Krisis Pangan Memburuk, Bantuan Daging Kaleng Masuk Gaza Lewat Jalur Rafah
- Anadolu
Jakarta, tvOnenews.com – Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza kian mengkhawatirkan. Krisis pangan dan kelaparan di Gaza terus memburuk di tengah konflik dan blokade yang masih berlangsung.Â
Keterbatasan akses logistik membuat bantuan pangan bernutrisi tinggi menjadi kebutuhan mendesak bagi warga sipil, khususnya para pengungsi.
Mengutip laman resmi Wantimpres, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Joyce Msuya, menyampaikan bahwa kelaparan telah terjadi di wilayah utara hingga tengah Gaza dan berpotensi meluas ke wilayah lain.
PBB mencatat lebih dari 500.000 warga Gaza berada dalam kondisi kelaparan dan kemiskinan ekstrem. Jumlah tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga 640.000 jiwa.Â
Laporan IPC juga menyebut sebanyak 132.000 anak di bawah lima tahun berisiko mengalami kekurangan gizi akut, termasuk 43.000 anak dalam kondisi mengancam jiwa.
Situasi ini menunjukkan bahwa masuknya bantuan pangan, meskipun terbatas, menjadi krusial bagi keberlangsungan hidup warga sipil di Gaza.Â
Namun, keterbatasan akses, ketergantungan pada satu jalur perbatasan, serta eskalasi konflik masih menjadi hambatan utama dalam penyaluran bantuan secara berkelanjutan.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan berupa kurban dan sedekah daging kaleng dari masyarakat Indonesia dilaporkan berhasil masuk ke Jalur Gaza pada awal Januari 2026 melalui jalur Rafah, Mesir.Â
Bantuan tersebut disalurkan kepada ribuan keluarga penyintas yang tersebar di wilayah pengungsian.
Berdasarkan keterangan BSI Maslahat, pihaknya berhasil menembus blokade untuk menghantarkan kurban para mudhohi dan sedekah daging kaleng bagi rakyat Palestina.Â
Bantuan yang disalurkan mencakup 3.150 kaleng daging kornet hasil pengolahan 25 ekor sapi kurban untuk 525 keluarga.Â
Selain itu, sebanyak 18.018 kaleng daging kornet lainnya, setara 143 ekor sapi, didistribusikan kepada 3.003 keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga menerima enam kaleng atau sekitar 4,8 kilogram daging.
Distribusi bantuan dilakukan di tengah keterbatasan jalur masuk ke Gaza yang kerap berubah akibat situasi keamanan.Â
"Jalur Rafah menjadi satu-satunya akses perbatasan yang memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk, dengan prosedur ketat dan waktu yang tidak menentu," tulis BSI Maslahat.Â
Bantuan tersebut menempuh proses logistik lintas negara. Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di Ethiopia, Afrika Timur, melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, penyembelihan, pengulitan, pendinginan, serta pemisahan tulang dan daging.Â
Daging kemudian dikemas dalam bentuk kaleng di Uni Emirat Arab dan disimpan di Yordania sambil menunggu izin masuk ke Gaza.
Menurut BSI Maslahat, metode daging kaleng dipilih karena daya simpan yang lebih lama dan kemudahan distribusi di wilayah konflik.
Bantuan diberangkatkan dari Yordania melalui Pelabuhan Aqaba, dilanjutkan ke Pelabuhan El-Arish di Mesir, sebelum masuk ke Gaza melalui Pintu Rafah pada 5 Januari 2026.
Distribusi di dalam Gaza dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari penyaluran langsung ke tenda-tenda pengungsian, melalui gudang distribusi, hingga dalam bentuk paket makanan siap santap.Â
Proses distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan yang dinamis. (rpi)
Load more