News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

dr Sumy Hastry Purwanti Ahli Forensik Jadi Saksi Meledakkan Diri Noordin M Top 14 Tahun Lalu: CCTV Aja Kalah!

Polisi melakukan penyergapan kepada pelaku teroris tersebut hingga terjadi baku tembak. Penyergapan tersebut berakhir dengan Noordin M Top meledakkan diri.
Minggu, 12 Maret 2023 - 23:12 WIB
Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti Membongkar Peristiwa Penyergapan Noordin M Top
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - 14 tahun yang lalu, terjadi peristiwa penyergapan kepada seorang pelaku teroris bom Bali, Noordin Mohammad Top atau yang disebut Noordin M Top di Solo, Jawa Tengah

Seperti yang diketahui sebelumnya, Noordin M Top merupakan gembong teroris asal Johor, Malaysia yang menjadi otak dari pengeboman yang terjadi beberapa tahun sebelumnya di Bali, pada tahun 2002 dan 2005, Bom JW Marriott (2003), Bom Kedutaan Besar Australia (2004) hingga Bom Mega Kuningan (2009).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buronan yang paling diincar di Indonesia, Noordin M Top tewas akibat meledakkan diri dari bom yang telah dirakitnya setelah dilakukan penyergapan oleh Polisi dan Densus 88. 

Dalam pemberitaan yang saat itu disiarkan di beberapa stasiun TV, Polisi melakukan penyergapan kepada pelaku teroris tersebut hingga terjadi baku tembak. Namun, penyergapan tersebut berakhir dengan Noordin M Top meledakkan diri.

Mengetahui tentang apa yang terjadi saat itu, dr Sumy Hastry Purwanti seorang dokter ahli forensik mengklarifikasi hingga menjelaskan apa yang terjadi ketika penyergapan terhadap Noordin M Top hingga jenazah diserahkan kepada keluarganya. 

Seperti apa penjelasan dari dr Sumy Hastry Purwanti ketika peristiwa yang terjadi di Solo, Jawa Tengah 14 tahun yang lalu tersebut. Simak informasinya berikut ini.

Klarifikasi Kejadian Menurut dr Sumy Hastry Purwanti


Ahli Forensik, Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti. (ist)

Seorang Ahli Forensik, Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti atau kerap disapa dengan dr Hastry menjelaskan ketika dilakukannya penyergapan terhadap seorang teroris kelas kakap, Noordin M Top yang terjadi di Solo, Jawa Tengah pada 17 September 2009 tepatnya 14 tahun yang lalu.

Rupanya, dr Hastry berada di lokasi kejadian saat berlangsungnya penyergapan oleh Polisi disertai dengan Densus 88. Sempat terjadi penembakan antara polisi dan anak buah Noordin M Top. 

dr Sumy Hastry menyaksikan setiap detik dilakukannya penyergapan tersebut hingga Noordin M Top tewas dalam penyergapan tersebut dan dibawanya ke ruang autopsi jenazah. 

Dokter Hastry telah diwawancarai oleh Magician, Denny Darko melalui sebuah tayangan video yang diunggah melalui kanal Youtube Denny Darko pada beberapa waktu lalu.

Keduanya melakukan wawancara di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Semarang. dr Sumy Hastry mengatakan jenazah Noordin M Top setelah meledakkan diri, dibawa ke rumah sakit tersebut tepatnya di ruang jenazah tempat Denny dan dr Hastry melakukan wawancara.

“Beberapa kali pernah terorism di Wonosobo, Solo, dan ada Noordin M Top dulu 2009,” ungkap dr Hastry yang pernah melakukan pekerjaannya sebagai tim dokter saat menangani kasus terorisme.

Ia mengatakan jenazah sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Semarang sebelum dibawa ke Jakarta untuk melakukan proses autopsi. 

“Iya, dulu di sini. Kita periksa terus dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

dr Hastry mengaku sempat belajar mengenai ilmu forensik Post Blast Injury di Australia. Namun saat terjadinya penyergapan tersebut, ia belum menerima ilmu tersebut.

“Waktu itu saya belum belajar, Post Blast Injury nya tahun 2011,” kata dr Hastry.

Sebagai ahli forensik kepolisian, Ia menjelaskan ilmu tersebut sangat penting di dunia forensik untuk mengetahui bagaimana terjadinya seseorang meninggal akibat ledakan bom maupun tembakan yang kerap terjadi pada kasus terorisme.

“Memang penting sekali, saya belajar tentang luka karena ledakan termasuk karena senjata api itu membuktikan memang bomnya itu dimana gitu. Apakah betul korban itu membawa Bom, apakah bom itu ada di dekatnya, atau korban ada di deket yang bawa bom atau jauh itu dari luka-lukanya,” jelasnya.

“Itu (hasil forensik) tidak bisa bohong, CCTV juga kalah dari kita yang identifikasi. Kita juga harus tahu, dia atau bukan sih yang membawa bom,” lanjutnya.

Kala itu, dr Hastry ditugaskan untuk siaga selama 3 hari saat terjadinya penyergapan terhadap teroris kelas kakap tersebut.

“Saya ingat sekali proses penangkapannya Noordin M Top disiarkan live di TV di Solo. Saya ingat, saya ngikutin dari pagi sampai sore,” ucap Denny Darko kepada dr Hastry.

“(Saat penangkapan itu) saya sudah 3 hari ada di TKP,” ungkap dr Hastry.

“Oh gitu?” tanya Denny Darko. 

“Setelah diperiksa di sini, kita bawa ke Jakarta untuk di autopsi. Disana, menunggu keluarganya untuk mengambil, Keluarga dari Malaysia,” jelas dr Hastry.

Kemudian, Denny Darko meminta kejelasan kepada dr Hastry mengenai pemberitaan yang terjadi saat itu bahwa Noordin M Top meninggal karena meledakkan diri.

“Tapi dok, memang benar, kalau yang dijumpai itu benar Noordin M Top yang meledakkan diri?” tanya Denny Darko.

“Iya benar,” jawab dr Hastry

“Jadi waktu itu, dia itu benar meninggal karena meledakkan diri? Karena saya ingat, waktu itu ada baku tembak dulu?,” Denny Darko mengkonfirmasi kembali.

“Iya, iya betul (meledakkan diri). Baku tembaknya dri anak buahnya,” jelas dokter Hastry.

“Setelah aman, tim penyisir bom masuk memastikan nggak ada bom lagi, baru tim Dokpol masuk untuk evakuasi jenazah,” terusnya.

Jenazah Masih Bisa Dikenali


Ahli Forensik, Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti bersama Magician, Denny Darko. (Ist)

Ketika itu ia tak diberitahu bahwa seorang teroris yang akan ditangkap oleh pihak kepolisian merupakan Noordin M Top. Hastry hanya diminta untuk siaga sebagai tim dokter.

“Saya waktu itu disuruh berjaga siaga oleh tim Dokpol saya. Saya nggak tahu kalau yang mau ditangkap itu Noordin M Top. Cuma kita disuruh siap-siap aja,” tutur Hastry kepada Denny Darko.

“Lha, itu sesama polisi nggak saling memberitahu?” tanya Denny.

“Enggak, karena itu kan rahasia. Yang penting, saya selaku tim forensik harus diminta stand by. Kita nunggu disana sampai hari ketiga,” jawabnya.

Ketika dr Hastry berada di TKP, dirinya mengaku menyaksikan saat Densus 88 menyergap pelaku teroris tersebut bersama kawanannya.

Setelah terjadi peristiwa tersebut, tim Dokpol membawa 4 jenazah yang terdiri dari 3 anak buah dan Noordin M Top sendiri.

“Ternyata setelah terjadi baku hantam dan tembak-tembakan serta peledakan diri itu, ada 4 jenazah,” terangnya.

“Kita periksa, 4 jenazah itu adalah Noordin M Top dan 3 anak buahnya. Istrinya nggak apa-apa,” sambung dr Hastry.

Setelah itu, ia dan timnya melakukan pencocokan identitas dari foto yang diberi kepolisian dengan wajah jenazah tersebut.

“Kita lihat dari fotonya, dari wajahnya yang sudah ada, ternyata benar itu Noordin M Top,” kata Dokter Hastry.

“Waktu (tewas) meledakkan diri, wajahnya masih bisa dikenali?” cecar Denny Darko.

“Masih, wajahnya masih dikenali,” jawabnya.

“Dan memang dari awal, kita nggak tahu. Yang penting dia itu teroris, diduga Noordin M Top. Ternyata berhasil juga, polisi menangkap sampai dia (Noordin M Top) meledakkan diri,” sambungnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Noordin M Top seorang teroris kelas Kakap yang tewas dalam penyergapan Polisi bersama Densus 88 di Solo, Jawa Tengah pada 14 tahun yang lalu.

Ia menjadi dalang dari pengeboman yang terjadi di sejumlah titik di Indonesia pada beberapa tahun sebelumnya. (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Transformasi Layanan Jantung: AI dan Telekardiologi Perluas Akses hingga Pelosok

Transformasi Layanan Jantung: AI dan Telekardiologi Perluas Akses hingga Pelosok

Upaya memperkuat layanan kardiovaskular di Indonesia terus berkembang seiring pemanfaatan teknologi digital. 
Ramalan Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Rezeki Nomplok dan Keberuntungan Berlipat!

Ramalan Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Bakal Dihantam Rezeki Nomplok dan Keberuntungan Berlipat!

Bagi sebagian orang, Senin Pon mungkin terasa biasa saja. Namun, bagi lima weton di bawah ini, semesta diprediksi sedang berpihak pada nasib baik mereka.
Berkat Bantuan Legenda Juventus, Mimpi Inter Milan Rekrut 2 Talenta Bosnia Bisa Jadi Kenyataan di Bursa Transfer Musim Panas Nanti

Berkat Bantuan Legenda Juventus, Mimpi Inter Milan Rekrut 2 Talenta Bosnia Bisa Jadi Kenyataan di Bursa Transfer Musim Panas Nanti

Inter Milan mulai menunjukkan langkah serius dalam menyusun kekuatan untuk musim depan. Klub raksasa Italia itu dikabarkan tengah menyiapkan manuver ganda.
Tampil di Acara Songkran di Jakarta, Superthai: Kita Akan Datang Lagi Sayang

Tampil di Acara Songkran di Jakarta, Superthai: Kita Akan Datang Lagi Sayang

Boy Group asal Thailand, Superthai berjanji akan datang kembali ke Indonesia untuk bertemu para fans.
Fans Ungkap 'Biang Kerok' Kekalahan Gresik Phonska dari Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026: Benar-benar Jadi Mimpi Buruk Petro!

Fans Ungkap 'Biang Kerok' Kekalahan Gresik Phonska dari Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026: Benar-benar Jadi Mimpi Buruk Petro!

Di tengah euforia kemenangan Jakarta Pertamina Enduro, narasi berbeda justru muncul dari kubu lawan. Fans Gresik Phonska ramai-ramai mengungkap “biang kerok” kekalahan
Bursa Transfer AC Milan: Dapat Lampu Hijau, Goretzka dan Sorloth Makin Dekat Merapat ke San Siro

Bursa Transfer AC Milan: Dapat Lampu Hijau, Goretzka dan Sorloth Makin Dekat Merapat ke San Siro

AC Milan menunjukkan arah yang jelas dalam menyusun kekuatan musim depan. Dua nama besar, Leon Goretzka dan Alexander Sorloth, dikabarkan semakin dekat gabung.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Surat Pemanggilan Bocor ke Publik, Ini Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dipilih John Herdman untuk TC Piala AFF 2026

Surat Pemanggilan Bocor ke Publik, Ini Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia yang Dipilih John Herdman untuk TC Piala AFF 2026

Surat pemanggilan PSSI untuk TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 bocor ke publik. Berikut daftar sementara skuad Garuda untuk TC yang digelar Mei nanti.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Bung Ropan Spill Timnas Indonesia akan Kedatangan 3 Pemain Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Bung Ropan Spill Timnas Indonesia akan Kedatangan 3 Pemain Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Jika proses naturalisasinya berjalan lancar dan selesai tepat waktu, Bung Ropan menyebut jika Timnas Indonesia akan ketambahan pemain baru jelang Piala AFF 2026
Selengkapnya

Viral