Western Cape Semakin Lirik ASEAN, KJRI Cape Town Promosikan Indonesia sebagai Mitra Strategis
- KJRI Cape Town
Jakarta, tvOnenews.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town kembali memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika Selatan. Langkah tersebut dilakukan melalui mempromosikan berbagai peluang perdagangan, investasi, dan kemitraan strategis pada ASEAN Business Forum 2026.
Acara ini diselenggarakan Wesgro, lembaga promosi perdagangan, investasi, dan pariwisata Pemerintah Provinsi Western Cape. Untuk diketahui bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang memiliki Konsulat Jenderal di Cape Town.
Forum bisnis ini diikuti sekitar 40 pelaku usaha, eksportir, importir, asosiasi bisnis, dan pemangku kepentingan ekonomi.
Agenda tersebut diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk memperkenalkan potensi perdagangan, investasi, serta peluang kemitraan dengan pelaku usaha di Western Cape.
Penyelenggaraan forum ini mencerminkan semakin besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Western Cape terhadap ASEAN sebagai salah satu mitra ekonomi strategis.
Komitmen tersebut juga terlihat dari partisipasi Wesgro dalam delegasi bisnis yang mendampingi Presiden Cyril Ramaphosa saat kunjungan resmi ke Indonesia pada 2025, yang semakin memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Western Cape.
Indonesia diwakili oleh Widya Christinasari Notodihardjo, Konsul Ekonomi I/Kepala Kanselerai KJRI Cape Town, sementara Singapura diwakili secara daring oleh Ms. Jean Ng, Regional Director, Enterprise Singapore untuk kawasan Afrika Selatan dan Afrika Tengah.
Dalam diskusi panel, Indonesia memperkenalkan berbagai perkembangan ekonomi nasional, mulai dari besarnya pasar domestik, pertumbuhan sektor manufaktur, hingga pesatnya transformasi ekonomi digital.
Indonesia meng-highlight semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital pada sektor e-commerce, logistik, pembayaran digital, transportasi, layanan kesehatan, dan berbagai layanan berbasis digital lainnya yang membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku usaha internasional.
"Indonesia dan Western Cape memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi. Keunggulan Western Cape di bidang agribisnis, agro-processing, energi terbarukan, logistik, industri maritim, dan inovasi dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang terus berkembang, sehingga membuka ruang kerja sama yang luas, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industry," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, Tudiono, Kamis (9/7/2026).
Salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian peserta adalah bagaimana menemukan mitra usaha yang tepat di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, KJRI Cape Town menjelaskan bahwa meskipun Indonesia dan Afrika Selatan belum memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA), peluang kerja sama tetap terbuka luas melalui penguatan jejaring bisnis, business matching, dan fasilitasi perdagangan yang dilakukan kedua negara.
KJRI Cape Town juga menjelaskan perannya sebagai fasilitator diplomasi ekonomi yang secara aktif bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Wesgro, dalam menyelenggarakan business meeting, business matching, dan mempertemukan pelaku usaha kedua negara.
"Para peserta juga diperkenalkan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan Oktober mendatang sebagai ajang utama untuk mempertemukan pelaku usaha Afrika Selatan dengan eksportir, produsen, investor, dan mitra bisnis potensial dari Indonesia," ujar Tudiono.
KJRI Cape Town juga menyampaikan bahwa penerapan Electronic Travel Authorisation (ETA) oleh Pemerintah Afrika Selatan telah meningkatkan mobilitas delegasi bisnis Indonesia ke Cape Town. Kemudahan tersebut diharapkan semakin mempercepat terbentuknya kemitraan perdagangan dan investasi kedua negara.
KJRI Cape Town mencatat adanya peningkatan kunjungan delegasi bisnis Indonesia ke Cape Town sejak kemudahan tersebut diberlakukan.
Mobilitas yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat terbentuknya kemitraan bisnis serta meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai peluang kemitraan dengan Indonesia, khususnya pada sektor agribisnis, pangan dan minuman.
Minat tersebut mencakup perdagangan buah-buahan, sayuran, teh rooibos, wine, hasil perikanan, pengolahan seafood, hingga agro-technology. Selain perdagangan, peserta juga menjajaki peluang transfer teknologi, pertukaran keahlian, dan pengembangan kapasitas industri.
Melalui partisipasi pada ASEAN Business Forum ini, KJRI Cape Town berharap semakin banyak pelaku usaha Afrika Selatan yang mengenal potensi Indonesia dan memanfaatkan Trade Expo Indonesia 2026 sebagai langkah awal membangun kemitraan perdagangan, investasi, dan inovasi yang saling menguntungkan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, KJRI Cape Town akan terus memperkuat perannya sebagai jembatan bagi dunia usaha Indonesia dan Afrika Selatan dalam membuka peluang kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Menurut Konsul Jenderal RI di Cape Town, meningkatnya minat dunia usaha Western Cape terhadap ASEAN menunjukkan adanya pergeseran orientasi ekonomi kawasan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Western Cape melalui Wesgro secara aktif menempatkan ASEAN sebagai salah satu kawasan prioritas dalam strategi diversifikasi perdagangan dan investasi.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 680 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi yang dinamis, serta posisi sebagai salah satu pusat manufaktur dunia, ASEAN kini dipandang sebagai mitra strategis jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus pintu gerbang menuju pasar regional. Kondisi ini membuka peluang yang semakin besar bagi peningkatan perdagangan, investasi, transfer teknologi, dan kolaborasi industri antara Indonesia dan Western Cape. (rpi)
Load more