Reaksi Syekh Mishary Alafasy soal Serangan di Riyadh Arab Saudi, Singgung Kesucian Tanah Suci
- Instagram/alafasy
tvOnenews.com - Kabar serangan yang disebut menyasar Riyadh, Arab Saudi, menuai perhatian publik, termasuk dari Syekh Mishary Alafasy, qari dan hafiz Al-Quran asal Kuwait yang dikenal luas melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Quran.
Melalui media sosial resminya, Syekh Mishary Alafasy menyampaikan kecaman keras terhadap aksi yang dikaitkan dengan kelompok Houthi tersebut.Â
Ia menyinggung serangan terhadap Makkah dan menyebut adanya ancaman terhadap para tamu Allah serta umat yang hendak memasuki Masjidil Haram.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena berkaitan dengan keamanan Arab Saudi, khususnya bagi umat Islam yang berkunjung untuk beribadah di Tanah Suci.
- Instagram/alafasy
Reaksi Syekh Mishary Alafasy
Dalam unggahannya, Syekh Mishary Rashid Alafasy mengungkapkan kemarahan atas tindakan yang dinilainya telah melanggar kesucian tempat-tempat yang dihormati umat Islam.
"Kemarin mereka menargetkan Makkah, hari ini mereka membunuh para tamu Allah Yang Maha Pengasih, meneror orang-orang yang tertindas, dan menghalangi mereka memasuki Masjidil Haram! Lantas, kesucian apa lagi yang belum mereka langgar? #BersamaArabSaudiSelamanya," tulis Syekh Mishary Alafasy.
Melalui pernyataan tersebut, ia menyoroti keselamatan jemaah dan pentingnya menjaga kesucian Makkah sebagai kota suci umat Islam.Â
Unggahan tersebut menjadi perhatian karena Makkah dan Masjidil Haram memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.Â
Keamanan kawasan tersebut menjadi hal penting bagi jutaan umat Muslim yang datang untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.
- ANTARA/Xinhua/aa
Kronologi Serangan di Bandara Internasional King Khalid
Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, dilaporkan terjadi dalam rangkaian insiden pada Sabtu (10/10/2026) dan Minggu (11/10/2026).Â
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan persenjataan rudal dan drone tersebut.
Pada serangan Sabtu, proyektil menghantam area terminal bandara yang melayani penerbangan sipil.Â
Ledakan keras disertai kilatan api mengejutkan penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.Â
Sejumlah rekaman kamera pengawas memperlihatkan orang-orang berlarian mencari tempat aman ketika ledakan mengguncang bangunan.
Kondisi di dalam terminal menjadi kacau. Kepulan asap menyebar di area ruang tunggu, sementara beberapa bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.Â
Sejumlah penumpang yang berada di lokasi turut menjadi korban.
Salah seorang saksi menggambarkan kerasnya ledakan yang dirasakan di bandara.Â
Suara tersebut begitu kuat hingga membuat bangunan terasa bergetar.Â
Bunyi sirene peringatan kemudian menambah kepanikan di antara orang-orang yang berada di lokasi.
Menurut laporan otoritas Saudi yang dikutip sejumlah media internasional, serangan pada Sabtu menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.Â
Jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi 13 orang.
Para korban berasal dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.Â
Sebagian korban luka dilaporkan membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.
Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026). Kali ini, sebuah proyektil dilaporkan menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran.Â
Otoritas juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mencegat rudal jelajah di sekitar bandara.
Insiden lanjutan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya terluka, berdasarkan laporan otoritas yang diberitakan media internasional.Â
Dengan demikian, jumlah korban dari rangkaian serangan tersebut perlu dibedakan berdasarkan waktu dan insiden masing-masing.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh para korban dan keluarga mereka.Â
Operasional Bandara Internasional King Khalid turut dihentikan untuk memungkinkan pemeriksaan keamanan dan penilaian kondisi fasilitas.Â
Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan, sementara penutupan bandara memicu kekhawatiran terhadap perjalanan internasional.
Situasi ini juga menjadi perhatian bagi calon jemaah umrah, termasuk dari Indonesia, yang berpotensi mengalami perubahan jadwal perjalanan.Â
Jemaah disarankan memantau informasi dari maskapai, biro perjalanan, dan otoritas resmi sebelum menuju bandara.
(gwn)
Load more