Perang Timur Tengah Makin Panas, Iran Luncurkan 40 Rudal Mematikan Usai Kapal Selamnya Ditenggelamkan AS-Israel
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @tresnanyyy
tvOnenews.com - Memasuki hari kelima perang di Timur Tengah, pihak Iran terus meluncurkan puluhan rudal ke target mereka Israel-Amerika Serikat, Rabu (4/3/2026).
Dilansir dari Al Arabiya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IGRC) mengatakan mereka telah meluncurkan sekitar 40 rudal ke AS-Israel.
"Beberapa jam yang lalu, gelombang ke-17 operasi "Honest Promise 4" dilakukan dengan peluncuran 40 rudal oleh pasukan udara Korps Garda Revolusi Islam, menuju target-target Amerika dan Zionis," demikian pernyataan IRGC yang dibacakan di televisi pemerintah.
Sebelumnya, Israel dan AS juga telah melancarkan serangan Udara terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026) lalu, yang kemudian memicu kemarahan Iran.
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

- Istimewa
Situasi di Samudera Hindia memanas setelah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengonfirmasi bahwa salah satu kapal selam mereka telah menenggelamkan kapal perang milik Iran.
Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers terkait operasi militer terhadap Teheran, Rabu (4/3).
Hegseth menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan di wilayah perairan internasional.
"Kemarin di Samudera Hindia, kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa dirinya aman saat berada di perairan internasional," tegas Hegseth.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa militer AS berhasil melumpuhkan aset strategis Iran.
"Faktanya, tadi malam, kami juga telah menembak kapal mereka yang paling berharga, yaitu kapal perang Soleimani," tambahnya.
Di sisi lain, upaya kemanusiaan langsung dilakukan oleh otoritas Sri Lanka setelah menerima sinyal darurat dari kapal yang terkena serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) mereka telah dikerahkan untuk mengevakuasi para kru.
"Kami meluncurkan bantuan pukul 6 pagi dengan mengirimkan kapal AL pertama, dan pada pukul 7 pagi kami telah mengirimkan kapal AL kedua," ungkap Menlu Herath.
Ia memastikan bahwa unit militer Sri Lanka bekerja sama erat dalam misi penyelamatan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari sumber kementerian pertahanan Sri Lanka melalui Reuters, insiden tragis ini memakan banyak korban.
Load more