Fakta Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Syahid Diserang AS-Israel Disebut Punya Keturunan Nabi Muhammad SAW?
- ANTARA/Andolu Ajansi/pri
Jakarta, tvOnenews.com - Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi telah meninggal dunia. Ia syahid setelah terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ayatollah Ali Khamenei gugur di kantornya, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Kabar ini langsung disampaikan Presiden AS, Donald Trump melalui platform Truth Social.
"Khamanei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah mati," tulis Donald Trump dikutip dari Truth Social diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan informasi dari siaran televisi nasional Iran, Presenter TV Iran mengabarkan, Ali Khamenei telah syahid di Bulan Suci Ramadhan.
Dilansir dari New York Times, melalui citra satelit dari Airbus Defence and Space, bangunan utama di kompleks Ali Khamenei terlihat hancur lebur pasca diserang Israel dan AS melalui udara.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terus membombardir beberapa wilayah Israel, termasuk Tel Aviv hingga Yerusalem. IRGC juga menggempur pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah.
Kabar Ali Khamenei gugur menghebohkan dunia internasional. Tak sedikit publik ingin mengetahui profil lengkap hingga silsilah keluarga Pemimpin Tertinggi Iran.
Profil Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran

- Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Ayatollah Ali Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989. Jabatannya setelah menggantikan pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Ali Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939. Sejak usia 11 tahun, Khamenei memiliki pemikiran yang kuat. Ia menjadi penentang sekaligus simbol perlawanan rezim Shah yang menguasai Iran.
Ia kerap kali menyimak pidato dari Nawwab Safavi. Dari sinilah, pergerakannya semakin menggila terhadap kebijakan Shah yang disebut anti Islam.
Ia bergabung bersama pendukung Ruhollah Khomeini sejak 1962. Ali Khamenei aktif bergerak dari bawah tanah selama 16 tahun. Pergerakan ini sebagai perlawanan terhadap pemerintahan Shah.
Ia kenyang dengan masa lalunya pasca terlibat dalam politik. Ia beberapa kali ditangkap hingga mendekap dalam penjara, termasuk pernah merasakan di Penjara Gabungan Polisi-SAVAK di Teheran.
Setelah Revolusi Islam pada 1979, Ali Khamenei memiliki peran penting dalam revolusi di Iran. Meski pencetusnya adalah Khomeini, Khamenei dianggap sebagai sosok pembangun fondasi negara Iran versi modern.
Dilansir dari The Conversation, Ali Khamenei mempunyai kharismatik kekuasaan yang lebih absolut ketimbang para pendahulunya. Tak ayal, ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran pada 1981-1989.
Kemudian, Ali Khamenei resmi menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989. Itu terjadi setelah Khomeini jatuh sakit dan wafat pada Juni 1989.
Ali Khamenei dikenal sebagai Pemimpin Tertinggi yang paling lantang dan dipengaruhi oleh kebencian mendalam terhadap AS. Ia bahkan dijuluki sebagai "Setan Besar".
Merujuk dari laporan New York Times, Khamenei sempat menyetujui kesepakatan nuklir pada 2015. Seiringnya waktu, kepercayaan Khamenei hancur total terhadap Barat akibat AS menarik diri tanpa alasan pada 2018.
Benarkah Mendiang Ayatollah Ali Khamenei Cucu Rasulullah SAW?
Di balik itu, Ali Khamenei dianggap sebagai cucu ke-18 Nabi Muhammad SAW. Statusnya di keluarga, Ali Khamenei sebagai putra kedua dari Sayyed Jawad Husseini Khamenei dan Khadijeh Mirdamadi.
Ayah Ali Khamenei dikenal sebagai ulama Syiah Iran dikenal hidup sederhana. Merujuk dari laporan Khamenei.jr, tak heran Khamenei juga memiliki hidup sederhana.
Contoh kehidupan sederhana Ali Khamenei memiliki kebiasaan menyantap roti dan kismis.
Dilansir dari Shiite News, Ali Khamenei dikenal sebagai sosok keturunan bangsawan. Gelar keluarganya bernama "Sayyid" sebagai tanda Ali Khamenei menjadi bagian cucu ke-18 Nabi Muhammad SAW.
Gelar kehormatan Sayyid tidak sembarangan di Iran. Penyebutan ini dianggap sebagai keturunan dari Hasan dan Husain, cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW, anak dari putrinya Fatimah az-Zahra.
Tak heran, Ali Khamenei memiliki keluarga yang beruntung. Ia berasal dari keluarga Azeri Sayyid Iran.
Kakek dari Seyed Javad Khamenei, ayah Ali Khamenei bernama Sayyid Hussein Khamenei. Menariknya, ayah dari Sayyid Hussein Khamenei memiliki nama Sayyid Mohammad Husseini Tafreshi atau Sayyid Tafreshi.
Sementara, Sayyid Tafreshi merupakan anak dari Sayyid Ahmad. Ia pun berstatus sebagai cucu dari Imam Sajjad.
Adapun garis keturunan Khadijeh Mirdamadi, ibu dari Ali Khamenei memiliki gelar terhormat. Ibu kandungnya berasal dari anggota keluarga filsuf tersohor di zaman Safawi bernama Mirdamad.
Kakek dari Khadijeh Mirdamadi bernama Ayatollah Sayyid Hashem Najafabadi Mirdamadi. Sosoknya dikenal sebagai murid ahli di bidang Al-Quran.
Latar belakang hingga silsilah keluarga inilah menjadi pemicu Ali Khamenei menyandang status kehormatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah Khomeini. Sayangnya hidupnya harus berakhir syahid sehingga Iran kini belum memiliki sosok pemimpin yang pasti.
(hap)
Load more