Restoran Indonesia Pertama Hadir di Cape Town, Perkuat Diplomasi Kuliner Indonesia
- KJRI Cape Town
Jakarta, tvOnenews.com – Kekayaan kuliner Indonesia kini semakin mudah dinikmati masyarakat Cape Town, Afrika Selatan. Sebab, restoran Indonesia pertama di Cape Town yakni Java Kitchen baru saja hadir di kawasan Rondebosch East, Lansdowne, Cape Town.
Kedai ini menawarkan beragam hidangan autentik Nusantara kepada masyarakat setempat. Pada 4 September 2026, Konsul Jenderal RI Cape Town bersama Atase Pertahanan KBRI Pretoria dan staf berkesempatan mengunjungi Java Kitchen dan menikmati berbagai hidangan Indonesia yang disajikan restoran tersebut.
Java Kitchen dimiliki oleh Iin Utami, WNI asal Banten, bersama suaminya, Zaim, warga negara Afrika Selatan keturunan Cape Malay.
Kehadiran restoran ini memiliki arti tersendiri mengingat hubungan historis yang panjang antara Indonesia dan komunitas Cape Malay di Afrika Selatan.
Menurut Iin Utami, Java Kitchen baru berdiri sekitar dua bulan. Meskipun relatif baru, perkembangan jumlah pengunjung cukup menggembirakan. Dari minggu ke minggu, semakin banyak masyarakat lokal yang datang dan menikmati berbagai hidangan Indonesia yang ditawarkan.
Beragam menu khas Indonesia tersedia di Java Kitchen, antara lain bakso, soto ayam, pempek Palembang, ayam geprek, sate ayam, siomay, serta aneka nasi goreng, termasuk nasi goreng vegetarian. Restoran juga menyediakan Laksa Singapore serta sejumlah makanan pendamping seperti gyoza dan risoles.
Sebelum membuka restoran, Iin telah cukup lama merintis usaha kuliner dengan melayani pemesanan secara daring melalui sistem pre-order (PO) dan katering. Setelah Java Kitchen dibuka, model usaha tersebut tetap dipertahankan dan kini dilengkapi dengan layanan makan langsung di restoran. Dengan demikian, pelanggan dapat memesan secara daring maupun datang langsung untuk menikmati makanan di tempat.
Untuk tahap awal, Java Kitchen buka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pembukaan restoran tersebut juga melalui proses yang cukup panjang.
Iin Utami telah mengantongi izin usaha restoran yang diperlukan. Menurutnya, proses memperoleh izin tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Persyaratan perizinan juga mengharuskan usaha terkait dengan warga negara Afrika Selatan atau pemegang status permanent resident.
"Kehadiran Java Kitchen sejalan dengan upaya KJRI Cape Town untuk terus mendorong berkembangnya restoran dan usaha kuliner Indonesia di wilayah akreditasi. Restoran Indonesia tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu sarana efektif diplomasi kuliner (gastrodiplomacy) untuk semakin memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan," terang Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) untuk Cape Town, Tudiono, Jumat (4/9/2026).
Melalui makanan, masyarakat setempat dapat mengenal lebih dekat kekayaan rempah, keragaman budaya, serta berbagai tradisi dari daerah-daerah di Indonesia.
Kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan people-to-people contact sekaligus memperkuat citra positif Indonesia.
Kehadiran Java Kitchen juga memberikan pilihan baru bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Cape Town dan sekitarnya untuk menikmati cita rasa Nusantara, sekaligus menjadi tempat memperkenalkan kuliner Indonesia kepada keluarga, sahabat, dan masyarakat Afrika Selatan.
"Dari Cape Town, cita rasa Nusantara kini memiliki rumah baru. Kehadiran Java Kitchen diharapkan menjadi langkah awal bagi semakin berkembangnya restoran dan kuliner Indonesia di Afrika Selatan," jelas Tudiono. (rpi)
Load more