GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Bikin Dunia Waspada, Ini Cara Penyebaran dan Negara yang Kini Memburu Penumpang

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bikin 12 negara melacak penumpang dan awak. Begini cara penyebaran, gejala, dan asal virusnya.
Senin, 11 Mei 2026 - 16:20 WIB
Ilustrasi Virus
Sumber :
  • Freepik/rorozoa

Jakarta, tvOnenews.com - Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius kini memicu kewaspadaan internasional setelah sejumlah negara mulai melacak penumpang dan awak kapal yang diduga terpapar virus mematikan tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengonfirmasi sedikitnya enam kasus hantavirus telah ditemukan terkait wabah di kapal pesiar itu. Dari jumlah tersebut, satu orang dipastikan meninggal dunia, sementara dua kematian lain masih menunggu konfirmasi resmi apakah berkaitan dengan hantavirus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi perhatian global karena melibatkan kapal ekspedisi internasional dengan ratusan penumpang dan awak dari puluhan negara.

Berdasarkan data operator kapal Oceanwide Expeditions, terdapat 178 penumpang dan kru dari 28 negara berada di atas MV Hondius selama pelayaran berlangsung.

Penumpang dan Awak dari 28 Negara Ikut Dipantau

Data pada grafik yang diunggah menunjukkan mayoritas awak kapal berasal dari Filipina dengan total 38 orang. Sementara penumpang terbanyak berasal dari Inggris sebanyak 31 orang dan Amerika Serikat 23 orang.

Selain itu, terdapat penumpang dan kru dari Belanda, Spanyol, Jerman, Kanada, Prancis, Swiss, Singapura hingga India.

WHO menyebut saat ini sedikitnya 12 negara tengah melakukan pelacakan terhadap warga mereka yang sempat berada di kapal atau melakukan kontak dengan penumpang setelah turun dari kapal.

Negara-negara tersebut meliputi:

  • Amerika Serikat

  • Inggris

  • Jerman

  • Belanda

  • Spanyol

  • Swiss

  • Denmark

  • Singapura

  • Swedia

  • Turki

  • Kanada

  • Afrika Selatan

Peta pemantauan global yang diunggah memperlihatkan penyebaran pelacakan kasus dari Amerika Utara hingga Asia.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan hewan pengerat kepada manusia.

Virus ini dikenal dapat menyebabkan penyakit serius seperti gangguan paru-paru hingga gagal ginjal.

Dalam kasus MV Hondius, WHO menyebut wabah diduga melibatkan galur Andes hantavirus, jenis yang langka karena bisa menular antarmanusia melalui kontak dekat dan intens.

Meski demikian, WHO menegaskan wabah ini tidak seperti pandemi Covid-19 karena penyebarannya jauh lebih sulit terjadi.

Bagaimana Hantavirus Menyebar?

Berdasarkan infografik yang diunggah, hantavirus umumnya berasal dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang mengandung partikel virus.

Manusia bisa tertular ketika menghirup udara yang telah terkontaminasi partikel virus tersebut.

Selain lewat udara, penularan juga dapat terjadi melalui:

  • Luka terbuka

  • Mata

  • Gigitan hewan pengerat

  • Kontak dekat dengan penderita galur Andes hantavirus

Infografik tersebut juga menjelaskan dua dampak utama hantavirus terhadap tubuh manusia:

Dampak Hantavirus

  • Kerusakan paru-paru dan gangguan pernapasan

  • Pendarahan internal serta gagal ginjal

WHO menyebut masa inkubasi hantavirus dapat mencapai enam minggu. Karena itu, masih ada kemungkinan jumlah kasus akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Kronologi Wabah di Kapal MV Hondius

Kapal MV Hondius memulai perjalanan dari Ushuaia, Argentina pada 1 April 2026.

Dari peta perjalanan yang diunggah, kapal sempat singgah di Tristan da Cunha dan Pulau St Helena sebelum bergerak menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

Beberapa peristiwa penting dalam wabah ini antara lain:

  • 11 April: Penumpang pertama meninggal

  • 24 April: Sejumlah penumpang turun di St Helena

  • 26 April: Seorang perempuan meninggal di Johannesburg

  • 27 April: Penumpang lain jatuh sakit dan diterbangkan ke rumah sakit

  • 3 Mei: Kapal tiba di Tanjung Verde

  • 8 Mei: WHO mulai meningkatkan pemantauan internasional

WHO juga menyebut ini merupakan kasus pertama penularan hantavirus yang diketahui terjadi di dalam kapal pesiar.

Negara-negara Mulai Lakukan Karantina dan Pelacakan

Sejumlah negara kini bergerak cepat melakukan isolasi dan pelacakan kontak.

Di Inggris, beberapa warga telah melakukan isolasi mandiri setelah diduga terpapar virus.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di lima negara bagian memantau penumpang yang sempat berada di kapal, meski belum ditemukan gejala serius.

Sementara di Spanyol, kedatangan MV Hondius di Tenerife sempat memicu penolakan dari pemerintah Kepulauan Canary karena kekhawatiran penyebaran virus.

Belanda, Swiss, Prancis hingga Afrika Selatan juga melaporkan pemantauan terhadap penumpang maupun kru yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif.

Risiko untuk Publik Dinilai Masih Rendah

Meski kasus ini memicu perhatian internasional, WHO menegaskan risiko penyebaran luas kepada masyarakat umum masih rendah.

Hal itu karena galur Andes hantavirus tidak menyebar semudah virus pernapasan lain seperti Covid-19.

Namun para ahli tetap meminta masyarakat waspada, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat atau berada di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Kasus di MV Hondius kini menjadi salah satu wabah hantavirus internasional terbesar yang pernah mendapat perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...
Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru yang masih berstatus non-ASN menjadi ASN.
357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

Berdasarkan data Satgas PRR hingga 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap atau huntap yang telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit.
Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Berjuang sampai tetes darah terakhir, Timnas Indonesia tersingkir dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak. 
Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League 2026/2027. Menariknya, Megatron ternyata pernah membuat pelatih Kang Sung-hyung 'frustrasi' saat membela Red Sparks.
Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Ajax mengurus seluruh administrasi Maarten Paes, termasuk gaji yang harus dibayarkan hingga izin bekerja sang pemain di Belanda. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral