Mencengangkan! 4 Fakta Frank Hoogerbeets, Seorang Peneliti yang Memprediksikan Gempa Turki 3 Hari Sebelum Kejadian!
- ssgeos.org
Hal ini dikarenakan ia disebut menggunakan cara yang tidak diakui secara ilmiah dalam memprediksi gempa bumi.
Sejumlah ramalan terdahulunya tentang kemungkinan adanya gempa bumi juga banyak yang meleset atau tidak terbukti sama sekali.
4. Cenayang Roh dan Crop Circle
Hoogerbeets juga mengakui bahwa dirinya mengandalkan petunjuk dari roh dan formasi crop circle untuk meramal kapan persisnya gempa bumi yang terjadi selanjutnya.
Sedangkan Crop circle adalah munculnya sebuah pola simetris pada hamparan lahan yang luas atau padang.
Pola ini kerap terjadi di padang rumput atau persawahan. Pola ini juga kerap dianggap sebagai jejak keberadaan sosok alien atau unidentified flying object (UFO).
Uniknya, Frank Hoogerbeets juga mengatasnamakan diri sebagai seorang peneliti dari Solar System Geometry Survey (SSGEOS) atau Lembaga Survei Geometri Tata Surya.
SSGEOS bertugas memantau geometri benda langit, dalam hal ini yang berkaitan dengan aktivitas gempa bumi atau seismik.
SSGEOS. Lembaga Survei Geometri Tata Surya. Source: twitter.com
Sederhananya, teori Frank Hoogerbeets menjelaskan bahwa perubahan tata letak benda langit memiliki kaitan erat dengan terjadinya gempa di planet Bumi.
Posisi beberapa planet yang sejajar atau membentuk kurva tertentu dapat memberi andil memancarkan gelombang elektromagnetik ke Bumi sehingga menyebabkan terjadinya gempa bumi.
Pada salah satu postingan SSGEOS, Frank Hoogerbeets juga enerangkan konjungsi planet yang mempengaruhi terjadinya gempa bumi.
Situs SSGEOS juga menyebut bahwa sejumlah contoh gempa-gempa besar yang terjadi dikaitkan dengan posisi tertentu dari sejumlah planet di Tata Surya. (udn)
Load more