Kenapa Filosofi Pepatah Rusia 'Odin v pole ne voin' Sama dengan Gotong Royong? Begini Penjelasan Prabowo
- Youtube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengetahui filosofi pepatah Rusia dengan bunyi "Odin v pole ne voin". Arti pepatah klasik tersebut secara harfiah dinilai sama dengan kata "gotong royong" dalam Bahasa Indonesia.
Presiden Prabowo membahas filosofi pepatah Rusia dan Indonesia saat menghadiri acara Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11 pada Kamis (3/9/2026).
Forum yang dihadiri Presiden Prabowo berbasis ekonomi internasional tahunan. Kali ini mengangkat tema "The Far East: Development for the Benefit of the People" yang berarti "Timur Jauh: Pembangunan demi Kemaslahatan Rakyat".
Menurut Presiden Prabowo, ada kesamaan kata "Odin v pole ne voin" dengan "gotong royong". Pepatah kuno Rusia tersebut mempunyai makna bahwa seseorang tidak dapat berjuang sendiri ketika ingin meraih tujuan.
"Saya memahami bahwa masyarakat Rusia memiliki sebuah pepatah Odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya di Vladivostok, Rusia dikutip dari Antara, Sabtu (5/9/2026).
Kenapa Pepatah Kuno Rusia Sama dengan Gotong Royong?
- dok.Setpres
Ia menjelaskan alasan adanya kesamaan antara pepatah kuno Rusia tersebut dengan makna kata gotong royong. Hal ini mengacu pada keberhasilan dapat ditentukan apabila berjuang bersama-sama.
"Di  Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama. Kami menyebutnya gotong-royong. Beban seberat apa pun akan menjadi ringan saat kita memikulnya bersama-sama," terangnya.
Ia memahami perbedaan dari pepatah tersebut hanya terletak dari bahasa. Namun setiap negara mempunyai warisan kebijaksanaan yang sama diberikan oleh para leluhur.
Ia berpendapat kesamaan dari warisan leluhur terkait makna pepatah kuno kedua negara tersebut terletak pada perjuangan. Hanya saja di Rusia menggunakan bahasa "Odin v pole ne voin", sedangkan Indonesia "gotong royong".
"Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita," jelasnya.
Presiden Prabowo Ingin Rusia Lebih Dekat secara Personal
Lebih lanjut, Prabowo mengajak Rusia. Hal ini bertujuan agar kedua negara tersebut selalu meneruskan kedekatan-kedekatan personalnya.
Bagi Prabowo, hubungan antara Rusia dan Indonesia sudah terjalin sejak lama. Presiden RI itu berharap agar sifat kedekatan ini lebih melembaga.
Ia menuturkan hubungan yang bisa semakin dekat, mulai dari kersajama di bidang perdagangan, konektivitas, sinkronisasi sistem pembayaran hingga memperluas jumlah proyek-proyek kerja sama kedua negara tersebut.
"Semua yang kita bahas hari ini, (ketentuan, red.) tarif yang tercakup dalam FTA, koridor transportasi, sistem pembayaran, proyek-proyek industri ada untuk satu alasan, yaitu agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia dapat melihat anak-anak mereka dan percaya hari esok akan lebih baik dari hari ini," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto berbagi panggung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Wakil Perdana Menteri China, Ding Xuexiang, Perdana Menteri Mongolia, Nyam-Osoryn Uchral, dan Wakil Presiden Myanmar, U Nyo Saw.
Selain membahas kerja sama antara Indonesia dan Rusia, Presiden Prabowo juga memberikan jawaban dari beberapa pertanyaan moderator sekaligus jurnalis senior asal Rusia, Tokarev Kirill Viktorovich.
(hap)
Load more