GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akibat Dokter Magang Mogok Kerja, Beban Kerja Dokter di Seoul Meroket

Beban kerja para dokter dan perawat di rumah sakit umum besar di Seoul meroket karena ribuan dokter magang berhenti bekerja selama empat hari berturut-turut pada Jumat sebagai protes atas rencana pemerintah meningkatkan kuota sekolah kedokteran.
Jumat, 23 Februari 2024 - 20:29 WIB
Para pekerja medis sedang menjalankan tugas mereka di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, pada 15 Maret 2000
Sumber :
  • ANTARA

Seoul, tvOnenews.com - Beban kerja para dokter dan perawat di rumah sakit umum besar di Seoul meroket karena ribuan dokter magang berhenti bekerja selama empat hari berturut-turut pada Jumat sebagai protes atas rencana pemerintah meningkatkan kuota sekolah kedokteran.

Sejauh ini, hampir 79 persen atau 8.897 dokter dan dokter magang menyerahkan pengunduran diri mereka sebagai protes terhadap rencana pemerintah menambah 2.000 siswa lagi ke sekolah kedokteran tahun depan --untuk mengatasi kekurangan cadangan dokter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jumlah tersebut, 7.863 orang belum masuk kerja hingga Kamis (22/2/2024) malam, meskipun pemerintah telah memerintahkan mereka untuk kembali bekerja serta memberi mereka peringatan keras mengenai hukuman, termasuk pencabutan izin kerja.

Akibat pengunduran diri massal itu, rumah-rumah sakit umum di Seoul kesulitan mempertahankan layanannya.

Mereka mengurangi kapasitas operasi menjadi 50 persen dan berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan meminta bantuan dokter dalam program beasiswa dan profesor, serta perawat.

Namun, meningkatnya kelelahan dan keluhan atas beban kerja yang berat di antara para pekerja medis yang tersisa menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh mereka dapat bertahan atas ketidakhadiran para dokter yang sedang dilatih. 

Dokter yang sedang berada dalam pelatihan itu dianggap sebagai tenaga kerja inti di rumah sakit umum.

“Jumlah pasien telah menurun, namun beban kerja saya meningkat dua kali lipat,” kata seorang perawat di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul (SNUH) di pusat kota Seoul kepada kantor berita Yonhap.

Dia mengatakan banyak pasien yang keluar dari rumah sakit atau dipindahkan ke rumah sakit lain karena pemogokan dokter magang.

Namun, ujarnya, meningkatnya tuntutan dari pasien yang cemas dan para penjaga mereka telah menyebabkan beban kerja yang jauh lebih berat.

“Para profesor sekarang menangani tiga hingga empat bangsal per orang, dan beban kerja tampaknya lebih berat bagi mereka,” kata perawat itu.

Seorang dokter radiologi di SNUH mengatakan bahwa dia dapat menanggung beban kerjanya yang meningkat karena dia mendukung aksi bersama para dokter magang tersebut.

“Beban pekerjaan saya bertambah, namun saya bertahan karena saya mendukung tujuan mereka. Saya bersedia melakukan yang terbaik untuk bertahan,” kata dokter itu. Ia menambahkan bahwa beban kerja bagi ahli bedah mungkin meningkat dua kali lipat.

“Saya tidak yakin apakah kita dapat bertahan dalam kondisi ini, namun semua orang bertekad dan bersiap menghadapi kemungkinan bahwa situasi ini dapat berlanjut selama lebih dari sebulan,” kata dokter tersebut.

Di Samsung Medical Center di Seoul selatan, seorang dokter spesialis mata menyatakan simpatinya terhadap pasien yang mengalami ketidaknyamanan akibat pemogokan tersebut. Namun, ia dengan tegas menyatakan keberatannya terhadap rencana pemerintah.

“Saya tidak punya waktu untuk berbicara dengan Anda karena saya bahkan tidak punya waktu untuk mengedipkan mata,” kata dokter itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang dokter lainnya di rumah sakit tersebut juga mengeluh lelah luar biasa karena beban kerjanya yang meningkat. 

Dokter tersebut menambahkan, "Pada saat yang sama, saya merasa tertekan ketika melihat berita media yang menggambarkan pasien dalam kesulitan." (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Cerdik Dedi Mulyadi Hentikan Penyapu Koin di Indramayu, Beri Kompensasi Rp600 Ribu

Cara Cerdik Dedi Mulyadi Hentikan Penyapu Koin di Indramayu, Beri Kompensasi Rp600 Ribu

​​​​​​​Cara cerdik Dedi Mulyadi hentikan penyapu koin di Indramayu dengan kompensasi Rp600 ribu, warga diminta libur demi keselamatan di Jalur Pantura Lebaran.
Kepincut Gacornya Jay Idzes di Sassuolo, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Mulai Lirik Timnas Indonesia

Kepincut Gacornya Jay Idzes di Sassuolo, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Mulai Lirik Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta potensial dari Eropa. Sosok bek Como berdarah Jakarta ini siap buka pintu bela Garuda usai kepincut Jay idzes.
Puncak Arus Mudik 2026: Lebih dari 270 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek pada H-3 Lebaran

Puncak Arus Mudik 2026: Lebih dari 270 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek pada H-3 Lebaran

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan lonjakan signifikan volume kendaraan yang mengarah ke Timur melalui Jalan Tol Trans Jawa.
One Way Nasional di Tol Cikampek pada Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Jasa Raharja: Upaya Keselamatan Transportasi

One Way Nasional di Tol Cikampek pada Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Jasa Raharja: Upaya Keselamatan Transportasi

Pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional di Gerbang Tol Cikampek Utama mulai berlaku pada H-2 Hari Raya Lebaran 2026 tepatnya Rabu (18/3/2026).
Stok Pangan Menjelang Lebaran Dipastikan Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Stok Pangan Menjelang Lebaran Dipastikan Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Menjelang perayaan Idulfitri tahun ini, ketersediaan stok pangan nasional dipastikan berada dalam posisi yang mencukupi.
Ketinggalan di Rest Area, Pemudik ini Nyusul Keluarga Diantar Polisi Naik Moge Patwal

Ketinggalan di Rest Area, Pemudik ini Nyusul Keluarga Diantar Polisi Naik Moge Patwal

Seorang pemudik diantar oleh petugas polisi dari Satlantas Polres Indramayu lantaran tertinggal keluarganya di rest area KM 130 Tol Cipali usai beristirahat

Trending

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

AFC resmi jatuhkan sanksi untuk Persib Bandung usai laga panas kontra Ratchaburi FC.
RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Resmi, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak 20 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 20 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 20 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo. Simak peluang finansial dan prediksi kondisi keuangan besok.
Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tuntas berlangsung di Arab Saudi.
Umat Muhammadiyah Rayakan Lebaran Besok Jumat 20 Maret 2026

Umat Muhammadiyah Rayakan Lebaran Besok Jumat 20 Maret 2026

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 besok.
Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria mengungkap bahwa sebuah tim top Liga Inggris dan satu dari kasta kedua Liga Jerman “cemberut” kepada Indonesia. Hal ini beriringan dengan keputusan pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT