700 Delegasi dari 19 Negara Berkumpul di Bangkok Ikut Simulasi Sidang PBB, Anak Muda Indonesia Jadi Sorotan
- Ayimun.
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 700 delegasi muda dari 19 negara mengikuti konferensi Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 21st yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 26–29 Juni 2026. Menariknya, hampir 500 peserta di antaranya berasal dari Indonesia.
Forum simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan diplomasi, kepemimpinan, komunikasi, hingga negosiasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Mengusung tema “The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis”, para peserta diajak mendiskusikan berbagai isu internasional mulai dari kesehatan, lingkungan, perdagangan, hak asasi manusia, keamanan global, hingga pemanfaatan luar angkasa secara damai.
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan AYIMUN bukan sekadar kompetisi debat, melainkan wadah pembelajaran lintas budaya bagi anak muda dari berbagai negara.
“Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia. Namun hari ini, 700 orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa,” kata Muhammad Fahrizal, dalam keterangannya, dikutip Rabu (1/7/2026).
Ia menilai keterlibatan anak muda dalam forum internasional penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis sekaligus memperluas pemahaman terhadap persoalan global.
Konferensi tersebut juga menghadirkan sejumlah diplomat dan perwakilan organisasi internasional. Salah satunya Duta Besar Malaysia untuk Thailand, H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah, yang mengapresiasi antusiasme para peserta dari berbagai negara.
“Saya sangat bangga bisa berdiri di hadapan ratusan anak muda yang datang dari berbagai belahan dunia. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membangun persahabatan selama berdiskusi mengenai berbagai isu dunia,” ujarnya.
Menurutnya, forum seperti AYIMUN menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus mendorong generasi muda lebih aktif memahami isu internasional.
Hal serupa disampaikan Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, H.E. Francisco Tilman Cepeda. Ia menilai generasi muda memiliki peran besar dalam menghadapi tantangan global yang semakin saling terhubung.
“Dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kalian, sebagai generasi muda, memiliki peran penting dalam membawa ide-ide segar dan membangun keterlibatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang,” katanya.
Sementara itu, Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), Jack Crawford, menilai tema besar AYIMUN relevan dengan situasi global saat ini yang penuh ketidakpastian.
“Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta AYIMUN yang hadir di sini memilih untuk mempelajari diplomasi, memahami berbagai persoalan global, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang sedang dihadapi dunia,” ujar Jack Crawford.
Ia mengatakan forum Model United Nations dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menemukan isu yang ingin mereka perjuangkan di masa depan.
Dalam konferensi tersebut, peserta mengikuti simulasi berbagai dewan PBB seperti World Health Organization (WHO), United Nations Environment Programme (UNEP), United Nations Human Rights Council (UNHRC), hingga Disarmament and International Security Committee (DISEC).
Selain diskusi formal, kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya antarnegara. Para delegasi berkesempatan membangun jejaring internasional sekaligus memahami perspektif negara lain terhadap isu global.
International Global Network (IGN) sebagai penyelenggara diketahui telah mengembangkan berbagai forum kepemudaan internasional sejak 2016. Program-programnya disebut telah melibatkan puluhan ribu peserta muda dari berbagai negara. (cmi)
Load more