News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menelisik Keinginan Benjamin Netanyahu Bersikeras Ciptakan Israel Raya, Dampaknya bakal Banyak Konflik?

Analis Timur Tengah, Hasibullah Satrawi berbicara konsep Israel Raya (Greater) Israel kembali digaungkan PM Benjamin Netanyahu di tengah perdamaian AS-Iran.
Kamis, 25 Juni 2026 - 23:41 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • Reuters/Clodagh Kilcoyne

Jakarta, tvOnenews.com - Keinginan menciptakan Israel Raya kerap kali menghebohkan publik. Visi ini menggema sejak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berkomitmen mewujudkan tujuannya.

Dilansir dari Middle East Eye & Time of Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan visi Israel Raya atau "Greater Israel" dalam sebuah wawancara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana pembentukan Israel Raya meliputi pencaplokan sejumlah negara Arab didominasi Muslim. Wilayah yang menjadi target, antara lain seluruh wilayah Palestina, Yordania, sebagian besar Lebanon dan Suriah (termasuk Damaskus), sebagian Arab Saudi, Mesir, Irak, Kuwait, hingga Turki bagian selatan.

Merujuk Al Jazeera, konsep Israel Raya telah terjadi sejak zaman dahulu. Klaim ini didasari pada sebuah ayat Alkitab. Dasaran definisi lain mengacu pada ayat-ayat Alkitab yang berbeda menetapkan tanah Israel akan dijanjikan kepada suku-suku Israel dari keturunan Ishak.

Konsep yang dikaitkan dengan penafsiran kitab suci dan wacana politis ini kembali menggema hingga didukung sejumlah kelompok dan Zionis. Di balik itu, visi ini juga menimbulkan kegaduhan.

Sayangnya upaya tersebut kini disebut terhambat. Hal ini menjadi pembahasan menarik bagi analis Timur Tengah, Hasibullah Satrawi menelaah keputusan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Saya rasa ini memang bagian daripada fakta baru yang tidak kalah menarik," ujar Hasibullah melalui saluran program Apa Kabar Indonesia tvOne dikutip, Kamis (25/6/2026).

Ia coba menganalisis pola hubungan antara AS dan Israel. Gebrakan dari keputusan Presiden Donald Trump memanuver hubungan dengan Iran patut ditelaah lebih dalam.

Proses tanda tangan nota kesepamahan (MoU) perdamaian antara Iran dan AS telah berlangsung pada beberapa waktu lalu. Hal tersebut dilakukan secara virtual dan jarak jauh.

Hasibullah mengatakan, berdasarkan pendapat dari negara-negara Timur Tengah dan Barat, mereka memotret langkah ini sebagai bentuk percobaan awal perdamaian kedua negara.

Keputusan itu berpotensi adanya perbedaan yang substantif dan lebih strategis, terutama mengenai desain Timur Tengah yang baru (New Middle East).

"Saya melihat ini bukan hanya soal gengsi, perbedaan di awal. Saya melihat justru ini bisa mengarah pada persoalan yang lebih strategis," katanya.

Ia menyebut keputusan kedua pemimpin negara menimbulkan dua petunjuk. Pertama, hal ini berkaitan dengan keinginan Netanyahu membentuk Israel Raya.

Keputusan tersebut, menurut dia, tentu menghambat tujuan dan ide dari Netanyahu. Hal tersebut mendorong ia menelaah visi mewujudkan Greater Israel sejak awal.

"Artinya apa? Misal Gaza, kemudian Lebanon, Suriah itu akan coba dibikin perwujudan Israel Raya. Artinya akan banyak konflik di situ," jelasnya.

Alih-alih satu tujuan dengan Netanyahu, ia melihat ada perbedaan misi dari Donald Trump. Presiden AS tersebut dikenal sosok pebisnis sehingga berkeinginan agar Timur Tengah lebih damai.

"Kalau terjadi damai, maka akan banyak tower-tower Trump yang berdiri. Itulah ide yang dia sampaikan," terangnya.

Ia mencontohkan hubungan antara kedua pemimpin negara tersebut dengan negara-negara yang mencakup wilayah sasaran Greater Israel, mulai dari Suriah, Turki hingga Lebanon.

"Misalkan di Suriah, Trump sangat percaya dengan pemimpin yang baru (Ahmed al-Sharaa). Padahal Netanyahu justru bertolak belakang. Dengan Turki, Trump itu sangat kuat kerja sama dengan Erdogan, padahal Netanyahu inginnya justru hati-hati. Dengan Lebanon, ini mengarah yang sama," tuturnya.

"Ini Trump menginginkan adanya perdamaian sehingga nanti bisa ada lembaran baru. Ini tentu ada sentuhan atau imajinasi yang berbeda di antara Trump dengan Netanyahu," sambungnya.

Ia menyimpulkan dua pandangan berbeda ini. Konsep "New Middle East" atau Timur Tengah baru versi Netanyahu dinilai membuat negara-negara Arab tidak berdaya, sementara versi Trump menciptakan wilayah lebih damai.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Camp Religi Mubarakah VIII 2026 Dihadiri Ribuan Peserta, Gubernur Lemhanas RI: Lahirkan Generasi Religius Moderat

Camp Religi Mubarakah VIII 2026 Dihadiri Ribuan Peserta, Gubernur Lemhanas RI: Lahirkan Generasi Religius Moderat

Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 yang dihadiri ribuan peserta dan delegasi dari 12 negara, resmi dibuka oleh Gubernur Lemhanas RI, Ace Hasan Syadzily di Pusbangdai Asrama Haji Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026).
Anggota DPD RI Mirah Midadan Ungkap Warga Kabupaten Bima Ternacam Krisis Air Bersih

Anggota DPD RI Mirah Midadan Ungkap Warga Kabupaten Bima Ternacam Krisis Air Bersih

Anggota DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid meminta Pemerintah Kabupaten Bima untuk segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Bajo dan sejumlah desa lainnya.
Jamintel Kejagung Perkenalkan Sistem Pengawasan MBG Berbasis Aplikasi di Sumedang

Jamintel Kejagung Perkenalkan Sistem Pengawasan MBG Berbasis Aplikasi di Sumedang

Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (Jaminterl Kejagung), Reda Manthovani memperkenalkan sistem pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis aplikasi dan kode QR.
Langkah Cepat Wakil Ketua DPR RI Tangkal Ancaman PHK Massal Tuai Respons Positif

Langkah Cepat Wakil Ketua DPR RI Tangkal Ancaman PHK Massal Tuai Respons Positif

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad merespons ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada sejumlah sektor industri tanah air dengan melakukan serangkaian komunikasi dengan pimpinan perusahaan.
Upaya Percepat Pemulihan Pasca Bencana, Perempuan Aceh Terima Bantuan Ribuan Paket Kit Menstruasi

Upaya Percepat Pemulihan Pasca Bencana, Perempuan Aceh Terima Bantuan Ribuan Paket Kit Menstruasi

Berbagai pihak terus berbondong-bondong dalam melakukan pemulihan terhadap wilayah pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor diantaranya yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang.
Modus Peredaran Etomidate Jaringan Internasional: Gunakan Kemasan Beras Basmati

Modus Peredaran Etomidate Jaringan Internasional: Gunakan Kemasan Beras Basmati

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika jaringan Malaysia. Pelaku mengamankan barang bukti Etomidate dan Ekstasi yang disembunyikan dalam kemasan beras basmati asal India.

Trending

Kilas Balik: Kasus Vina Cirebon yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai, Berawal dari Kecelakaan Hingga Berujung Pembunuhan

Kilas Balik: Kasus Vina Cirebon yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai, Berawal dari Kecelakaan Hingga Berujung Pembunuhan

Kasus Vina Cirebon sempat dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas sebelum terungkap sebagai pembunuhan. Simak kronologi, fakta sebenarnya, kontroversi film Vina
Geledah Kantor BPK Sumsel, KPK Temukan Dokumen Dugaan Intervensi Hasil Audit di Muara Enim

Geledah Kantor BPK Sumsel, KPK Temukan Dokumen Dugaan Intervensi Hasil Audit di Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adanya intervensi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap perwakilan Sumatera Selatan.
Sindikat Narkoba Makin Cerdik, Polisi Ungkap Penyamaran Ekstasi dalam Kemasan Beras India

Sindikat Narkoba Makin Cerdik, Polisi Ungkap Penyamaran Ekstasi dalam Kemasan Beras India

Polisi menggagalkan peredaran narkotika jaringan Malaysia yang disamarkan dalam kemasan beras India di Jakarta Pusat. Sebanyak 94 cartridge etomidate dan 102 pil ekstasi berhasil disita.
Maarten Paes Gigit Jari, Ajax Dikabarkan Selangkah Lagi Datangkan Mantan Kiper Utama Barcelona

Maarten Paes Gigit Jari, Ajax Dikabarkan Selangkah Lagi Datangkan Mantan Kiper Utama Barcelona

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes berpotensi menghadapi persaingan berat pada musim 2026/2027. Ajax dikabarkan berpeluang datangkan kiper andalan Barcelona.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador Vs Jerman

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador Vs Jerman

Ekuador arahan Sebastian Beccacece tidak punya masalah menurunkan skuad terbaiknya di Piala Dunia 2026. Tapi Jerman asuhan Julian Nagelsmann dipastikan kehilangan Nico Schlotterbeck dan Nathaniel Brown.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juni 2026: Gemini Panen Proyek Emas

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juni 2026: Gemini Panen Proyek Emas

Sejumlah zodiak pada 27 Juni 2026 diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pemasukan ekstra, bonus, hingga kesempatan bisnis yang menjanjikan.
10 Raja Kartel Narkoba dengan Harta Terbesar dalam Sejarah, Nomor 1 Sulit Ditandingi

10 Raja Kartel Narkoba dengan Harta Terbesar dalam Sejarah, Nomor 1 Sulit Ditandingi

Daftar 10 gembong narkoba terkaya di dunia sepanjang sejarah. Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, kekayaan mereka mencapai ratusan triliun rupiah dari bisnis narkoba internasional.
Selengkapnya

Viral