News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tawaf Wada

Saya dan jamaah haji pada umumnya, harus  mengalami momen ini: tawaf wada, tawaf perpisahan. Setiap orang yang tengah jatuh cinta, akan terasa sesak ketika harus berpisah.
Senin, 3 Juli 2023 - 19:09 WIB
Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background Masjidil Haram.
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Setelah hampir dua pekan mendaki puncak spiritual, akhirnya saya dan jamaah haji pada umumnya, harus  mengalami momen ini: tawaf wada, tawaf perpisahan. Setiap orang yang tengah jatuh cinta, akan terasa sesak ketika harus mengalami perpisahan.

Saya memandang sekeliling, ribuan orang di sekitar saya tampak seperti linglung. Mata mereka menatap seolah tak ingin berkedip hanya pada satu titik, multazam atau Baitullah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada garis lurus ini, tiba tiba semua perjalanan haji terkenang lagi, sejak keberangkatan di tanah air, tiba di Tanah Suci Madinah, ziarah ke makam Nabi Muhammad saw, bertolak ke Tanah Suci Mekkah, melakukan tawaf, sai, wukuf di arafah hingga jumrah, dan kini tiba-tiba harus berpisah. Siapa yang tidak kehilangan? Saya memandang ke langit, gerombolan burung terbang berputar putar mengelilingi Kabah. Mereka seperti memberi pesan, kami tak akan lelah lelah mengitari pusat alam semesta ini.

Tiba tiba tanpa dikomando, mata hangat oleh air yang merembes perlahan tanpa bisa ditahan. Sebagian tampak memegangi apapun yang bisa diraih, tembok dinding kabah, hajar aswad, kiswah, atau apapun yang bisa diraih, sambil tersedu, (saya melihat beberapa yang menangis berlebihan, seperti meraung raung  sampai harus ditegur askar). 

Dengan hawa emosional itu, saya melanjutkan tawaf perpisahan ini, berputar tujuh kali mengelilingi Ka'bah tanpa harus sai, sambil berdoa dan lumayan bercucuran air mata. Ada  perasaan sedih dan lega bersamaan: akan pergi meninggal Tanah Suci dan yakin tetap akan kembali kelak.

Tetap berada di Masjidil Haram, memandang Kabah sebisanya, sejelas jelasnyanya, sedekat dekatnya di hari hari setelah 9 Dzulhijjah, setelah melawati puncak dari rangkaian ibadah yang cukup berat secara fisik, jauh dari tanah air dan keluarga, bukan perjuangan mudah. Sebagian jamaah mungkin merasa sesekali menghibur, menyenangkan diri dengan tawaf di Menara Zam Zam atau Abraj Al Bait, bangunan megah hotel dan mall, dilengkapi dengan jam raksasa yang terletak persis di gerbang King Abdul Aziz Gate tak  ada salahnya.  

Setelah 9 Dzulhijjah, ribuan jamaah yang sibuk “tawaf” di pusat perbelanjaan semakin ramai. Apalagi dari Menara Zam Zam, Kabah juga terlihat jelas. Penguasa Mekkah memang terus membangun ikon ikon baru, berupa mall dengan ukuran bangunan gigantik, yang bagi saya, terasa seperti ingin “menyaingi” Ka'bah. 

Namun, saya merasa ada yang tak terbeli oleh apapun, yaitu waktu. Saya memilih tetap ingin berlama lama di Masjidil Haram.

Saya jadi paham, kenapa Nabi memindahkan kiblat umat muslim   dari Masjid Al Aqsa di Yerusalem ke Masjidil Haram di kota yang selain disebut metropolitan (Ummul Qura), dalam Al Quran Mekkah juga disebut sebagai al Balad-al Amin (kota yang aman). Entah kenapa, saya merasa betah dan ingin berlama lama di Masjid tertua di dunia ini. Rasa tenang, nyaman dan damai juga pastinya dirasakan jamaah lain. 

Saya termasuk beruntung hanya beberapa langkah dari hotel menuju Masjidil Haram, ratusan ribu jamaah asal Indonesia memilih tetap sabar dan ikhlas karena jarak tempuh dari pemondokannya cukup jauh, berkilo meter untuk bisa menempelkan kening di lantai Masjidil Haram.

Justru karena jauh itulah, mereka menghabiskan sepanjang harinya di Masjidil Haram. Jika mereka sudah lelah berdzikir, sholat sunah dan sambil menunggu sholat waktu datangnya sholat wajib, tertidur di masjid yang hawanya selalu sejuk.

Sebagian jamaah,  setiap tiba di Masjidil Haram, memilih untuk tawaf sunah, berputar mengelilingi Ka'bah berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah simbol persatuan umat Islam. Saat tawaf atau sholat di Masjidil Haram kita tak mengurusi lagi mana arah kiblat yang benar, si fulan shalat dengan tangan bersedekap di dada atau di perut, si anu tidak membaca surat atau ayat tertentu, semua tak lagi sibuk dengan hal furu'iyah karena sudah masuk ke dalam inti ajaran: pasrah menyatu pada Allah yang Maha Esa.

Saya teringat sebuah riwayat, suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Imam Junaid al-Baghdadi.

 Lelaki ini baru saja pulang haji. Maka sang Imam pun bertanya seputar apa yang sudah dilakukan lelaki itu selama berhaji.

 “Ketika engkau mengelilingi Ka'bah (tawaf), apakah engkau sudah memandangi keindahan nonmateriil Tuhan di tempat-Nya yang suci?” tanya Imam Junaid al-Baghdadi.

“Tidak,” jawab lelaki itu.

“Berarti engkau tidak mengelilingi Ka'bah,” ujar Imam Junaid.

Demikian, seluruh rangkaian ibadah haji adalah simbolik, termasuk tawaf.  Banyak ulama menyebut tawaf adalah hukum kosmis, sebuah prinsip prinsip alam semesta, sunnatullah.  Ilmu pengetahuan dan sains membuktikan ternyata seluruh partikel di jagad raya, sejak atom hingga tata surya juga melakukan tawaf. Misalnya, bulan tawaf mengelilingi bumi, bumi juga tawaf mengelilingi matahari.

Ketundukan pada sang Khalik adalah makna tawaf yang dilakukan seluruh alam raya.  Manusia harus menjadikannya titik orientasinya semata-mata hanya kepada Allah dalam setiap gerak dan langkahnya. Sebagaimana bumi berputar pada porosnya, manusia yang di jagat raya dan seisinya ini hanyalah debu kosmis.  juga ikut berputar, tawaf, mengelilingi sang Maha Agung.

Ketika tawaf harus ada dalam kesadaran, bahwa kita bagian dari seluruh jagad raya yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah. Sekaligus gambaran akan larut dan leburnya manusia dalam hadirat Ilahi (al-fana fi Allah). "Jadi ke-aku-annya akan lebur dalam ke-Maha Agung-an Tuhan. Ketika melakukan thawaf, pandanglah keindahan non materiil Tuhan di 'tempat-Nya' yang suci," ujar Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan al-Qur’an ".

Diujung semua proses rangkaian ibadah haji ada  ketauhidan dan kepasrahan total. Seperti kesaksian Ibrahim , bahwa shalat, ibadah, hidup, dan matinya semata-mata hanya untuk Allah. Allah SWT berfirman:

‎قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ لَا شَرِيۡكَ لَهٗ‌ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرۡتُ وَاَنَا اَوَّلُ الۡمُسۡلِمِيۡنَ 

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)." ( QS Al-An’am :162- 163).

Dengan sisa sisa energi, saya melanjutkan langkah langkah kecil, mengayunkan kaki satu demi satu, berputar melawan arah jarum jam  mengelilingi Baitullah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mata saya sembab, tapi saya tahu, perputaran dengan kecepatan tinggi akan menciptakan gelombang elektromagnetik. Bagi saya tawaf ini akan menghasilkan energi besar untuk menghadapi sejumlah persoalan yang menuntut pemecahan di tanah air. Alhamdulilah, dengan energi baru saya merasa siap kembali ke kancah pergumulan masyarakat.

Saya kembali memandang burung-burung  di angkasa yang seperti tak mau berhenti mengitari Kabah. 
(Ecep Suwardaniyasa Muslimin)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berita Foto: Pendinginan Berlanjut, Titik Asap Masih Muncul di SPBE Cimuning Bekasi

Berita Foto: Pendinginan Berlanjut, Titik Asap Masih Muncul di SPBE Cimuning Bekasi

Proses penanganan pascakebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, masih terus berlangsung, Kamis (2/4/2026). Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, sisa-sisa asap masih terlihat di sejumlah titik.
Reaksi Keras Coach Justin Usai Timnas Indonesia Sulit Tembus Gawang Bulgaria Meski Main Dominan

Reaksi Keras Coach Justin Usai Timnas Indonesia Sulit Tembus Gawang Bulgaria Meski Main Dominan

Timnas Indonesia gagal mengangkat trofi sebagai juara FIFA Series 2026. Meski telah mendominasi permainan namun tak ada peluang untuk mencetak gawang Bulgaria
Respons Cepat Gubernur Dedi Mulyadi usai Warga Ngadu Perbatasan Jabar-Jateng Berubah Kumuh dan Darurat Sampah

Respons Cepat Gubernur Dedi Mulyadi usai Warga Ngadu Perbatasan Jabar-Jateng Berubah Kumuh dan Darurat Sampah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bereaksi setelah video warga memperlihatkan kondisi miris di area gapura perbatasan Jabar-Jateng banyak sampah viral.
Usut Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan

Usut Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan

Polisi mengungkap masih mendalami penyebab kebakaran yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
Demi Bisa Mengejar Ketertinggalan dari Mercedes di F1 2026, Charles Leclerc Sampai Minta Ferrari Lakukan Hal ini

Demi Bisa Mengejar Ketertinggalan dari Mercedes di F1 2026, Charles Leclerc Sampai Minta Ferrari Lakukan Hal ini

Charles Leclerc meminta Ferrari untuk melakukan satu hal demi bisa mengejar ketertinggalan mereka dari Mercedes di F1 2026 ini.
Imbas Kasus Paspor Dean James, Klub Eredivisie Ini Ajukan Banding ke KNVB

Imbas Kasus Paspor Dean James, Klub Eredivisie Ini Ajukan Banding ke KNVB

Heracles Almelo ajukan permintaan resmi ke KNVB terkait keabsahan pertandingan setelah skandal paspor Dean James memicu larangan bagi 25 pemain non-Uni Eropa.

Trending

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dean James hingga Justin Hubner Diminta Ajukan Kembali Paspor Belanda, Timnas Indonesia Bakal Rugi Besar

Dean James hingga Justin Hubner Diminta Ajukan Kembali Paspor Belanda, Timnas Indonesia Bakal Rugi Besar

Para pemain Timnas Indonesia, seperti Dean James dan Justin Hubner, diminta untuk mengajukan kembali paspor Belanda. Hal ini bisa memberikan dampak negatif kepada skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral