News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ponpes Al Zaytun Selama Ini Tak Terjamah, Pengamat Duga Ada yang Main-main

Pengamat Pendidikan Islam, M Najih Arromadloni menilai ada pihak yang bermain-main dalam kasus Ponpes Al Zaytun. Hal ini karena dibiarkan dalam waktu lama.
Sabtu, 8 Juli 2023 - 09:55 WIB
Pengamat Pendidikan Islam, M Najih Arromadloni dan Dedengkot Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Pendidikan Islam, M Najih Arromadloni menilai ada pihak yang bermain-main dalam kasus Ponpes Al Zaytun.

“Saya lihat ada yang main-main,” ujar M. Najih dalam program tvOne, Apa Kabar Indonesia Pagi pada Sabtu (8/7/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut M Najih, sejak awal berdiri, Negara Islam Indonesia (NII) tidak pernah dinyatakan terlarang.

“NII sejak awal berdiri tidak pernah ditetapkan sebagai yang terlarang. Jika dibina kan sejak dulu ini binaan,” kata M Najih.

tvonenews

Padahal menurutnya, NII terus bergerak dan membahayakan jika dibiarkan.

“Sejak awal berdiri, NII sampai sekarang terus bergerak, kita tidak boleh meremehkan meski jumlahnya sedikit,” tandas M. Najih.

Sementara kata M. Najih pecahan dari NII justru sudah ditindak oleh pemerintah.

“NII ini kan induknya malah belum ditindak, namun anak-anaknya seperti JAD sudah,” jelas M. Najih.

“Kepalanya terus bergerak, persoalan ini tidak pernah dari hulu ke hilir,” lanjutnya.

Kemudian M. Najih menilai pemerintah kalah jika tidak membubarkan Ponpes Al Zaytun.

“Jika Al Zaytun tidak dibubarkan artinya pemerintah kalah. Panji pemimpin absolut, jika Panji dihukum mengapa ponpesnya dibiarkan?” katanya.

M Najih kemudian mengusulkan agar pemerintah mengambil alih Ponpes Al Zaytun.

“Sebaiknya Al Zaytun diambil alih pemerintah, restrukturisasi,” saran M Najih.

“Kita negara agama bukan sekuler yang membuang agama,” lanjutnya.


Ponpes Al Zaytun (Ist)

Ponpes Al Zaytun Disebut Jelmaan NII

Ponpes Al Zaytun terus menjadi perbincangan hangat karena menuai banyak kontroversi. Mulai dari ajaran agama Islam yang diduga menyimpang hingga keterkaitan dengan Negara Islam Indonesia atau NII KW9.

M. Najih sebelumnya mengatakan bahwa kelompok Al-Zaytun sangat jago dalam hal stealth. 

"Orang melihat ada bendera merah putihnya, menyanyikan Indonesia Raya, meskipun stanzanya berbeda, lalu ada pendeta yang ikut salat, ini kan sebetulnya bagian dari kamuflase," katanya Najih Arromadloni pada Jumat (30/6/2023). 

"Al Zaytun sendiri sebetulnya adalah penjelmaan baru atau re-branding, atau reorganisasi dari NII kan. Dulu ada Kartosuwiryo, Daud Beureueh, ada Jaelani, kemudian dilanjutkan sekarang oleh Panji Gumilang," lanjutnya. 

Mereka saat ini sudah bergerak melalui kegiatan sosial seperti MIM atau Membangun Komunitas Pembangunan Indonesia. Najih kemudian mengatakan bahwa ada dua kurikulum di Ponpes Al Zaytun, yaitu kurikulum resmi dan kurikulum tersembunyi. 

"Ada unsur memang bahwa santrinya ini adalah orang-orang NII, anak-anak orang NII dan ada juga orang luar. Maksudnya ketika ada anak santri yang bukan orang tuanya bukan NII, ingin baiat NII, itu tolak oleh Panji Gumilang," ucapnya.

"Jadi memang Panji Gumilang membuat satu sistem yang semacam itu, ada cluster-cluster yang yang boleh diketahui oleh umum, mana yang tidak boleh diketahui," tambahnya.

Setelah orang luar yang tidak diajari kurikulum NII dan yang ingin Bai'at ditolak, Najih mengungkapkan bahwa sebelumnya dia menduga hampir 100 persen murid Al Zaytun berasal dari keluarga NII.


Ponpes Al Zaytun (Ist)

Diusulkan Diambil Alih oleh Ustaz Adi Hidayat

Pengamat terorisme Al Chaidar mengaku punya alasan sendiri di balik usulan pengambil alihan Ponpes Al Zaytun dan menyerahkannya kepada Ustaz Adi Hidayat. 

Pernyataan itu dilontarkan Al Chaidar setelah tuntutan besar-besaran menyerukan pembubaran pesantren yang dikelola Panji Gumilang itu. 

Menurutnya, pesantren yang bagus seharusnya tidak dibubarkan sejak awal. Ia menyebut justru Panji Gumilang lah yang harus disingkirkan atas kontroversi yang dilakukannya. 

“Pesantrennya jangan ditutup. Hanya Panji Gumilang yang memang sangat Dajal ini yang kurang ajar ini, yang harus ditangkap karena dia sudah melakukan sejumlah pelanggaran hukum,” ujarnya mengutip dari Instagram @fuadbakh, Jumat (30/6/2023).

Chaidar menyebut Panji Gumilang bersalah karena telah melakukan penistaan agama saat menyebut kitab suci Al-Qur’an sabda Nabi Muhammad SAW. Lalu Panji juga mencampurkan barisan salat berjamaah antara pria dan wanita.

“Kemudian dia menganut ajaran atau aliran ISA bugis. Aliran itu menganggap bahwa komunisme adalah bagian dari ajaran Islam sehingga Panji Gumilang itu dengan leluasa menyatakan bahwa dia adalh komunis,” kata Chaidar.

Mereka semua dieksekusi di Al Zaytun oleh Panji Gumilang berdasarkan rentetan konflik. Hal ini mendasari pendapat Chaidar bahwa Panji Gumilang harus dibereskan sedangkan gedung pesantren bisa diserahkan kepada pihak lain.

Terkait hal itu, dia menyarankan agar pemerintah bisa menyerahkan Ponpes Al Zaytun kepada Ustaz Adi Hidayat. Menurutnya, dosen berusia 38 tahun itu berhasil menjalankan pesantren yang awalnya menyimpang menjadi lebih baik.  


Ustaz Adi Hidayat (UAH)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menurut saya pesantrennya tetap dibiarkan begitu saja, tetapi pemimpinnya yang diganti, kalau bisa diganti dengan Ustaz Adi Hidayat lah, karena itu yang keliatannya paling bagus, keliatannya ustaz itu juga belum punya pesantren,” ungkap Chaidar.

 “Jadi saya kira memang sebaiknya Pesantren Al Zaytun itu dikasih kepada Ustaz Adi Hidayat aja, nanti Ustaz Adi Hidayat akan mengajak ustaz-ustaz lainnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Paskal Bandung, GM Operasional: Pihak Manajemen Sudah Bertemu Sejumlah Korban

Soal Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Paskal Bandung, GM Operasional: Pihak Manajemen Sudah Bertemu Sejumlah Korban

General Manager Operasional restoran Korea 88 Seoul menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang menyampaikan keluhan. Dia mengatakan setiap laporan yang diterima ditanggapi secara serius.
Daftar Susunan Pemain Persib Bandung Vs Port FC: Mariano Peralta, Ragnar Hingga Thom Haye Mulai dari Bangku Cadangan

Daftar Susunan Pemain Persib Bandung Vs Port FC: Mariano Peralta, Ragnar Hingga Thom Haye Mulai dari Bangku Cadangan

Daftar susunan pemain Persib Bandung vs Port Fc di gelaran ASEAN Club Championship 2026 yang berlangsung hari ini, Kamis (8/10/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Misteri Kamar Kos Pinang Ranti: Mahasiswi Ditemukan Tewas Terikat Tali Rafia, Pria Bernama Daniel Menghilang

Misteri Kamar Kos Pinang Ranti: Mahasiswi Ditemukan Tewas Terikat Tali Rafia, Pria Bernama Daniel Menghilang

Polisi tengah mendalami temuan jasad mahasiswi berinisial KDA yang tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah indekos di Jalan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Batal Penuhi Panggilan, Ketua KPK Singgung Pernyataan Nusron Wahid

Batal Penuhi Panggilan, Ketua KPK Singgung Pernyataan Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid belum memenuhi panggilan yang dilayangkan KPK terkait dugaan suap HGB lahan Summarecon Bogor, Jawa Barat.
Sidang Dakwaan Febrie Adriansyah Diingatkan Agar Tak Jadi Keadilan Berbasis Asumsi

Sidang Dakwaan Febrie Adriansyah Diingatkan Agar Tak Jadi Keadilan Berbasis Asumsi

Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah rampung menjadi sidang pembacaan dakwaan di PN Tipikor pada Rabu (7/10/2026) kemarin.
Indonesia Berhasil Lampaui Target Medali Emas Asian Games 2026, Raja Sapta Oktohari: Kita Tak Kekurangan Potensi

Indonesia Berhasil Lampaui Target Medali Emas Asian Games 2026, Raja Sapta Oktohari: Kita Tak Kekurangan Potensi

Kontingen Indonesia berhasil melampaui target medali emas pada gelaran Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.

Trending

Kim Da-in dan Megawati Hangestri Saling Lempar Pujian saat Media Day V-League

Kim Da-in dan Megawati Hangestri Saling Lempar Pujian saat Media Day V-League

Dalam agenda Media Day V-League, Rabu (7/10) kemarin, pemain Hillstate Kim Da-in dan Megawati Hangestri saling melontarkan pujian satu sama lain di depan forum.
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Sejajar Jude Bellingham, Ole Romeny Dapat Penghargaan dari Game Sepak Bola Ternama usai Antar Timnas Indonesia Juara

Sejajar Jude Bellingham, Ole Romeny Dapat Penghargaan dari Game Sepak Bola Ternama usai Antar Timnas Indonesia Juara

Ole Romeny mendapatkan penghargaan dari game sepak bola ternama seiring dengan keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara. Dalam daftar tersebut, ada pula bintang sepak bola Inggris, Jude Bellingham.
Targetkan 2 Pemain Keturunan, John Herdman Ungkap Kriteria Calon Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Minimal Lari 36 Km/jam

Targetkan 2 Pemain Keturunan, John Herdman Ungkap Kriteria Calon Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Minimal Lari 36 Km/jam

John Herdman memastikan telah menargetkan dua pemain keturunan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2026. 
Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Di Hadapan Media Belanda, Ole Romeny Tegaskan Target Ambisius Timnas Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Di Hadapan Media Belanda, Ole Romeny Tegaskan Target Ambisius Timnas Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny menjelaskan target ambisius Timnas Indonesia kepada media Belanda. Hal ini disampaikan setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Kantor Travel di Tebet Ditutup Sekelompok Orang Diduga Punya Utang Puluhan Miliar, Ternyata Masalahnya dengan Sepupu

Kantor Travel di Tebet Ditutup Sekelompok Orang Diduga Punya Utang Puluhan Miliar, Ternyata Masalahnya dengan Sepupu

Kantor travel di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, ditutup oleh sekelompok orang akibat diduga memiliki utang puluhan miliar. Kuasa hukum mengungkapkan kantor tersebut ditutup sejak Sabtu (3/10/2026) akibat permasalahan utang-piutang antara kliennya dengan sepupunya.
Selengkapnya

Viral