Presiden Venezuela Nicolás Maduro Tiba di Amerika Serikat, Dibawa ke New York Hadapi Dakwaan Berat
- Anadolu
Sejumlah tokoh politik Amerika merespons kedatangan Maduro dengan nada kritis. Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris menilai tindakan pemerintahan Trump tidak membuat Amerika lebih aman. Ia mengakui Maduro sebagai pemimpin otoriter, namun menegaskan bahwa operasi militer dan penangkapan kepala negara asing tanpa proses internasional yang jelas dinilai melanggar hukum dan berisiko menyeret AS ke konflik berkepanjangan.
Dari sisi Kongres, kritik juga datang dari pimpinan Partai Demokrat. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan Kongres tidak diberi penjelasan memadai terkait operasi penangkapan Maduro. Ia menuntut transparansi penuh dari Gedung Putih terkait tujuan, dasar hukum, serta rencana jangka panjang Amerika Serikat di Venezuela.
Sementara itu, di Venezuela dan kawasan sekitarnya, situasi dilaporkan memanas. Sejumlah wilayah di Caracas dilaporkan mendengar ledakan saat operasi militer berlangsung. Negara-negara sekutu Venezuela, termasuk Kuba, mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional serta kedaulatan negara.
Nicolás Maduro sendiri bukan figur baru dalam pusaran kontroversi. Mantan sopir bus yang naik daun di era Hugo Chávez ini telah memimpin Venezuela sejak 2013. Kepemimpinannya kerap dipersoalkan, termasuk hasil pemilu yang dinilai tidak sah oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Namun, penangkapannya dan kedatangannya ke AS menjadi peristiwa paling dramatis sepanjang karier politiknya.
Kini, dunia menanti proses hukum yang akan dijalani Maduro di New York. Sidang perdananya diperkirakan akan menjadi perhatian global, tidak hanya karena statusnya sebagai kepala negara, tetapi juga karena dampaknya terhadap stabilitas kawasan, pasar energi global, dan tatanan hukum internasional. (nsp)
Load more