Daftar WNI yang Dikabarkan Menjadi Tentara Rusia, Dua Orang Disebut Tewas dalam Perang Lawan Ukraina
- antara
Masa tugas Taufiq berlangsung selama satu tahun. Kesepakatan itu sesuai standar bagi warga negara asing yang direkrut oleh Rusia untuk menjadi infanteri "sekali pakai".
Sebagai tugasnya, Taufiq berperan menjadi penembak senapan mesin sehingga dikirim ke pusat pelatihan dekat Voronezh. Menariknya, ia hanya menjalani satu setengah minggu di sana.
Pada awal Mei, pria kelahiran asal Sorong itu dikerahkan ke wilayah Ukraina yang diduduki sementara. Setibanya di wilayah Donetsk, Taufiq justru dilaporkan meninggal dalam pertempuran pertamanya ketika pasukan Rusia maju dari sebuah permukiman ke beberapa desa di kawasan Donetsk.
2. Rendi Apriyanto WNI Asal Natuna Kepulauan Riau
Selain Taufiq, WNI bernama Rendi Apriyanto juga dilaporkan meninggal dunia setelah bergabung dengan pasukan Rusia. Ia dikabarkan tewas pada akhir September 2026.
Rendi merupakan pemuda asal Ranai Darat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sebelum berangkat ke Rusia, ia pernah bekerja sebagai teknisi layanan telekomunikasi di kampung halamannya, kemudian bertugas di Batam dan merantau ke Filipina untuk bekerja di bidang instalasi listrik.
Ibu Rendi, Eniyanti mengatakan bahwa, putranya sudah cukup lama tidak kembali ke Natuna.
"Sejak 2022, Rendi memang tidak pernah pulang ke Natuna," ungkap Eniyanti.
Pada awal 2026, Rendi mengabarkan kepada keluarganya bahwa dirinya akan bekerja di kawasan Eropa Timur. Ia kemudian berangkat ke Rusia bersama tujuh rekan asal Indonesia untuk mendaftarkan diri sebagai personel militer.
Keluarga mengaku mengetahui proses tersebut dan telah menandatangani dokumen persetujuan yang diminta pihak penjamin di Rusia. Rendi disebut memperoleh tawaran kontrak senilai Rp600 juta untuk masa kerja enam bulan.
Ayahnya, Ruskamal mengatakan bahwa, Rendi sempat meyakinkan keluarga bahwa pekerjaannya tidak mengharuskannya terlibat langsung dalam pertempuran.
Akan tetapi, Rendi akhirnya mendapat penugasan di kawasan konflik. Pesan terakhir dari dirinya diterima keluarga pada pertengahan September 2026, sebelum ia diberangkatkan menuju zona pertempuran.
Kabar kematiannya kemudian disampaikan oleh salah seorang rekan yang berhasil selamat dari serangan tersebut.
"Kami mendapat kabar duka ini dari kawan Rendi. Ada delapan orang dari Filipina yang mendaftar sebagai tentara bayaran di Rusia secara bersamaan," kata Ruskamal.
Load more