bila ada kesalahan dari apa yang disebutkan dalam video tersebut.

“Sebelumnya kami mohon maaf juga kepada para petugas, ya, Pak ya, yang di sana. Jika video ada kesalahan, kami hanya manusia biasa dan ini juga pengakuan bahwa jin qorin asli, tidak ada rekayasa,” tambahnya.

Pengunggah juga menyatakan tak memiliki niat menuduh siapapun.

“Kita hanya membantu petugas, tidak ada niatan untuk menuduh sebenarnya, kami cuma ingin memberi petunjuk,” kata lelaki pertama.

Mereka ingin bila pelaku terbukti bersalah, akan mendapat hukuman yang pantas.

Pengunggah juga berharap tanya jawabnya ini bisa mengungkap pembunuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Apabila ada kesalahan kami tidak luput dari kesalahan, manusia biasa, kami mohon maaf. Kalau ada sesuai dan sinkron mudah-mudahan itu petunjuk dari Gusti Allah SWT sehingga dapat mengungkap misteri pembunuhan yang sadis tersebut,” katanya. 

Kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu. Sampai sekarang, dalang di balik kejahatan tersebut belum terungkap. (act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Cuaca Hari Jumat, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Ada yang Berawan dan Hujan Ringan

Prediksi Cuaca Hari Jumat, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Ada yang Berawan dan Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya, juga memprakirakan akan ada wilayah mengalami berawan saja. Daerah mana saja?
Sanksi FIFA Selesai, FAM Pastikan 7 Pemain Naturalisasi Ilegal Tak Bisa Kembali Bela Timnas Malaysia

Sanksi FIFA Selesai, FAM Pastikan 7 Pemain Naturalisasi Ilegal Tak Bisa Kembali Bela Timnas Malaysia

Sanksi FIFA untuk larangan aktivitas sepak bola bagi tujuh pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia selama 12 bulan telah selesai per tanggal 1 Oktober 2026. 
Peringati 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Gelar Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama di Kandang Singa

Peringati 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Gelar Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama di Kandang Singa

Manajemen Arema FC kembali menggelar agenda rutin tahunan Khataman Al-Qur'an dan Tahlil untuk memperingati 4 tahun Tragedi Kanjuruhan. 
Hari Batik Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Kesejahteraan Perajin

Hari Batik Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Kesejahteraan Perajin

Gubernur Khofifah ajak masyarakat jadikan Hari Batik Nasional bukan sekadar momentum kenakan batik, tetapi juga untuk mengenal, merawat, dan menghidupkan ekosistem batik dari hulu hingga hilir.
RSUD Jombang Siaga Influenza A di Tengah Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Kenali Gejalanya

RSUD Jombang Siaga Influenza A di Tengah Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Kenali Gejalanya

Kasus influenza A ini menjadi perhatian publik karena kasusnya sempat meningkat di awal Tahun 2026. Namun gejalanya perlu diwaspadai untuk mencegah keparahan.
False Start Bikin Hilang Medali Asian Games, CdM Todotua Pasaribu Akui Aditya Tri Syahria Jadi Masa Depan Panjat Tebing Indonesia

False Start Bikin Hilang Medali Asian Games, CdM Todotua Pasaribu Akui Aditya Tri Syahria Jadi Masa Depan Panjat Tebing Indonesia

Usai Veddriq Leonardo tersingkir di semifinal, wakil Indonesia di final Aditya Tri Syahria justru gagal memberikan medali setelah terkena false start pada Kamis (1/10/2026). 

Trending

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memastikan diri ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
3 Tugas Utama Menanti Kapolri Suyudi Ario Seto, Kompolnas Berpesan Bisa Ciptakan Program yang Bagus

3 Tugas Utama Menanti Kapolri Suyudi Ario Seto, Kompolnas Berpesan Bisa Ciptakan Program yang Bagus

Pada 1 Oktober 2026, Suyudi Ario Seto disetujui oleh DPR RI dan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri baru gantikan Listyo Sigit Prabowo
Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Jennifer Coppen kena bully netizen Malaysia setelah Timnas Indonesia menggagalkan Harimau Malaya lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 atas banjir gol di dua laga berbeda. 
Selengkapnya

Viral