Iran Tegas Bantah Negosiasi dengan AS di Tengah Perang, Ancam Balasan Keras Jika Diserang
- Antara
Iran, tvOnenews.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Washington soal pembicaraan yang disebut “produktif”.
Iran Bantah Keras Isu Negosiasi
Pemerintah Iran secara tegas membantah adanya proses negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang telah berlangsung selama hampir satu bulan terakhir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tidak ada dialog langsung maupun tidak langsung yang terjadi dengan Washington selama 24 hari terakhir sejak pecahnya konflik yang disebut sebagai “perang yang dipaksakan”.
Menurutnya, berbagai laporan yang menyebut adanya pembicaraan antara kedua negara tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Iran tidak melakukan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat,” tegas Baghaei dalam keterangannya kepada kantor berita resmi IRNA.
Klaim AS Dipatahkan Iran
Pernyataan Iran ini sekaligus menjadi respons atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut bahwa komunikasi dengan Iran berjalan “produktif”.
Namun, Teheran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan resmi yang terjadi, meskipun diakui terdapat penyampaian pesan melalui sejumlah negara sahabat.
Baghaei menjelaskan bahwa pesan-pesan tersebut berisi permintaan dari pihak AS untuk membuka jalur negosiasi guna mengakhiri konflik.
Meski demikian, Iran menanggapi pesan itu sesuai dengan “posisi prinsipnya” tanpa membuka ruang dialog lebih lanjut.
Ancaman Balasan Keras ke AS
Dalam pernyataannya, Iran juga melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan terhadap infrastruktur vital mereka.
Baghaei menegaskan bahwa setiap tindakan yang menargetkan fasilitas penting, terutama sektor energi, akan dibalas dengan respons militer yang tegas.
Respons Militer Siap Dikerahkan
Ia menyebut bahwa angkatan bersenjata Iran telah berada dalam posisi siap untuk memberikan balasan “tegas, segera, dan efektif”.
Peringatan ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik masih berpotensi meningkat, terutama jika serangan terhadap aset strategis Iran benar-benar terjadi.
Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa sikapnya terkait jalur strategis seperti Selat Hormuz tidak mengalami perubahan, termasuk dalam hal syarat untuk mengakhiri konflik.
Load more