Usai Nicolas Maduro Tumbang, Trump Bakal Ambil Alih hingga Kelola Minyak Venezuela
- istimewa - antaranews
tvOnenews.com - Ditangkapnya Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), begitu menyedot perhatian dunia. Bahkan, sorotan itu semakin tajam saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington bakal ambil alih kendali Venezuela untuk sementara Waktu.
Tak hanya itu saja, yang membuat publik tercengang adalah terkait fokus utama AS dari pengambilanalihan tersebut, yakni bakal mengelolah industry minyak negara Venezuela.
Hal ini langsung dikatakan Presiden AS, Trump, usai operasi militer yang menggulingkan Nicolas Maduro, pada Sabtu (4/1/2026).
Bahkan kata Trump, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan transisi yang aman, adil, dan solid.
Seperti diketahui, sector tersebut selama ini merupakan tulang punggung perekonomian Venezuella.
Dan, dunia mengetahui, Venezuella memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Jumlahnya sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global dan negara itu juga memiliki cadangan gas alam terbesar keenam di dunia.
Di sisi lain, Trump juga menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) akan ditugaskan memperbaiki infrastruktu energi Venezuella.
Ia menilai infrastruktur tersebut telah rusak parah.
“Infrastrukturnya bobrok dan minyaknya berbahaya,” kata Trump.
“Kami akan mengirim perusahaan minyak terbesar kami, menghabiskan miliaran dolar, dan membuat minyak kembali mengalir sebagaimana mestinya,” ucap Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip pada Sabtu (4/1/2026).
Selain itu, Trump juga menlontarkan tudingan bahwa rezim sosialis Venezuela telah mencuri industry minyak.
Ia menyebut industri tersebut dibangun dengan teknologi dan keahlian Amerika Serikat. Trump menilai hal itu sebagai salah satu pencurian properti Amerika terbesar dalam sejarah negaranya.
Meski demikian, embargo terhadap minyak Venezuela masih tetap berlaku. Selain itu, Trump mengakui proses membangun kembali infrastruktur energi negara itu akan memakan waktu.
Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran militer Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas kawasan. (aag)
Load more