Akibat Sebut 'Pelanggan' Bau Badan, Tata Chubby Dihabisi Saat Melakukan Hubungan Badan di Kamar Kosnya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Tata Chubby atau Deudeuh Alfi Sahrin sempat menggemparkan publik pada 11 April 2015 silam.
Hal ini lantaran Tata Chubby ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Wanita yang bekerja sebagai pekerja seks komersial tersebut ditemukan tewas tanpa busana dengan kondisi yang mengenaskan.
Tata Chubby ditemukan pertama kali dalam kondisi leher yang terjerat kabel, tubuhnya tertutup bed cover, serta mulut yang disumpal bantal.
“Dimana kondisi mayat pada saat itu mulut tersumpal oleh kaos kaki hitam dan dimana leher dari jenazah tersebut ada seperti kabel,” ungkap Kompol. Hendro S, Kanit 1 Subdit Umum/Jatanras pada kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL.
Menurut hasil otopsi Tata Chubby ditemukan setelah 10-12 jam meninggal. Tata Chubby ditemukan telah meninggal oleh dua temannya yang juga tinggal di kos tersebut. Kedua temannya ini curiga karena Tata Chubby tidak keluar-keluar kamar.
Karena dipanggil tidak segera keluar, teman-teman Tata Chubby lantas mengadukan hal tersebut pada penjaga kos. Dengan kunci cadangan akhirnya kamar kos Tata Chubby berhasil dibuka.
Tata Chubby adalah sosok pendiam
Diketahui menurut penuturan orang terdekat Tata Chubby merupakan sosok yang pendiam. Hal ini membuat polisi mengarahkan dugaan bahwa pembunuhnya merupakan pelanggan dari ‘jasa’ yang ditawarkan oleh Tata Chubby.
“Di mana informasi dari orang-orang terdekat dari korban yaitu penjaga rumah kos, teman baiknya, memang diketahui korban orangnya pendiam dan tertutup, kami mencoba mencari dugaan bahwa yang melakukan pembunuhan ini adalah pelanggan korban atau yang kitak puas dengan pelayanan korban selaku PSK,” ungkap Bripka. Rudi M, S. H., penyidik pembantu Jatanras Polda Metro Jaya pada kanal Youtube TRANS7 OFFICIAL.
Polisi lantas mengerucutkan terduga pelaku pada pelanggan yang terakhir kali tercatat di buku catatan Tata Chubby. Diketahui Tata Chubby rajin mencatat nama dan jadwal kedatangan pelanggannya di buku catatan khusus.
Dari hal tersebutlah diketahui bahwa orang terakhir yang menggunakan jasa Tata Cubby merupakan Muhammad Prio Santoso (25). Tak perlu waktu lama, jajaran kepolisian lantas menangkap Prio di kediamannya pada tanggal 15 April 2015.
Load more