News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapkan “Tameng” Hadapi Investigasi AS Soal Dumping hingga Forced Labor, Pemerintah Klaim Sudah Punya Senjata Regulasi

Pemerintah Indonesia merespons investigasi dagang AS yang menyoroti isu kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) hingga dugaan praktik kerja paksa.
Rabu, 18 Maret 2026 - 14:13 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah Indonesia mulai menyusun langkah taktis menghadapi investigasi dagang Amerika Serikat yang menyoroti isu kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) hingga dugaan praktik kerja paksa (forced labor).

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah menegaskan posisi Indonesia tidak melakukan praktik dumping dan telah memiliki perangkat hukum yang memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengungkapkan, langkah awal yang dilakukan adalah membentuk tim lintas sektor untuk menyusun data dan argumentasi yang akan diajukan ke pihak United States Trade Representative (USTR).

“Yang penting kita membentuk tim dulu nih. Habis itu kita mempersiapkan data dan nanti juga argumentasi secara regulasi. Sebenarnya Indonesia sudah siap ya, karena kan kita sektor manufaktur, khususnya produksi, kan basisnya dari permintaan pasar. Bukan berniat untuk dumping ke pasar negara lain,” jelas dia, saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

Pemerintah menilai tudingan kelebihan kapasitas produksi tidak serta-merta menunjukkan praktik perdagangan tidak adil. Indonesia, kata Edi, menjalankan aktivitas manufaktur berdasarkan kebutuhan pasar global, bukan untuk membanjiri pasar negara lain.

Investigasi ini sendiri merupakan bagian dari kebijakan dagang pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menggunakan instrumen Section 301 of the Trade Act of 1974 untuk menyasar 16 negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Selain isu dumping, perhatian juga tertuju pada dugaan praktik kerja paksa. Namun pemerintah menegaskan Indonesia justru telah memiliki regulasi yang cukup lengkap dalam aspek tersebut.

“Nah, kalau forced labor kan kita justru sudah punya perangkat peraturan yang lengkap. Hanya tinggal nanti bagaimana mengatur apa, larangan importasi jika terkait dengan forced labor,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edi mengakui, pemerintah tengah menggodok aturan tambahan untuk memperkuat posisi Indonesia, khususnya terkait pengaturan impor yang beririsan dengan isu tenaga kerja paksa.

“Mengatur, ya… mengatur dululah. Nanti kan ini masih draf, kita enggak terus kemudian apa, tapi kita draf dulu sambil melihat datanya. Ya, jadi jangan sampai juga, kan di dalam pekerjaan kan ada undang-undang yang mengatur hak asasi juga, kan. Tapi jangan sampai kemudian apa namanya, kita salah nanti menempatkan itu seperti apa,” ungkap Edi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

5 Liga Top Eropa Segera Bergulir, Ada PSG vs Aston Villa hingga Arsenal vs Manchester City

Lima liga top Eropa atau 'Big Five' akan memulai musim 2026/2027 secara bertahap. Catat tanggal dan jam mulainya.
Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Setelah Viral Menangis di Depan Mentan Amran, Begini Kabar Terbaru Mahasiswa Undip Adriano Padama asal NTT

Seorang mahasiswa baru Undip Adriano Padama mendadak viral usai berani menyampaikan masalah kelangkaan beras di daerahnya kepada Mentan Andi Amran Sulaiman ...
Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan

Polda Metro Jaya meningkatkan kasus tewasnya Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo, dari penyelidikan ke penyidikan.
Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi Maling Ketiduran Usai Bobol Rumah di Lampung, Bangun-Bangun Sudah Dikepung Warga

Kronologi maling di Pringsewu, Lampung, berinisial IM (21) yang membobol rumah kosong, mengacak-acak isinya, lalu tertidur di kamar hingga dikepung warga.
Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Puji Kiper Timnas Indonesia, Ini Komentar Pelatih Ajax Usai Pilih Ter Stegen Ketimbang Maarten Paes Lawan PEC Zwolle

Pelatih Ajax Amsterdam, Michel, akhirnya buka suara soal keputusannya mencadangkan Maarten Paes. Ia memilih memberikan kesempatan kepada Marc-André ter Stegen.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lakukan Pelanggaran Terbanyak di Piala AFF 2026: Kami Paling Sportif

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lakukan Pelanggaran Terbanyak di Piala AFF 2026: Kami Paling Sportif

Media Vietnam soroti Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Garuda disebut tim dengan pelanggaran terbanyak, sementara Vietnam mengklaim diri paling sportif.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT