GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Lukas Enembe Fokus Pada Kesehatan Setelah Ditangani Dokter Terawan dan Dokter Ahli RSPAD Gatot Soebroto

Setelah adanya keputusan PN Tipikor membantarkan Lukas Enembe di RSPAD Gatot Soebroto, pihak keluarga mengaku saat ini konsentrasi pada upaya-upaya terbaik.
Kamis, 6 Juli 2023 - 17:09 WIB
Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe
Sumber :
  • Haries Muhammad

Jakarta, tvOnenews.com - Setelah adanya keputusan PN Tipikor Jakarta Pusat membantarkan Lukas Enembe di RSPAD Gatot Soebroto, pihak keluarga mengaku saat ini konsentrasi pada upaya-upaya terbaik mengusahakan pemulihan kesehatan.

Pasalnya kondisi kesehatan Lukas Enembe yang terus mengalami penurunan perlu penanganan medis intensif. Saat ini penanganan kesehatan Lukas dipimpin oleh dr. Terawan dengan didampingi para dokter ahli ginjal, syaraf, penyakit dalam, kardiologi, dan ahli gizi untuk mengatur asupan makanan yang masuk. Bukan hanya itu pendampingan oleh keluarga pun dilakukan lebih optimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apa yang keluarga dan Pak Lukas pikirkan saat ini adalah bagaimana Pa Lukas bisa pulih kesehatannya. Itu yang penting dan utama karena kondisi beliau memang terus mengalami penurunan terutama faktor ginjal kronis stadium 5 yang kemudian membuat dampak lain seperti kaki bengkak, stroke 4 kali yang membuat susah bicara, dan tekanan darah tinggi yang melampaui normal. Mohon doanya agar semua proses ini bisa kami lalui dengan baik," ungkap Adik Lukas Enembe, Elius Enembe kepada wartawan usai menjenguk Lukas, Kamis (6/7/2023).

Ditangani Oleh Dokter Terawan dan Dokter Ahli

Menurut dia, saat ini Lukas sedang ditanganani khusus oleh dokter Terawan dan beberapa tim dokter RSPAD Gatot Soebroto. Penanganan oleh dokter Terawan menurut dia sesuai permintaan pihak keluarga dan dikabulkan oleh Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta.

"Iya sejak Senin dokter Terawan yang tangani Bapak dibantu oleh dokter-dokter ahli yang lain. Ada ahli syaraf, penyakit dalam, ginjal, jantung dan ahli gizi. Kami berharap upaya beliau bisa optimal untuk memulihkan kesehatan Bapak," sambung Elius.

Pihak keluarga mengakui saat ini pendampingan keluarga masih sangat dibatasi oleh pihak keamanan Rutan KPK yang mengawasi pembantaran Lukas di Rumah Sakit.

"Padahal Bapak dia sangat membutuhkan pendampingan keluarga juga secara lebih optimal. Jangan kami terlalu dibatasi juga. Ini wujud perhatian kami agar kesehatan Bapak tetap terjaga, kondisinya makin membaik," tukas Elius.

Dia sekali lagi meminta doa dari seluruh masyarakat khususunya warga Papua untuk tetap berdoa agar Lukas bisa melewati situasi ini dengan baik dan penuh kesabaran.

"Proses ini tidak mudah, karena saat beliau harus berhadapan dengan sakit fisik yang sangat serius, saat yang sama harus berhadapan dengan hukum apalagi bentuk kriminalisasi yang tidak ringan. Maka doa yang menguatkan sangat diharapkan," lanjut Elius.

Keluarga meyakini bahwa apa yang dialami Lukas saat ini adalah bentuk kesewenang-wenangan sistemik untuk menghancurkan Lukas. Keluarga tetap tidak habis pikir perlakuan terhadap Lukas yang dalam kondisi sakit tetapi seakan dipaksa untuk berurusan dengan proses hukum, bahkan ditahan termasuk dikriminalisasi dengan berbagi isu miring.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

"Apa pun itu, kami yakin bahwa Bapak Lukas itu hatinya tulus untuk rakyat Papua dan orang Papua tahu itu. Jadi yang dialami sekarang ini kami yakin tidak akan mengurangi cinta rakyat Papua terhadap Pa Lukas. Doa mereka semua akan memudahkan langkah Pak Lukas menghadapi ini semua," pungkas Elius. (hrs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral