News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut "Wakil Tuhan" Terima Suap, Pengamat Sarankan Ganti Nama Lembaga: Yang Agung Sudah Hancur Lebur, Tak Agung Lagi

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menyoroti kasus dugaan suap penanganan perkara yang dilakukan oleh Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan.
Kamis, 13 Juli 2023 - 16:18 WIB
Buntut wakil Tuhan terima suap, pengamat sarankan ganti nama lembaga, yang agung sudah hancur lebur, tak agung lagi
Sumber :
  • Antara-Fakhri Hermansyah

Jakarta, tvonenews.com - Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menyoroti kasus dugaan suap penanganan perkara yang dilakukan oleh Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan.

Emrus menilai ditangkapnya Hasbi Hasan yang juga merupakan hakim menciderai kesucian istilah "Wakil Tuhan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan jamaknya korupsi di pengadilan termasuk yang terjadi baru-baru ini di Mahkamah Agung (MA) telah mengotori institusi peradilan. 

"Masih terus adanya mental 'maling' (perilaku koruptif) di lembaga peradilan kita pasti merusak seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini," kata Emrus, Kamis (13/7/2023).

Dia mengatakan perilaku koruptif di lingkungan MA sangat-sangat memalukan diri kita sendiri.

"Malu kita. Yang 'Agung' itu sudah hancur lebur tidak 'agung' lagi. Kehilangan kehormatan dan menjadi rendahan," ucap dia.

Ia memandang sudah sulit merubah perilaku koruptif menjadi budaya anti korupsi di MA untuk menjaga ke-Agung-an institusi MA.

Oleh karena sulitnya merubah perilaku koruptif di institusi peradilan, Emrus menilai tampaknya nama lembaga-lembaga peradilan perlu diganti.

"Menurut hemat saya, sudah urgent dilakukan perubahan nomenklatur atau penamaan lembaga peradilan," kata dia.

Adapun perubahan sejumlah nama lembaga peradilan yang Emrus sarankan sebagai berikut:

1. Pengadilan negeri menjadi Sidang Hukum Kota/Kabupaten

2. Pengadilan Tinggi menjadi Sidang Hukum Provinsi

3. Mahkamah Agung menjadi Sidang Hukum Nasional

Selain itu, menurut Emrus, sebutan yang mulia kepada hakim juga perlu diganti menjadi juri hukum.

Kemudian narasi atas nama Tuhan Yang Maha Esa diubah menjadi atas nama penegakan hukum.

Buntut wakil Tuhan terima suap, pengamat sarankan ganti nama lembaga, yang agung sudah hancur lebur, tak agung lagi. Dok: Antara-Fakhri Hermansyah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebab sangat menyedihkan di lembaga pengadilan kita sering mengemuka atas nama Tuhan Yang Maha Esa serta melekat pula nama yang 'Mulia' dan 'Agung' tapi masih terdapat ada mental 'maling' di dalamnya," ungkapnya.

Tak hanya itu, Emrus pun meminta kepada pegawai lembaga peradilan Mahkamah Agung lainnya yang masih memiliki mental koruptif agar segera mengundurkan diri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.
Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Bakom Ungkap Pesan Utama Pidato-Pidato Presiden Prabowo: Pemerintah dan Masyarakat Harus Jadi Satu Tim yang Solid

Sinergi antara penyelenggara negara dan warga negara menjadi sorotan utama dalam arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 
PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral