News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 
Jumat, 6 Maret 2026 - 01:31 WIB
Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 

Dilansir dari berbagai sumber, bahwa pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan serius kepada para anggota parlemen dalam sebuah pengarahan tertutup pada Selasa waktu setempat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Militer AS menyatakan kemungkinan besar mereka tidak akan mampu menembak jatuh setiap drone Iran yang diluncurkan ke instalasi dan aset militer AS dalam serangan balasan.

Bahkan berdasarkan laporan dua orang yang mengetahui masalah tersebut, para pejabat yang dipimpin oleh Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa Iran telah mengerahkan ribuan drone serang sekali jalan. 

Meskipun militer AS memiliki kapasitas untuk menjatuhkan sebagian besar drone tersebut, mereka mengakui tidak bisa menghalau seluruh rentetan serangan yang masuk.

Sebagai dampaknya, dalam pengarahan rahasia di Capitol Hill tersebut, para pejabat menyatakan bahwa fokus utama AS kini beralih pada penghancuran lokasi peluncuran drone dan rudal konvensional secepat mungkin. 

Informasi ini disampaikan oleh sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas detail yang sangat sensitif.

Iran diketahui meluncurkan drone Shahed sekali jalan yang berbiaya rendah sebagai bentuk pembalasan terhadap serangan AS. 

Dengan terbang rendah dan lambat, drone-drone ini dinilai lebih mampu menghindari sistem pertahanan udara konvensional dibandingkan dengan rudal balistik.

Seorang pejabat senior pemerintahan menyatakan bahwa strategi drone Iran yang tampak ingin memaksa AS mengorbankan pencegat Patriot dan Thaad yang canggih adalah langkah yang salah dan tidak berhasil. 

Hal ini dikarenakan AS telah menjatuhkan drone-drone tersebut dengan berbagai metode pengukuran yang berbeda.

Walaupun demikian, sejumlah petinggi Demokrat di Kongres tetap menyatakan kekhawatiran bahwa AS telah menghabiskan terlalu banyak stok pencegat untuk bertahan dari serangan rudal balistik Iran. 

Jenderal Caine mengakui kekhawatiran tersebut secara internal, walaupun di depan publik ia tetap menyatakan keyakinannya terhadap level stok persenjataan yang ada.

"Kami memiliki amunisi presisi yang cukup untuk tugas yang sedang dihadapi, baik untuk serangan maupun pertahanan," ucap Caine dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu pagi tanpa memberikan rincian spesifik dikutip The Guardian, Kamis (5/3/2026).

Tingginya intensitas penggunaan senjata ini memakan biaya yang sangat mahal. Pada hari-hari pertama konflik, AS menghabiskan sekitar US$2 miliar atau hampi Rp34 triliun per hari, meskipun angka tersebut kini turun menjadi sekitar US$1 miliar dan diperkirakan akan terus menurun seiring berlanjutnya konflik.

Pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini. 

Sementara itu, juru bicara Kepala Staf Gabungan menolak berkomentar dengan alasan keamanan operasional yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Donald Trump melalui media sosial pada Senin malam menulis bahwa AS dapat mempertahankan tingkat penggunaan senjata tersebut tanpa batas waktu. 

Ia menyebut bahwa stok amunisi kelas menengah dan menengah atas militer AS secara praktis tidak terbatas, meski ia mengakui senjata di level tertinggi tidak berada di posisi yang diinginkan.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan dalam pengarahan pers hari Rabu bahwa AS memiliki lebih dari cukup senjata untuk melakukan perang berkepanjangan dengan Iran. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengklaim bahwa unggahan Trump tersebut sebenarnya adalah kritik terhadap keputusan pemerintahan Biden sebelumnya yang mengirimkan senjata ke Ukraina.

"Kami memiliki cadangan senjata di tempat-tempat yang bahkan tidak diketahui oleh banyak orang di dunia ini. Presiden ingin menunjukkan bahwa, sayangnya, kita memiliki pemimpin yang sangat bodoh dan tidak kompeten di Gedung Putih ini selama empat tahun yang memberikan banyak senjata terbaik kita secara cuma-cuma," beber Leavitt. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jay Idzes jadi 'Beban' Keuangan Sassuolo Rugi 38,7 Juta Euro di 2025, Tapi Investasi ke Kapten Timnas Indonesia Itu Manjur di Serie A

Jay Idzes jadi 'Beban' Keuangan Sassuolo Rugi 38,7 Juta Euro di 2025, Tapi Investasi ke Kapten Timnas Indonesia Itu Manjur di Serie A

Keberanian klub Serie A Sassuolo dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes membuat keuangan klub
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Timnas Indonesia kembali mendapatkan pengakuan internasional yang cukup mencengangkan. Jelang pengundian grup Piala Asia 2027, pelatih Timnas Thailand Anthony -
Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Dua klub besar, Hyundai Hillstate dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, disebut-sebut tengah memantau kondisi Megawati Hangestri. Spekulasi masa depan Megatron
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Timnas Indonesia kembali mendapatkan pengakuan internasional yang cukup mencengangkan. Jelang pengundian grup Piala Asia 2027, pelatih Timnas Thailand Anthony -
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Dua klub besar, Hyundai Hillstate dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, disebut-sebut tengah memantau kondisi Megawati Hangestri. Spekulasi masa depan Megatron
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Selengkapnya

Viral