News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tiga Kubu Berseteru Berunding di Jakarta, Akhir Junta Myanmar Sudah Dekat?

Sebuah pertemuan antara para pemangku kepentingan dalam konflik Myanmar telah digelar di Jakarta dari 20 sampai 22 November 2023. Akhir Junta Myanmar sudah dekat?
Minggu, 26 November 2023 - 13:58 WIB
Sebuah pertemuan antara para pemangku kepentingan dalam konflik Myanmar telah digelar di Jakarta dari 20 sampai 22 November 2023.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com- Sebuah pertemuan antara para pemangku kepentingan dalam konflik Myanmar telah digelar di Jakarta dari 20 sampai 22 November 2023.

Pertemuan itu dihadiri wakil-wakil gerakan "Spring Revolution", termasuk Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), mitra runding dari otoritas pemerintah Dewan Administrasi Negara (SAC) bentukan junta, Organisasi-organisasi Etnik Bersenjata (EAO) yang menandatangani perjanjian gencatan senjata yang biasa disebut kelompok PPST, dan Laos yang menjadi Ketua ASEAN 2024.

Dengan demikian, wakil-wakil dari tiga aktor utama konflik Myanmar, baik dari kubu junta pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing, kubu oposisi, maupun kelompok etnik, sama-sama hadir di Jakarta.

Kantor Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar menyebutkan pertemuan diadakan terpisah berdasarkan tiga kelompok besar itu, dengan tujuan membawa mereka berdialog secara inklusif.

Ini perkembangan yang menggembirakan setelah selama dua tahun ASEAN sulit mempertemukan pihak-pihak bersengketa di Myanmar.

Perkembangan baru itu bukan tanpa sebab. Salah satu sebab adalah situasi perang yang berubah, setelah rangkaian kekalahan besar dialami tentara pemerintah atau Tatmadaw, sejak akhir Oktober lalu.

Pendulum perang yang mulai berubah itu menciptakan titik balik dalam konflik Myanmar di mana militer luas diberitakan sudah tak lagi berada di atas angin.

China, India, dan Thailand yang berbatasan dengan Myanmar telah lama melihat gejala itu.

China, bahkan direpotkan oleh arus pengungsian dan pelanggaran lintas batas akibat eskalasi konflik di Myanmar, sampai belakangan mendorong negara itu menggelar latihan militer dekat perbatasan China-Myanmar.

Awal pembalikan besar itu terjadi pada 27 Oktober 2023, ketika sebuah aliansi kelompok etnik bersenjata bernama "Aliansi Tiga Persaudaraan" secara terkoordinasi menyerang pos-pos militer di negara bagian Shan di Myanmar utara yang berbatasan dengan China.

"Operasi 1027" yang dinamai dari tanggal 27 Oktober itu membuat junta kehilangan sejumlah kota dan basis pertahanan.


​​​​​Naypyidaw terancam

Aliansi Tiga Persaudaraan, terdiri dari Tentara Aliansi Demokratis Nasional Myanmar (MNDAA), Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), dan Tentara Arakan (AA).

MNDAA beroperasi di Kokang, sedangkan TNLA beroperasi di Distrik Tawngpeng. Keduanya masuk wilayah Shan.

Sementara AA beroperasi di negara bagian Rakhine di Myanmar barat, yang berbatasan dengan Bangladesh.

Aliansi itu sukses memukul pasukan pemerintah dan menduduki sejumlah kota serta pos militer. Mereka juga menyita alat-alat perang yang ditinggalkan Tatmadaw.

Namun, bagian paling dahsyat dari serangan terkoordinasi itu adalah dampaknya yang berantai terhadap kelompok-kelompok anti-junta yang lain, termasuk sayap militer NUG.

Mereka kini menjadi saling merekatkan diri ketika saat bersamaan pasukan junta mengalami demoralisasi dan semakin tidak populer di mata rakyat Myanmar.

Operasi 1027 itu dilanjutkan dengan serangan pasukan etnis Karen di negara bagian Kayah di Myanmar tenggara yang berbatasan dengan Thailand. Pada 7 November pemberontak Karen melancarkan "Operasi 1107."

Sehari setelah itu, Tentara Arakan menyerang Tatmadaw di Rakhine. Pada hari yang sama kelompok etnis bersenjata di negara bagian Chin yang berbatasan dengan Bangladesh dan India, juga melancarkan operasi militer sampai berhasil menduduki sejumlah wilayah di Chin.

Menurut The Eurasian Times, total luas wilayah yang diduduki kelompok-kelompok etnik bersenjata di seantero Myanmar, sudah mencapai 8.000 km per segi. Pasukan anti-junta kini mengincar kota-kota besar, seperti Yangon dan Mandalay.

Mereka bergerak demikian leluasa karena didukung luas oleh rakyat yang sudah muak terhadap junta, termasuk penduduk etnis mayoritas Bamar.

Junta Myanmar pun cemas, sampai merasa sudah tak aman lagi berada di Naypyidaw, sehingga ibu kota Myanmar itu dijaga lebih ketat lagi.

Menurut laman berita Myanmar, The Irrawaddy, pertempuran sengit di ibu kota negara bagian Kayah di Loikaw yang berjarak hanya lima jam dari Naypyidaw, mendorong junta menambah kekuatan di Ibu Kota Myanmar itu dengan 14.000 tentara tambahan.

Pasukan tambahan itu didatangkan dari Mandalay, Bago, dan Yangon, yang juga terancam pasukan pemberontak. Penduduk tiga kota ini kabarnya sudah diminta tetap di rumah oleh pasukan pemberontak.

Aparat keamanan Myanmar sendiri diam-diam membangun bunker di Naypyidaw, sedangkan pos-pos polisi dipasangi barikade beton, kantong pasir dan material lain guna menangkal kemungkinan serangan pasukan oposisi ke Ibu Kota Myanmar itu.

The Irrawaddy juga menyebutkan junta berencana memobilisasi pegawai negeri dan purnawirawan sebagai kekuatan tambahan. Junta membantah keras semua itu, kendati sudah menyebar luas secara online.
 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada, Terkuak Siasat Licik Sindikat Pencurian Modus Geser Tas, 4 Orang Tak Berkutik

Waspada, Terkuak Siasat Licik Sindikat Pencurian Modus Geser Tas, 4 Orang Tak Berkutik

Pelarian komplotan pencuri spesialis modus "geser tas" lintas daerah akhirnya kandas. 
Hari Ini, BEM Seluruh Indonesia Sampaikan Aspirasi di Gedung DPR dan Mengawal RUU Sisdiknas

Hari Ini, BEM Seluruh Indonesia Sampaikan Aspirasi di Gedung DPR dan Mengawal RUU Sisdiknas

Hari ini 5 Oktober 2026, ada aksi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa. Mereka disebut BEM Seluruh Indonesia yang berencana mengawal RUU Sisdiknas di Gedung DPR.
Dulu Tandem Kuat di Red Sparks, Megawati Hangestri Akhirnya Bicara Jujur soal Duel Melawan Vanja Bukilic

Dulu Tandem Kuat di Red Sparks, Megawati Hangestri Akhirnya Bicara Jujur soal Duel Melawan Vanja Bukilic

Megawati Hangestri akan kembali bertemu mantan tandemnya di Red Sparks, Vanja Bukilic, pada V-League musim 2026-2027. Namun, kali ini keduanya tidak satu tim.
Dede Sunandar Kolaps saat Lawan Vicky Prasetyo Cuma Gimik? Begini Reaksi Bedu

Dede Sunandar Kolaps saat Lawan Vicky Prasetyo Cuma Gimik? Begini Reaksi Bedu

Bedu langsung menepis tuduhan komedian hingga Dede Sunandar yang pingsan dan jatuh disebut hanya gimik karena benar-benar terkena pukulan dari Vicky Prasetyo
Karutan Blak-blakan Soal Video Pesta Diiringi Musik Keras: Memang Berada di Rutan Depok

Karutan Blak-blakan Soal Video Pesta Diiringi Musik Keras: Memang Berada di Rutan Depok

Jagat media sosial dihebohkan oleh peredaran video yang memperlihatkan sejumlah pria asyik pesta berjoget diiringi alunan musik keras di dalam sebuah ruangan, di mana salah satu di antaranya tampak menggenggam botol yang diduga kuat sebagai bong atau alat hisap sabu.
FIFA Bahas Thom Haye dalam Ulasan Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand, Singgung Malaysia dan Vietnam

FIFA Bahas Thom Haye dalam Ulasan Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand, Singgung Malaysia dan Vietnam

Timnas Indonesia akan melawan Thailand dalam partai final edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/5/2026). 

Trending

Update Kasus Oknum Kiai di Jember Mengaku Bertemu Allah dan Rasul, Segera Diperiksa Polisi

Update Kasus Oknum Kiai di Jember Mengaku Bertemu Allah dan Rasul, Segera Diperiksa Polisi

Pengakuan kontroversial seorang figur berinisial AA yang dikenal sebagai kiai di Kabupaten Jember memicu polemik besar di tengah masyarakat. 
Al Ghazali Akhirnya Buka Suara usai Alyssa Daguise Dihujat Gegara Wajah Baby Soso Disebar

Al Ghazali Akhirnya Buka Suara usai Alyssa Daguise Dihujat Gegara Wajah Baby Soso Disebar

Al Ghazali akhirnya buka suara setelah sang istri, Alyssa Daguise, menuai hujatan netizen akibat meminta wajah Baby Soso tidak disebarluaskan di media sosial.
Gagal Jadi Juara Tiga Divisi, Alex Pereira Kini Tantang Sergei Pavlovich

Gagal Jadi Juara Tiga Divisi, Alex Pereira Kini Tantang Sergei Pavlovich

Alex Pereira akan kembali bertarung di kelas berat dengan menghadapi Sergei Pavlovich pada UFC 335. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Pereira untuk meraih.
Surat MA Nyasar ke Pengadilan Agama hingga Putusan Keluar, Bupati Gowa Lapor Dugaan Sabotase ke Polisi

Surat MA Nyasar ke Pengadilan Agama hingga Putusan Keluar, Bupati Gowa Lapor Dugaan Sabotase ke Polisi

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi mengadukan dugaan sabotase terkait alur pengiriman dokumen Mahkamah Agung (MA) ke Polda Sulawesi Selatan. 
Megawati Hangestri Ungkap Impian Tak Terduga di Korea Selatan, Ternyata Bukan soal Voli: Saya Ingin Ketemu

Megawati Hangestri Ungkap Impian Tak Terduga di Korea Selatan, Ternyata Bukan soal Voli: Saya Ingin Ketemu

Megawati Hangestri ternyata memiliki impian lain selama berkarier di Korea Selatan, di luar aktivitasnya sebagai pemain voli. Megatron mengungkap sosok yang.
Sadar Hadapi Thailand Bakal Sulit, Kevin Diks Titip Pesan Buat Penggawa Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jangan Emosian

Sadar Hadapi Thailand Bakal Sulit, Kevin Diks Titip Pesan Buat Penggawa Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jangan Emosian

Timnas Indonesia akan hadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Duel tersebut berlangsung di Stadion SUGBK, Jakarta, pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.
Timnas Indonesia Terima Kabar Baik Beruntun Jelang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Peluang Garuda Juara Kian Besar

Timnas Indonesia Terima Kabar Baik Beruntun Jelang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Peluang Garuda Juara Kian Besar

Timnas Indonesia dapat sejumlah kabar positif jelang menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Situasi tersebut membuat peluang Garuda juara kian besar.
Selengkapnya

Viral