News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak-Anak di Ukraina Sudah Mulai Bersekolah

Anak-anak sekolah di Ukraina sudah mulai bersekolah. Hari Kamis (waktu setempat) merupakan hari pertama sekolah dan anak-anak berbagi cerita tentang bagaimana mereka selamat dari perang. 
Jumat, 2 September 2022 - 11:48 WIB
Siswa berjalan bersama memasuki kelas mereka pada hari pertama sekolah di sekolah umum di Irpin, Ukraina, Kamis, 1 September 2022.
Sumber :
  • aptn

Mykhailo, Ukraina - Anak-anak sekolah di Ukraina sudah mulai bersekolah. Hari Kamis (waktu setempat) merupakan hari pertama sekolah dan anak-anak berbagi cerita tentang bagaimana mereka selamat dari perang

Bagi anak-anak ini, hari terakhir sekolah adalah satu hari sebelum invasi Rusia yaitu tanggal 24 Februari 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setidaknya 379 anak telah tewas sejak perang dimulai dan keberadaan 223 lainnya tidak diketahui, menurut kantor Jaksa Agung Ukraina. 7.013 anak lainnya termasuk di antara warga Ukraina yang dipindahkan secara paksa ke Rusia dari daerah yang diduduki Rusia.

Perang enam bulan merusak 2.400 sekolah di seluruh negeri, termasuk 269 yang hancur total, kata para penjabat.

Daerah sipil dan sekolah terus dihantam, dan anak-anak terus dibunuh. Tetapi setelah bulan-bulan pertama kejutan, 51% sekolah di Ukraina, terlepas dari risikonya, dibuka kembali untuk pendidikan tatap muka, dengan opsi untuk belajar online jika orang tua menginginkannya.

Walau demikian keselamatan tetap menjadi prioritas. Di sekolah yang tidak memiliki akses cepat ke tempat penampungan atau terletak dekat perbatasan dengan Belarus dan Rusia, atau dekat zona militer aktif, anak-anak hanya akan belajar online.

Anak-anak bermain di luar Sekolah mereka, yang dibom oleh pasukan Rusia pada 3 Maret, di Chernihiv, Ukraina, Selasa, 30 Agustus 2022.

Itulah yang terjadi pada siswa kelas tujuh di Mykhailo-Kotsyubynske, hanya 20 mil (35 kilometer) dari perbatasan Belarusia, yang berkumpul di sekolah mereka yang rusak parah minggu ini untuk mengambil buku pelajaran untuk belajar online.

“Kami sudah lama tidak bertemu. Kalian semua telah tumbuh begitu besar,” kata guru mereka, Olena Serdiuk, berdiri di sudut kelas, di mana jendelanya ditutupi dengan plastik hitam tebal, bukan kaca.

Oleksii Lytvyn, 13, mengingat dengan baik hari ketika rudal Rusia menghantam sekolah itu dua kali. Saat itu tanggal 4 Maret, dan dia berada di tempat perlindungan bom sekolah bersama keluarganya dan lusinan orang lainnya.

Hanya beberapa menit sebelum ledakan, dia sedang bermain dengan temannya. Setelah ledakan keras, dinding mulai bergetar dan dia tidak bisa melihat apa pun kecuali awan puing yang sangat besar. Satu orang tewas, seorang wanita yang bekerja di sekolah tersebut.

“Kami sedang tidur di koridor, dan ada sesosok mayat di balik tembok,” kenang Oleksii. Keluarganya tinggal satu malam lagi sebelum melarikan diri dari kota, meskipun mereka telah kembali untuk awal tahun ajaran.

Teman sekelas Oleksii berbagi cerita serupa tentang hari itu dan pendudukan Rusia selama sebulan setelahnya.

“Ketika saya di sekolah, saya memikirkan orang yang meninggal di puing-puing. Saya merasa sangat kasihan padanya,” kata Mykola Kravchenko yang berusia 12 tahun.

Sekolah mereka masih rusak parah. Puing-puing memenuhi lantai dua, dan atap serta sistem pemanas perlu diperbaiki — uang yang tidak dimiliki sekolah.

Meski akan belajar online, para siswa harus menjalani pelatihan keamanan. Serdiuk menyuruh kelas untuk mengikutinya ke tempat perlindungan bom yang sama di mana banyak yang selamat dari ledakan di bulan Maret.

Di tempat penampungan yang remang-remang ada persediaan air dan bangku panjang dengan kursi berlabel untuk setiap kelas. Ketika anak-anak mengambil tempat duduk yang ditentukan untuk kelas mereka, Serdiuk mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus pergi ke sana setiap kali mereka mendengar sirene.

Dia mengatakan banyak orang tua memberi tahu dia bahwa anak-anak mereka memohon untuk kembali ke sekolah, tetapi untuk saat ini itu tidak diperbolehkan karena bahaya berada begitu dekat dengan perbatasan Belarus.

“Ini menjadi hal yang normal baru bagi anak-anak,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine M. Russell, kepada The Associated Press. 

"Itu bukan cara anak-anak harus menjalani hidup, berpikir bahwa mereka akan diserang kapan saja."

Sekolah-sekolah di wilayah Kyiv dan Lviv termasuk di antara mereka yang menyambut siswa kembali ke ruang kelas Kamis waktu setempat, termasuk lebih dari 7.300 siswa terlantar yang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

Di lingkungan Irpin, utara Kyiv, yang masih menanggung bekas luka perang, dengan rumah-rumah yang hancur dan pagar serta dinding yang ditandai pecahan peluru, anak-anak kelas satu berbaris dengan penuh semangat untuk hari pertama kelas mereka di sekolah mereka yang baru direnovasi.

Dihantam misil pada hari-hari awal perang, Sekolah Irpin Nomor 17 dibangun kembali dengan bantuan UNICEF, bau samar cat baru masih tertinggal saat para siswa berjalan ke ruang kelas mereka bergandengan tangan.

“Tahun ini berbeda dengan yang lain. Kami berada dalam situasi perang,” kata guru kelas satu Olga Malyovana. 

“Kami benar-benar khawatir tentang anak-anak dan keselamatan mereka, tetapi kami memperbaiki semua fasilitas, kami memiliki tempat berlindung.”

Urutan pertama hari itu adalah latihan evakuasi, dengan alarm kebakaran berbunyi dan semua anak berbaris untuk menuju ke tempat perlindungan bom bawah tanah atau area aman — dan tanpa jendela — di koridor.

Di Kramatorsk di wilayah Donetsk, tidak ada harapan bagi sekolah untuk membuka pintu mereka karena kota ini terus-menerus diserang sejak awal perang.

Di satu sekolah, ruang kelas satu sudah siap: meja, kursi, papan tulis yang bersih, alfabet dan angka yang tergantung di dinding. Satu-satunya hal yang hilang adalah para siswa.

Duduk di ruang kosong adalah Oleksandr Novikov, direktur sekolah selama 12 tahun dan seorang guru selama lebih dari 20 tahun.

“Sangat menyedihkan, sangat tidak menyenangkan merasa datang ke sekolah kosong,” katanya. “Tidak akan ada anak yang tertawa di sekolah.”

Sementara Ukraina mencoba mempertahankan diri dari invasi Rusia, Novikov memimpikan masa-masa yang lebih baik.

"Saya ingin bel pertama yang nyata, pertemuan nyata dengan anak-anak dan guru, pelajaran nyata, ketika mata memandang Anda dengan inspirasi, kepercayaan dan keinginan untuk mendengar sesuatu yang baru, untuk mempelajari sesuatu yang baru."

"Ini yang ingin saya lihat," katanya.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gila! Rekor Clean Sheet Teja Paku Alam Meledak, Siap Jadi Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Liga 1?

Gila! Rekor Clean Sheet Teja Paku Alam Meledak, Siap Jadi Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Liga 1?

Statistik menunjukkan, Teja Paku Alam sukses mencatatkan rekor clean sheet yang mendekati level legendaris di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional
Rezeki Mendadak Seret dan Peluang Tertutup? Coba Amalkan Doa ini Agar Kembali Lancar

Rezeki Mendadak Seret dan Peluang Tertutup? Coba Amalkan Doa ini Agar Kembali Lancar

Tak sedikit orang merasakan aliran rezekinya tersendat atau tidak semudah biasanya. Pendapatan menurun, usaha berjalan stagnan, segera amalkan doa berikut ini
Hakim Perkara Pertamina Diduga Abaikan Fakta Persidangan, Ini Kata Novel Baswedan

Hakim Perkara Pertamina Diduga Abaikan Fakta Persidangan, Ini Kata Novel Baswedan

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi langkah beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM) Muhamad Kerry Adrianto Riza atau Muhammad Riza Chalid dan tim penasihat hukumnya melaporkan empat hakim Pengadilan Tipikor Jakarta ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA).
Rahasia Taubat Nabi Adam AS, Simak Doa Menyucikan Jiwa yang Tertulis dalam Al-Qur’an 

Rahasia Taubat Nabi Adam AS, Simak Doa Menyucikan Jiwa yang Tertulis dalam Al-Qur’an 

Nabi Adam AS berdoa mohon ampun. Doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an tersebut tetap menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam upaya membersihkan diri dari dosa.
Kode Keras Luke Vickery! Siap Dinaturalisasi dan Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia?

Kode Keras Luke Vickery! Siap Dinaturalisasi dan Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia?

Dalam sebuah wawancara, Luke Vickery memberikan sinyal positif terkait kemungkinan membela Timnas Indonesia. Bahkan, komunikasi dengan tim pelatih disebut 
Pelaksanaan Mudik Lebaran 2026, Survei Catatkan Tingginya Tingkat Kepuasan Publik

Pelaksanaan Mudik Lebaran 2026, Survei Catatkan Tingginya Tingkat Kepuasan Publik

Pelaksanaan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menuai respons positif dari publik.

Trending

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan mencurigai langkah PSSI dalam melakukan proses naturalisasi 2 striker haus gol agar bisa membela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan langsung menjalani big match antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Elkan Baggott kembali memberikan kabar kurang menyenangkan untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Sang bek tengah kembali belum menjadi andalan untuk klubnya.
IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif jelang keputusan FTSE Russell 7 April 2026, pasar tunggu arah status FTSE Indonesia dan dampaknya pada dana asing.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Nama Pascal Struijk mendadak jadi sorotan usai tampil sebagai pahlawan Leeds United dalam laga dramatis Piala FA. Media Belanda beri pujian setinggi langit.
Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Kepala DPMPTSP Jabar ungkap persoalan izin SMK IDN ada di tiga kampus SMK IDN di wilayah Bogor, yakni di Jonggol, Sentul, dan Pamijahan.
Selengkapnya

Viral