Kenapa Venezuela Kaya Minyak tapi Miskin? Ini Sejarah Panjang Kejatuhan Negeri Petrostate
- Anadolu
Harga BBM dibuat nyaris gratis, memicu penyelundupan hingga 100.000 barel per hari. Subsidi menggerus sekitar 10% PDB, sementara korupsi merajalela.
Perusahaan nasionalisasi banyak dikelola oleh orang-orang tanpa keahlian, menyebabkan produksi minyak turun dan kualitas memburuk. Kerugian akibat korupsi diperkirakan mencapai US$300 miliar, sementara utang negara membengkak.
Nicolás Maduro dan Kehancuran Total
Setelah Chávez wafat, Nicolás Maduro mengambil alih kekuasaan pada 2013. Setahun kemudian, harga minyak dunia anjlok dari US$100 menjadi sekitar US$40 per barel.
Dalam kondisi:
- Utang tinggi
- Cadangan devisa nyaris habis
- Ketergantungan impor pangan di atas 70%
Pemerintah memilih mencetak uang besar-besaran, memicu hiperinflasi paling parah di dunia.
Pada Februari 2019, inflasi Venezuela mencapai lebih dari 300.000% per bulan. Upah minimum sempat jatuh hingga US$3 per bulan.
Dampak Sosial: Kemiskinan Massal dan Eksodus
- Istimewa
Akibat krisis, 82% warga Venezuela hidup di bawah garis kemiskinan, 50% dalam kemiskinan ekstrem, dan 7,8 juta warga mengungsi sejak 2014.
Kelas menengah pun hampir punah dan standar hidup turun hingga 74% dalam satu dekade.
Situasi memburuk dengan sanksi ekonomi AS dan Uni Eropa. Maduro dituduh menjalankan pemerintahan represif, korup, serta terlibat jaringan kriminal lintas negara.
Hingga akhirnya, pada awal 2026, rezim Donald Trump menangkap Maduro, menjadikannya salah satu dari sedikit kepala negara aktif yang ditangkap sebagai buronan internasional.
Venezuela menjadi contoh nyata bahwa SDA tanpa SDM unggul dan pemerintahan bersih justru berubah menjadi kutukan.
Load more