AS dan Israel Gempur Iran, Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik global melonjak tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.
Operasi militer gabungan ini dilaporkan menargetkan pusat kekuasaan dan fasilitas strategis Iran, termasuk kompleks pemimpin tertinggi negara tersebut. Serangan ini langsung memicu eskalasi balasan dari Teheran ke berbagai titik di Timur Tengah.
Presiden Donald Trump melalui unggahan di Truth Social mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut. Klaim itu, jika dikonfirmasi, akan menjadi peristiwa paling dramatis dalam sejarah konflik Iran–AS–Israel dan berpotensi mengubah peta politik kawasan secara permanen.
Kompleks Pemimpin Tertinggi Iran Diserang
Rekaman video yang beredar luas di media sosial dan telah diverifikasi secara geolokasi menunjukkan kepulan asap tebal membubung dari kawasan beyt-e rahbari, kompleks resmi pemimpin tertinggi Iran di Teheran. Kompleks ini selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat kendali kekuasaan Ali Khamenei.
Citra satelit memperlihatkan sejumlah bangunan di dalam kompleks tersebut mengalami kerusakan parah. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran mengenai lokasi pasti Khamenei saat serangan terjadi, namun klaim kematiannya telah memicu gelombang reaksi keras di dalam dan luar negeri.
Tak hanya kompleks pemimpin tertinggi, serangan juga menghantam sejumlah gedung politik dan militer penting di ibu kota Iran, termasuk area yang diduga merupakan kompleks Kementerian Intelijen. Video dari dalam Teheran memperlihatkan kerusakan luas di kawasan padat penduduk, memunculkan kekhawatiran jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar.
Sekolah Dasar Jadi Korban Terparah
Laporan paling memilukan datang dari kota Minab, Iran selatan. Media pemerintah Iran menyebut sebuah serangan menghantam sekolah dasar khusus perempuan Shajaba Tayyiba, menewaskan sedikitnya 85 siswa. Bulan Sabit Merah Iran bahkan menyebut angka korban jiwa mencapai 108 orang.
Sekolah tersebut diketahui berada sekitar 60 meter dari sebuah pangkalan militer Iran. Meski demikian, citra satelit menunjukkan bahwa bangunan sekolah telah terpisah dari fasilitas militer tersebut sejak bertahun-tahun lalu. Insiden ini memperkuat sorotan internasional terkait dampak serangan terhadap warga sipil.
Load more