GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Luar Nalar, Pelaku Mutilasi di Sleman Sempat ‘Santai’ Lakukan Hal Ini Setelah Eksekusi Ayu Indraswari

Pria gondrong Heru Prastio ditetapkan sebagai pelaku mutilasi di Sleman terhadap Ayu Indraswari yang jasadnya ditemyukan di Jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.
Senin, 27 Maret 2023 - 15:46 WIB
Ayu Indraswari jadi korban mutilasi di Sleman
Sumber :
  • Kolase tim tvonenews.com

tvOnenews.com – Pria gondrong Heru Prastio ditetapkan sebagai pelaku mutilasi di Sleman terhadap Ayu Indraswari yang jasadnya ditemukan di Jalan Kaliurang KM 13, Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Dijelaskan Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, kronologi mutilasi di Sleman berawal dari si pelaku Heru Prastio datang bersama Ayu Indraswari ke sebuah wisma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Heru menyewa kamar selama 6 jam dengan tarif Rp 60 ribu pada Sabtu (11/3/2023), kemudian dia memperpanjang sewa kamar hingga Minggu (12/3/2023).

Ayu Indraswari Diduga Buka Jasa Open BO, Pelaku Jadi Langganan

Pelaku mutilasi di Sleman memberikan pengakuan mengejutkan terkait pembunuhan Ayu Indraswari. Berdasarkan penelusuran tim tvOnenews, pria ‘gondrong’ si pelaku dihujani sejumlah pertanyaan oleh polisi.

Pelaku mengatakan korban dieksekusi menggunakan pisau besar hingga cutter.

“Iya, (pakai) pisau gede, cutter dan gunting. Dimutilasinya di kamar mandi,” ujar pelaku.

Salah satunya adalah awal perkenalan pelaku dengan korban. Berdasarkan keterangan pelaku, dia bertemu dengan korban awalnya melalui Facebook. Ayu Indraswari membuka jasa open BO (booking online).

Sang pelaku juga mengungkapkan pertemuan dengan Ayu Indraswari bukanlah yang pertama kali. Menurut pengakuannya, dia telah 2 kali memesan jasa BO korban sebelum berujung menghabisi hingga memutilasi korban.

“(Korban) Open BO, 2 kali pesan jasa BO,” kata pelaku.

Di pertemuan kedua inilah, pelaku berujung membunuh korban. Diketahui, pelaku bertemu dengan korban melalui Facebook.

“Iya (di pertemuan kedua dibunuh), melalui aplikasi Facebook” sambungnya.

Pelaku mutilasi di Sleman juga membawa kabur sejumlah harta korban di antaranya uang sebesar Rp 230 ribu hingga motornya.

“Uangnya di dompet (korban) ada Rp 230 ribu dibawa kabur. Diambil dompet, uang Rp 230 ribu, HP dan kunci motor,” ungkapnya.

Diketahui, Ayu Indraswari dan pelaku masuk ke wisma di Jalan Kaliurang pada Sabtu siang pukul 14.00 WIB. Pelaku juga bercerita sebelum memutilasi, dia sempat mengobrol dengan korban.

“Setelah masuk (ke kamar hotel), ngobrol-ngobrol sebentar,” kata pelaku.

Pelaku Mutilasi di Sleman Lakukan Hal di Luar Nalar Sebelum Kabur

Betapa kejinya perbuatan Heru, jasad korban mutilasi di Sleman dieksekusi menjadi beberapa bagian. Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan pelaku menghajar Ayu Indraswari dengan benda tumpul ke arah bagian kepala belakang kemudian memutilasi jasadnya menjadi 65 bagian.

Sungguh keji, pelaku bahkan mengaku berniat untuk membuang jasad Ayu Indraswari yang sudah dimutilasi ke septik tank atau toilet. Sementara tulang korban rencananya akan dibawa menggunakan ransel yang sudah disiapkan.

Aksi sadis ini diketahui secara tidak sengaja saat penjaga wisma curiga dengan kondisi kamar yang sunyi dan pelaku sudah tak terlihat di lokasi saat minggu malam.

Penjaga wisma langsung berinisiatif mencongkel jendela kecil dan mendapati jasad korban yang berada di kamar mandi.

Pelaku diketahui sudah meninggalkan wisma, sempat kembali tapi tidak masuk untuk mengecek apakah polisi sudah datang atau belum.

Setelah itu, pelaku kembali ke mess tempatnya tinggal untuk menulis sepucuk surat berisi utang dan ucapan selamat tinggal untuk korban.

Sebelum kabur, pelaku masih menyempatkan diri untuk mandi terlebih dahulu lalu melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah.

Fakta mencengangkan terungkap bahwa Heru Prastio sempat melakukan hal di luar nalar setelah melakukan mutilasi terhadap Ayu Indraswari. Sebelum kabur, sang pelaku sempat menyambangi sebuah warung makan.

Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan pelaku mutilasi di Sleman sempat keluar sebentar di tengah proses memutilasi jasad Ayu Indraswari. Tepat pada pukul 20.30, Heru Prastio meninggalkan wisma dan pergi menuju warung makan terdekat.

Setelah selesai makan di Warmindo, pelaku yang tidak membawa uang kembali ke wisma untuk mengambil uang korban untuk membayar makanan.

“Setelah sampai di Warmindo, pelaku lupa tidak membawa uang. Kemudian, kembali lagi ke wisma dan mengambil uang milik korban. Kemudian, kembali lagi ke Warmindo. Di situ pelaku makan dan minum," kata Nuredy. 

Lalu, pukul 21.00 WIB Heru Prastio menghubungi ojek online dan menuju Rumah Sakit Bethesda, di sana pelaku mengambil sepeda motor korban yang diparkir di rumah sakit tersebut.

Pelaku kembali lagi ke Warmindo menggunakan sepeda motor korban. Lalu, pelaku menghubungi salah satu teman kerjanya untuk meminjam pisau.

Akan tetapi, temannya tidak memberikan pinjaman pisau. Pelaku pun kembali menuju ke wisma.

Terungkap Ini Motif Kasus Mutilasi di Sleman

Sosok pria misterius pelaku mutilasi di Sleman berhasil terungkap. Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan Ayu Indraswari bernama Heru Prastio (23).

Nuredy Irwansyah Putra mengungkapkan motif dibalik pembunuhan Heru karena pelaku terjerat pinjol alias pinjaman online.

"Bahwasanya alasan yang bersangkutan melakukan pembunuhan sebagaimana yang disampaikan tadi untuk menguasai harta milik korban dikarenakan tersangka terlilit utang pinjol dari tiga aplikasi senilai Rp 8 juta. Sehingga yang bersangkutan mencari cara untuk melunasi hutang dengan mendapatkan uang secara cepat dengan melakukan pembunuhan,” ujar Nuredy pada Rabu (22/3/2023).

Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengungkapkan Heru Prastio menghabisi nyawa korban dengan cara dipukul menggunakan benda tumpul di bagian belakang kepala. Korban yang tak sadarkan diri pun lalu dimutilasi dengan keji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan keterangan polisi, Heru Prastio dengan tega memutilasi korban menjadi 65 bagian. Tak hanya itu, potongan tubuh korban rencananya akan dibuang ke toilet kamar mandi di wisma tersebut.

"Adapun alasan atau motif melakukan mutilasi sesuai dengan keterangan tersangka yaitu untuk menyembunyikan jejak yang mana niat yang bersangkutan adalah bagian tubuh korban akan dibuang ke septik tank atau toilet, sedangkan tulang akan dibawa menggunakan ransel yang sudah dipersiapkan, dan ransel juga kita temukan di tkp, untuk dibuang," sambung Nuredy. (apo/buz/rka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sudah Launching 29 Pemain, Shin Tae-yong Akui Masih Mau Tambah Legiun Asing ke Persija Jakarta

Sudah Launching 29 Pemain, Shin Tae-yong Akui Masih Mau Tambah Legiun Asing ke Persija Jakarta

Shin Tae-yong belum menganggap komposisi Persija yang diperkenalkan kepada publik sebagai skuad final.
Musda ke-XI Rampung, DPD Partai Golkar Jaksel Punya Pemimpin Baru

Musda ke-XI Rampung, DPD Partai Golkar Jaksel Punya Pemimpin Baru

DPD Partai Golkar Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI.
Prabowo Soroti Perekrutan Prajurit TNI dari Suku Dayak hingga Penanganan Karhutla

Prabowo Soroti Perekrutan Prajurit TNI dari Suku Dayak hingga Penanganan Karhutla

Presiden Prabowo membahas perekrutan suku Dayak menjadi prajurit TNI, penanganan bencana, hingga edukasi Babinsa soal bahaya pembakaran hutan.
Indodana Fintech Dorong Pembiayaan Digital yang Sehat, Kepatuhan OJK Jadi Kunci

Indodana Fintech Dorong Pembiayaan Digital yang Sehat, Kepatuhan OJK Jadi Kunci

Indodana Fintech menekankan kepatuhan OJK, prinsip kehati-hatian, dan manajemen risiko sebagai kunci menjaga pembiayaan digital tetap sehat
Tahun Ajaran Baru Bukan Cuma Soal Kampus, Ada Rantai Ekonomi dari Kos hingga Jasa Angkut

Tahun Ajaran Baru Bukan Cuma Soal Kampus, Ada Rantai Ekonomi dari Kos hingga Jasa Angkut

Tahun ajaran baru menggerakkan ekonomi kota pendidikan, dari kos, transportasi, ritel, kuliner hingga jasa angkut yang ikut mengalami peningkatan permintaan.
Cegah Pengeroposan Tulang dengan di Usia Lanjut dengan Konsumsi Makanan Sederhana, Berikut Penjelasannya

Cegah Pengeroposan Tulang dengan di Usia Lanjut dengan Konsumsi Makanan Sederhana, Berikut Penjelasannya

Seiring bertambahnya usia, tingkat kepadatan tulang secara alami akan berkurang dan rentan menjadi rapuh mengalami osteoporosis apabila tak dirawat dengan baik

Trending

Prabowo Soroti Perekrutan Prajurit TNI dari Suku Dayak hingga Penanganan Karhutla

Prabowo Soroti Perekrutan Prajurit TNI dari Suku Dayak hingga Penanganan Karhutla

Presiden Prabowo membahas perekrutan suku Dayak menjadi prajurit TNI, penanganan bencana, hingga edukasi Babinsa soal bahaya pembakaran hutan.
Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks

Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks

Keputusan Ko Hee-jin mundur dari kursi pelatih Red Sparks memicu beragam reaksi dari warga Korea. Sebagian mendukung langkah dan sebagian lagi beri kecaman.
Cara Nonton Live Streaming UFC Shanghai Debut Bilal Hasan Vs Nilson Rojas Sore Ini Ini

Cara Nonton Live Streaming UFC Shanghai Debut Bilal Hasan Vs Nilson Rojas Sore Ini Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan UFC Shanghai di mana ada pertarungan Bilal Hasan melawan Nilson Rojas di laga debutnya. Lalu ada duel utama antara Umar Nurmagomedov vs Song Yadong di kelas bantam.
Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Polemik pengelolaan dan status aset pendidikan TKIP-SDIP Pamulang antara Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuai respons publik.
Gunakan KRI Teluk Parigi-539, Alumni AAL 2008 Moro Palapa Kirim Bantuan Gempa NTT

Gunakan KRI Teluk Parigi-539, Alumni AAL 2008 Moro Palapa Kirim Bantuan Gempa NTT

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan para perwira TNI Angkatan Laut Alumni Akademi Angkatan Laut (Alumni AAL) Angkatan ke-54
Kronologi Pengeroyokan Pria Diduga Oleh Anak Buah Hercules di Pejompongan hingga Meregang Nyawa

Kronologi Pengeroyokan Pria Diduga Oleh Anak Buah Hercules di Pejompongan hingga Meregang Nyawa

Kronologi Bambang Setiyawan diduga dikeroyok di Pejompongan saat kerusuhan 27 Agustus 2026, dari aktivitas terakhir hingga penyelidikan polisi.
Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Kado HUT ke-58, Kapolres Bogor Antar ART yang Bekerja Sejak Usia 9 Tahun Berangkat Umrah

Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama Kasat Binmas Polres Bogor AKP Nimrod serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Selengkapnya

Viral