GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib TikTok di Ujung Tanduk! Trump Ikut Bersuara, Biden Pilih Bungkam

TikTok menghadapi ancaman serius di Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung menyetujui undang-undang yang melarang aplikasi populer ini. 
Sabtu, 18 Januari 2025 - 15:54 WIB
Nasib TikTok di Ujung Tanduk! Trump Ikut Bersuara, Biden Pilih Bungkam
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

tvOnenews.com - TikTok menghadapi ancaman serius di Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung menyetujui undang-undang yang melarang aplikasi populer ini. 

Jika ByteDance, perusahaan induknya asal China, tidak melepas kepemilikan, TikTok bisa segera ditutup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir Reuters, Jumat (17/1/2025), TikTok memperingatkan akan menghentikan operasinya di AS pada Minggu besok, kecuali pemerintahan Presiden Joe Biden memberikan jaminan kepada perusahaan seperti Apple dan Google untuk menghindari sanksi hukum ketika larangan berlaku.

Keputusan Mahkamah Agung, yang didukung sembilan hakim, menyatakan larangan ini sah demi alasan keamanan nasional. 

tvonenews

Kondisi ini membuat TikTok yang memiliki 170 juta pengguna di AS berada dalam ketidakpastian besar.

TikTok: Tanpa Kepastian, Kami Terpaksa Tutup!

TikTok mengungkapkan, "Jika pemerintahan Biden tidak segera memberikan jaminan kepada penyedia layanan penting, seperti Apple dan Google, kami terpaksa menghentikan layanan di AS mulai 19 Januari."

Namun, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait situasi ini.

Apple dan Google Berisiko Didenda Besar

Apple, Google, dan penyedia layanan lainnya terancam denda besar jika tetap mendukung TikTok setelah undang-undang mulai berlaku. 

Aturan ini sebelumnya disahkan oleh Kongres dengan dukungan bipartisan dan ditandatangani Presiden Biden. 

Meski demikian, beberapa anggota parlemen kini tengah mengeksplorasi cara agar TikTok tetap beroperasi.

Mahkamah Agung juga menegaskan bahwa undang-undang ini tidak melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS, yang melindungi kebebasan berbicara.

Ancaman Keamanan Nasional dan Kendali Asing

Kepemilikan TikTok oleh perusahaan China selama bertahun-tahun telah menimbulkan kekhawatiran. 

Pemerintah AS menyebut platform ini dapat dimanfaatkan China untuk mengumpulkan data jutaan pengguna, yang berpotensi digunakan untuk spionase.

"Skala TikTok dan potensi kendali pihak asing, ditambah dengan data sensitif yang dikumpulkan, menuntut langkah tegas demi keamanan nasional," demikian pernyataan Mahkamah Agung.

Kejutan dan Kekhawatiran Pengguna TikTok

Para pengguna TikTok, termasuk kreator konten yang mengandalkan platform ini untuk pendapatan, mengaku terkejut.

"Saya tidak peduli jika China mengambil data saya. Kalau perlu, saya akan pergi sendiri ke China dan memberikannya!" kata Lourd Asprec (21), kreator dengan 16,3 juta pengikut yang menghasilkan sekitar USD 80.000 per tahun dari TikTok.

Sebagai platform video pendek yang digemari anak muda dan pelaku bisnis kecil, TikTok kini menghadapi ancaman nyata. 

Beberapa pengguna bahkan mulai mencari alternatif lain seperti RedNote, meski platform tersebut masih menghadapi kendala adaptasi bahasa.

Trump Ikut Bersuara, Biden Pilih Bungkam

Presiden terpilih AS, Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan langkah untuk menyelamatkan TikTok. 

"Keputusan saya akan segera diumumkan. Nantikan!" tulisnya di media sosial.

Sementara itu, Biden menegaskan TikTok hanya dapat terus beroperasi jika lepas dari kendali China. 

Namun, hingga kini Biden belum menggunakan haknya untuk menunda larangan selama 90 hari.

"Keputusan ini akan ditentukan oleh presiden berikutnya," ujar Biden kepada media.

Dengan larangan yang akan berlaku pada 19 Januari, nasib TikTok di AS masih belum jelas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gedung Putih menyatakan, penerapan undang-undang ini menjadi tanggung jawab pemerintahan mendatang.

Apple dan Google menolak berkomentar, sementara Departemen Kehakiman mengatakan proses penerapan larangan akan dilakukan secara bertahap. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia
Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Persija Jakarta pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral