News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Sih Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Dikabarkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Berikut profil dan rekam jejak perjalanan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei yang disebut terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran baru.
Kamis, 5 Maret 2026 - 02:52 WIB
Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang dikabarkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran baru
Sumber :
  • X/@_GlobeObserver

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Mojtaba Khamenei kini menggemparkan publik. Perhatian internasional muncul setelah ayahnya atau Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei wafat dirudal AS-Israel.

Mojtaba Khamenei kini diisukan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Keputusan tersebut untuk mengisi kekosongan tahta yang sebelumnya dipegang sang ayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Isu Mojtaba Khamenei dikabarkan terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran seperti dikutip dari NDTV, Kamis (5/3/2026).

Ketetapan ini setelah Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 ulama senior memilih Mojtaba Khamenei. Menurut laporan dari The New York Times, tiga pejabat mengetahui proses pemilihan itu dilakukan lewat rapat tertutup, Selasa (3/3/2026).

Melalui akun X Konsulat Jenderal di Mumbai, pemerintah Iran membantah kabar Mojtaba Hosseini telah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru.

"Laporan yang beredar di media mengenai calon pemimpin potensial yang dipilih oleh Majelis Pakar Iran tidak memiliki sumber resmi dan secara resmi dibantah," kata Iran.

Kabar Mojtaba Khamenei calon kuat menggantikan posisi ayahnya menimbulkan rasa penasaran dari dunia internasional. Mulai dari profil hingga rekam jejaknya.

Profil Mojtaba Khamenei Putra Mendiang Ayatollah Ali Khamenei

Mojtaba Khamenei, anak dari mendiang Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei, anak dari mendiang Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA

Mojtaba Khamenei memiliki nama lengkap Mojtaba Hosseini Khamenei. Ia dikenal sebagai putra kedua Ali Khamenei yang lahir di Mashhad, kota suci di Iran Timur pada 8 September 1969.

Saat masih kecil, Mojtaba tumbuh di tengah gejolak atmosfer Revolusi Islam Iran pada 1979. Pasalnya, sang ayah dikenal sebagai pilar penting dalam peralihan kekuasaan ideologis Republik Islam.

Ali Khamenei sendiri pernah menjabat sebagai Presiden Iran dari 1981 hingga 1989. Setelah Ruhollah Khomeini wafat karena sakit, ayah Mojtaba Khamenei resmi memegang jabatan Pemimpin Tertinggi sejak 1989 hingga 2026.

Rekam jejak pendidikan Mojtaba dibalut dengan pemahaman agama. Ia belajar di Qom, pusat studi ulama Syiah Iran.

Selama di Qom, ia belajar fikih hingga ilmu filsafat Islam. Di sana, ia langsung di bawah bimbingan ulama konservatif, salah satu di antaranya menjadi murid dari mendiang Ayatollah Mohammad-Taqi Mesbah Yazdi.

Mojtaba secara klerikal telah menyandang gelar bernama Hojjatoleslam. Gelar ini berada di tingkatan ulama menengah dalam hierarki paham Syiah.

Secara akademis, Mojtaba memang belum menyentuh gelar "Ayatollah". Karya akademik dan pengajaran yang minim membuat publik mempertanyakannya. Namun, publik melihat proses "akselerasi" gelar keagamaan membuat ia bisa saja melegitimasi posisi menjadi suksesor ayahnya.

Mojtaba memiliki jalur pengaruh yang berbeda dari para ulama lainnya. Pengaruhnya tidak sekadar di bagian agama saja, tetapi juga dikabarkan pernah menjadi bagian dari milisi Basij di era Perang Iran-Irak pada 1980-1988.

Jejak dokumentasi perannya memang masih misteri. Akan tetapi, keterlibatan Mojtaba di masa perang tersebut sebagai bekal kuat memiliki hubungan dengan struktur militer ideologis di Iran.

Hubungannya semakin lengket dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Salah satu sosok yang memiliki akses penghubung antara jajaran elite IRGC dan Basij, yakni Mojtaba.

Putra kedua Ali Khamenei ini bahkan memiliki keterlibatan di mana ia rutin mengarahkan dari segi strategis. Dari sinilah, nama Mojtaba mulai disegani dari sisi internal kekuasaan.

Selama dua dekade terakhir, Mojtaba diam-diam sebagai sosok figur kunci di balik kesuksesan kekuasaan sang ayah. Ia diibaratkan sebagai "penjaga gerbang" Ali Khamenei.

Bagi yang ingin menemui dan berurusan dengan Ali Khamenei, mereka harus melalui Mojtaba. Analis pernah mengungkapkan seluruh keputusan, mulai dari urusan strategis, politik, militer hingga kemananan dalam negeri maupun luar negeri wajib mendapat persetujuan langsung dari Mojtaba.

Nama Mojtaba mulai populer pada era Pemilu Presiden 2005 dan 2009. Ia disorot lantaran disebut mengarahkan Basij mengamankan dukungan hingga berupaya untuk meredam oposisi.

Ia kembali menuai sorotan tajam pada 2009. Kali ini mendapat pandangan negatif dari dunia internasional saat terjadi pecahnya gelombang protes Gerakan Hijau 2009.

Ia mendapat tuduhan sebagai aktor kunci atau di balik layar yang memberikan perintah untuk bertindak keras. Tak hanya itu, ia dituduh memperintahkan tindakan represif terhadap para demonstran.

Pada 2019, ia dijatuhkan sanksi oleh Amerika Serikat (AS). Sebab, reputasinya semakin menonjol sebagai tokoh garis keras (hardliner) yang menekan aktivitas regional dinilai memberikan ancaman stabilitas.

Pasca kematian Mahsa Amini, narasi memperintahkan tindakan keras kembali muncul. Itu terjadi di tengah peningkatan gelombang protes pada 2022.

Dalam hal ini, ia mendapat sebutan sebagai simbol represi elit penguasa. Meski wajahnya sering di balik layar, indikasinya mengarahkan namanya semakin dikenal luas khususnya oleh masyarakat Iran.

Kemudian, relasi dengan unit elite IRGC, seperti Pasukan Quds terbilang sangat kuat. Apalagi dalam urusan pengelolaan operasi luar negeri Iran.

Dalam diskusi strategis, Mojtaba diyakini memiliki keterlibatan menentukan kebijakan Iran di beberapa negara di kawasan Timur Tengah, seperti Irak, Suriah, Lebanon, Palestina hingga wilayah inti menjadi poros perlawanan.

Pewaris Tahta Potensi Jadi Kontroversi

Mojtaba pun kini digadang sebagai calon terkuat mengisi jabatan Pemimpin Tertinggi yang dipilih Majelis Ahli Iran.

Rencana ini potensi menimbulkan penolakan keras dari sebagian ulama maupun rakyat Iran terkait pewarisan kekuasaan dari ayah ke anaknya.

Gaya Mojtaba Dianggap Lebih Bahaya

Mojtaba selama ini jarang muncul ke ruang publik. Ia bahkan hampir tidak pernah bercuap-cuap dalam sesi pidato atau berbagai kegiatan forum resmi lainnya.

Berdasarkan informasi liar, Mojtaba dikabarkan ikut tewas dari 40 ajudan utama Ali Khamenei saat awal serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu lalu.

Namun begitu, Mojtaba dikabarkan masih hidup dan sehat setelah namanya disebut dalam suksesi kepemimpinan selanjutnya. Hal ini dapat melanjutkan harapan mendiang ayahnya melawan "Barat".

Kepada New York Times, pakar Iran dari Universitas Johns Hopkins, Vali Nasr menilai, jika Mojtaba terpilih melanjutkan tugas sang ayah, maka putra kedua Ali Khamenei itu akan memberikan kejutan besar.

"Itu menunjukkan rezim yang sekarang berkuasa adalah sayap Garda Revolusi yang jauh lebih garis keras," imbuh Vali Nasr.

Sementara, ahli lainnya berpendapat jika Mojtaba terpilih, keputusan Majelis Ahli dianggap telah bijaksana. Sebab, historisnya begitu dekat dengan jajaran senior IRGC menjadi keuntungannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagian masyarakat akan bereaksi negatif dan keras terhadap keputusan ini, dan akan ada reaksi balik," ucap analisis politik Iran, Mehdi Rahmati.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Oknum Satpam SMAN 1 Sentolo Disanksi SP3 Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Sekolah Usul Dipindahkan

Oknum Satpam SMAN 1 Sentolo Disanksi SP3 Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Sekolah Usul Dipindahkan

Oknum petugas keamanan (satpam) SMAN 1 Sentolo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dikenai sanksi surat peringatan ketiga (SP3) setelah muncul dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi di lingkungan sekolah tersebut. 
Bercak Darah di Popok Anak Picu Dugaan Kekerasan Seksual, Ibu di Sleman Cari Keadilan

Bercak Darah di Popok Anak Picu Dugaan Kekerasan Seksual, Ibu di Sleman Cari Keadilan

Seorang ibu di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta tengah memperjuangkan keadilan untuk anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.
Kementerian ATR/BPN Buka Suara soal Penggeledahan KPK: Lantai 3, 6 hingga Ruang Dirjen PPTR Diperiksa

Kementerian ATR/BPN Buka Suara soal Penggeledahan KPK: Lantai 3, 6 hingga Ruang Dirjen PPTR Diperiksa

Kementerian ATR/BPN buka suara soal penggeledahan KPK terkait kasus suap HGB Summarecon. Sejumlah ruangan, termasuk ruang Dirjen PPTR, diperiksa.
BNNP Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Jaringan Malaysia - Sumsel

BNNP Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Jaringan Malaysia - Sumsel

Sekitar 45,5 kilogram sabu dan 9.439 butir pil ekstasi, dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, barang bukti ungkap kasus jaringan intern
Unai Emery Sampaikan Komentar Pedas untuk Garnacho, 3 Laga Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan Aston Villa

Unai Emery Sampaikan Komentar Pedas untuk Garnacho, 3 Laga Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan Aston Villa

Alejandro Garnacho kembali dicadangkan saat Aston Villa menang 3-1 atas Coventry. Unai Emery mengakui sang winger masih tertinggal dari pemain lain.
Lionel Messi Masuk Kandidat Ballon d'Or 2026, David Beckham Ungkap Alasan La Pulga Layak Menang

Lionel Messi Masuk Kandidat Ballon d'Or 2026, David Beckham Ungkap Alasan La Pulga Layak Menang

David Beckham menilai Lionel Messi layak memenangkan Ballon d'Or 2026. Mantan kapten timnas Inggris itu menyoroti performa gemilang Messi bersama Inter Miami.

Trending

Update Terbaru Kasus Wanita yang Ditendang Pria Tak Dikenal saat Antre Makanan di Mal Senayan City

Update Terbaru Kasus Wanita yang Ditendang Pria Tak Dikenal saat Antre Makanan di Mal Senayan City

Rekan korban memberikan informasi terbaru setelah viral rekaman CCTV seorang wanita ditendang pria tak diknela saat sedang antre makanan di Mal Senayan City.
Sudah Dikonfirmasi Kepolisian, Sopir Travel Korban KKB Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

Sudah Dikonfirmasi Kepolisian, Sopir Travel Korban KKB Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

Sehubungan kabar korban KKB ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bersama Satgas Damai Cartenz dan Satgas Habema melaksanakan olah tempat kejadian perkara.
Viral, Begini Kronologi Wanita Ditendang Pria saat Antre Baso A Fung di Food Court Senayan City

Viral, Begini Kronologi Wanita Ditendang Pria saat Antre Baso A Fung di Food Court Senayan City

Viral video wanita terlihat ditendang oleh seorang pria dari belakang saat antre Baso A Fung di Food Court Senayan City. Begini kronologi kejadiannya.
Gol ke-100 Lionel Messi Antar Inter Miami Juara Campeones Cup, Trofi Pertama dalam Sejarah Klub

Gol ke-100 Lionel Messi Antar Inter Miami Juara Campeones Cup, Trofi Pertama dalam Sejarah Klub

Lionel Messi tampil gemilang saat Inter Miami menaklukkan Cruz Azul 2-0 di final Campeones Cup 2026. Messi mencetak gol ke-100 untuk Inter Miami dan assist.
4 Zodiak Paling Beruntung Soal Karier Besok 18 September 2026: Aquarius Menonjol

4 Zodiak Paling Beruntung Soal Karier Besok 18 September 2026: Aquarius Menonjol

4 zodiak paling beruntung soal karier besok 18 September 2026. Capricorn, Aquarius, Scorpio, dan Aries punya peluang serta momentum kerja menarik.
Viral! Seorang Anak Titipkan Ibunya ke Griya Lansia, Siap Jika Tak Bertemu Orang Tuanya Lagi

Viral! Seorang Anak Titipkan Ibunya ke Griya Lansia, Siap Jika Tak Bertemu Orang Tuanya Lagi

Viral di media sosial momen seorang anak titipkan ibunya yang terbaring stroke ke Griya Lansia Malang. Ia bahkan rela tak bisa bertemu lagi dengan orang tuanya.
Megawati Hangestri Akhirnya Buka-bukaan soal Kondisi Lutut Jelang Debut Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Akhirnya Buka-bukaan soal Kondisi Lutut Jelang Debut Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akhirnya buka suara mengenai kondisi lututnya yang sempat menjadi kekhawatiran jelang debut bersama Hyundai Hillstate di V-League 2026/2027.
Selengkapnya

Viral