China Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Tegaskan Kedaulatan Harus Dihormati: Aksi Militer Harus Dihentikan!
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah China mengecam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Beijing mendesak, agar seluruh aksi militer yang dilamukan AS-Israel segera dihentikan.
Bagi China, kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati.
"China menyerukan penghentian segera aksi militer," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri, dikutip dari Antara.
Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (28/2), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran.
Aksi tersebut menjadi serangan kedua pada masa kepemimpinan Presiden AS Donald Trump setelah operasi bertajuk Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025.
China menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan kedua negara tersebut terhadap Iran.
"Kami minta agar tidak ada eskalasi lebih lanjut dari situasi saat ini, kembali memulai dialog dan negosiasi, serta terus berupaya untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa militer AS menjalankan operasi besar terhadap Iran untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman langsung, khususnya terkait pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.
Trump juga menyatakan komitmennya untuk menghancurkan kemampuan rudal dan industri misil Iran, serta melumpuhkan kekuatan lautnya. Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” kata Trump dalam video yang diunggah di akun Truth Social miliknya.
Ia menambahkan bahwa Washington akan menindak kelompok proksi yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan. Trump turut menyinggung penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang disebutnya telah menewaskan dan melukai ribuan orang, termasuk warga Amerika.
Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Sebelumnya pada hari yang sama, Israel dilaporkan lebih dulu melancarkan serangan awal ke Iran.
Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut melanggar kedaulatan negara dan Pasal 2 ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Teheran menyatakan akan memberikan respons melalui serangan balasan.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa serangan menyasar infrastruktur pertahanan dan lokasi sipil di sejumlah kota. Serangan terjadi saat Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani proses diplomatik.
Iran menyatakan telah mengedepankan jalur diplomasi untuk mencegah konflik. Namun, pemerintah menegaskan, “kini saatnya telah tiba untuk membela tanah air” dan bahwa angkatan bersenjata akan merespons dengan “cara yang tegas dan kuat.”
Teheran menegaskan hak membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Iran juga meminta Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional mengecam serangan gabungan AS-Israel serta segera mengambil langkah konkret.
Serangan tersebut berlangsung di tengah mediasi Oman dalam perundingan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran. Putaran terakhir perundingan digelar di Jenewa pada Kamis (26/2).
Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi menyampaikan bahwa perundingan menghasilkan kesepakatan prinsip tanpa penimbunan uranium yang diperkaya. Stok akan ditekan ke tingkat terendah dan dikonversi menjadi bahan bakar permanen di bawah pengawasan penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). (Ant/rpi)
Load more