Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Korban Tewas Capai 38 Orang dan 9.200 Lainnya Mengungsi
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Gempa Magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) lalu.
NHK melaporkan pada Minggu (2/8/2026), tercatat jumlah korban yang dinyatakan meninggal dunia mencapai 36 orang.
Namun, dua kematian lainnya masih dalam penyelidikan untuk memastikan apakah disebabkan gempa atau tidak.
Sementara itu, ribuan warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.
NHK melaporkan lebih dari 9.200 orang masih tinggal di 210 tempat pengungsian, sedangkan lebih dari 3.400 rumah mengalami kerusakan akibat gempa kuat tersebut.
Terkait kondisi di sana, pasokan air bersih dikabarkan masih terputus di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat usaha di Kumamoto.
Fasilitas kesehatan yang terdampak gempa juga masih berupaya memulihkan layanan.
Seorang pejabat setempat menyebut secara keseluruhan tingkat kerusakan masih belum dapat dipastikan dan jumlah bangunan yang rusak kemungkinan akan meningkat secara signifikan seiring proses inspeksi yang masih berlanjut.
Di samping itu, sekitar 30 orang diduga mengalami gejala sengatan panas. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit saat suhu di sejumlah wilayah Kumamoto mencapai lebih dari 37 derajat Celcius pada Sabtu (1/8/2026).
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan telah berakhir di pusat perbelanjaan AEON—tempat tujuh pekerja tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan yang terjadi tidak lama setelah gempa mengguncang.
Untuk diketahui, Jepang merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Pasalnya, negara ini berada di sepanjang kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).
Jepang diketahui mengalami sekitar 20 persen dari seluruh gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,0 atau lebih besar yang terjadi di dunia. (ant/nsi)
Load more