News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

12 Tahun Lalu Gus Dur Beberkan Borok Al Zaytun dan Panji Gumilang: Lebih Kejam dari PKI, Hitler, Zionis Yahudi

12 tahun lalu, Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau disapa Gus Dur pernah membeberkan borok Ponpes Al Zaytun Indramayu yang dipimpin oleh Panji Gumilang
Senin, 24 Juli 2023 - 10:28 WIB
Gus Dur dan Panji Gumilang
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - 12 tahun lalu Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah membeberkan borok Ponpes Al Zaytun Indramayu yang dipimpin oleh Panji Gumilang.

Hal tersebut terungkap dalam wawancaranya dengan NII Crisis Center (NCC) pada Mei 2011 lalu. Kini transkrip wawancara 12 tahun lalu kembali tersebar melalui pesan berantau grup WhatsApp.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Dur mengucapkan tentang kekejaman yang dilakukan oleh pendiri Ponpes Al Zaytun kala itu.

"Anda ini punya hati nurani enggak? PKI, Hitler, Zionis Yahudi sekalipun yang dibilang masyarakat itu jahat mereka sangat sayang dan membela anak buahnya. Tapi kalian bisa lihat sendiri di Zaytun, orang dibuat kerja rodi kayak Romusha. Tenaganya diperas, istri dan anaknya dipisahkan. Gak digaji sepantasnya. Jangankan berharap UMR dan ada Jamsostek," ucap Gus Dur dalam transkrip wawancara tersebut yang dikutip Tim tvOnenews.com pada Senin (24/7/2023).

Presiden ke-4 RI itu juga menyebut telah melakukan upaya untuk menghancurkan Al Zaytun. Bahkan ia mengaku mengirim orang untuk membongkar borok Ponpes Panji Gumilang itu.

"Saya yang perintahkan Chaidar dkk untuk maju gugat. Saya memang diminta oleh para kiai itu untuk bicara soal Al Zaytun. Saya bilang nanti, tunggu saja tanggal mainnya. Abu Toto itu tahu kok kalau iya sekarang tinggal menghitung hari," lanjutnya.

Dalam transkrip wawancara itu, Gus Dur bahkan menyebut Al Zaytun adalah musuh kemanusiaan dan menghancurkan masa depan anak bangsa.

"Al Zaytun itu bukan sekadar isu sesat. Zaytun itu musuh kemanusiaan, musuh bersama kita semua. Ia bagai mesin penghancur masa depan anak bangsa. Zaytun itu alat iblis untuk merusak tatanan masyarakat. Bayangkan saja anak-anak mahasiswa itu disuruh nipu orangtuanya sendiri. Katanya teknis, teknis mbahmu. Nipu yah nipu."

Artikel

"Kalau ada orang masih percaya dengan gombalannya Zaytun, orang tersebut pasti orang munafiq. Setidaknya kalau pejabat ya pejabat yang koruptor, kalau ulama ya ulama jablay, kalau intelektual yah intelektual pedagang, kalau peneliti yah peneliti goblok, kalau ada media yang membela Zaytun pasti media yang cuma cari makan alias media bayaran, kalau ada orangtua yang bela Zaytun ya orangtua yang durhaka dan enggak punya hati nurani," tegasnya.

Al Zaytun Obsesi Gus Dur

Dalam awancara tersebut, Gus Dur mengatakan bahwa Ponpes Al Zaytun adalah obsesi yang dimiliki oleh Presiden RI ke-2 Soeharto.

"Itu punya Pak Harto. Beliau dulu punya obsesi At Tien dan Al Zaytun. Pak Harto tahu semua yang dikerjakan si Panji Gumilang," ujar Gus Dur dalam transkrip wawancara yang beredar, dikutip tim tvOnenews.com pada Senin (24/7/2023).

Ia juga mengungkap keterlibatan Abu Toto dalam Ponpes Al Zaytun dan menyebut hal itu tak ada manfaatnya.

"Abu Toto itu anak emasnya Ali Moertopo. Itu proyek mercusuar yang enggak ada manfaatnya untuk bangsa," ucapnya.

Fakta lainnya pun terungkap dalam transkrip Gus Dur yang beredar itu. Ia menyebut sebelum reformasi Kopassus ditugaskan menjaga ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang itu.

"Ia (PakHarto) yang memerintahkan Sa'adilah Mursyid mengirim sapi tapos ke Al Zaytun di tahun 1999. Sebelum reformasi yang jaga Al Zaytun itu kan Kopassus," ungkapnya.

Artikel

Saat wawancara yang diketahui di 10 tahun berjalannya Al Zaytun itu, Gus Dur mengatakan tak jelas dengan hasil didikam ponpes tersebut. Bahkan saat itu, ia menyebut tahun tersebut akan menjadi tahun terakhir bagi Al Zaytun.

"Masyarakat di sana resah dan menganggap Al Zaytun enggak membawa manfaat apa-apa. Tanah mereka dirampas dan dibayar seenaknya. Al Zaytun itu hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Yang begini enggak akan lama. Saya pikir tahun ini akan jadi tahun terakhir buat Al Zaytun," tegasnya.

Al Zaytun Undang Tokoh PKI DN Aidit

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun hingga kini masih terus menjadi sorotan masyarakat karena banyaknya hal yang kontroversial.

Belakangan publik melihat bahwa Ponpes Al Zaytun mengundang putra Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit dalam agenda Peringatan 1 Syuro 1445H.

Putra DN Aidit yang bernama Ilham Aidit tersebut tidak sekadar hadir namun juga menyampaikan sambutan. Diketahui Ilham Aidit merupakan putra keempat dari pasangan DN Aidir dan dr. Soetanti.

Bergelar insinyur, Ilham Aidit diketahui juga menjadi pendiri Forum Silaturahmi Anak Bangsa. Dalam sambutannya di acara Peringatan 1 Syuro 1445H, Ilham Aidit mengawali sambutannya dengan menyampaikan salam hormat terhadap Panji Gumilang.

Ia juga mengaku kaget mendapatkan undangan dari ketua panitia agenda acara Ponpes Al Zaytun tersebut.

Artikel

“Saya nggak menyangka atau nggak pernah mimpi bahwa saya diundang hadir dalam acara yang sangat meriah ini yang dilakukan setiap tahun, 1 Muharram,” ungkap Ilham Aidit dilansir dari kanal YouTube Al Zaytun Official (19/07/2023).

“Dan khususnya apa? Khususnya orang mengenal saya sebagai Ilham Aidit, anaknya Pak Aidit yang adalah orang yang selama puluhan tahun didaulat sebagai musuh bangsa. Jadi tiba-tiba ada anak komunis yang diundang ke pesantren,” sebut Ilham Aidit dengan nada berkelekar.

Menurut Ilham Aidit dirinya justru merasakan kebesaran hati dan pikiran yang terbuka dari seorang Panji Gumilang.

“Saya melihat kebesaran hati, terbukanya wawasan, pikiran, seorang Syekh Panji Gumilang. Itu disampaikan oleh Mas Eji (ketua acara) ‘buat kami nggak ada bedanya, buat kami kiri, kanan, tengah, itu pernah sama-sama membangun bangsa ini’,” ungkap Ilham.

Dalam sambutannya di Ponpes Al Zaytun, Ilham Aidit menceritakan mengenai kisah pembuatan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Dirinya menyebut bahwa Jakarta Charter menjadi gambaran bahwa jika negara ingin maju maka seluruh masyarakat harus bersatu.

“Apa yang saya ingin katakan adalah ada begitu banyak pendiri bangsa, yang memang menyadari betul bahwa bila negara ingin berdiri, bila negara ingin maju maka kita harus bersatu, maka kita harus saling mengalah, penuh toleransi, untuk mendapatkan sebuah kesepakatan untuk berjalan bersama,” ungkap Ilham.

Pada sambutannya, Ilham mengatakan bahwa ia mengira Ponpes Al Zaytun penuh dengan orang-orang yang bersarung, selayaknya pesantren pada umumnya. Namun secara mengejutkan ia justru menemukan hal berbeda di Ponpes Al Zaytun.

“Di sini saya terkejut dengan suasana, dengan cara bicara, bahkan busana kawan-kawan sekalian yang betul-betul moderat, betul-betul terbuka, dan tidak mencerminkan komunitas yang puritan. Saya sendiri kemudian pikir apa masalahnya yang selama ini dipermasalahkan orang?” sebut Ilham.

“Tapi ketika saya hadir di sini saya bicara dengan banyak kawan-kawan atau orangtua murid di malam hari ini, mereka orang-orang yang terbuka, mereka orang-orang yang berpikir maju, saya betul-betul geleng-geleng kepala. Terus terang saya merasa saya berada di tempat yang benar,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menutup sambutannya Ilham lantas menceritakan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seseorang perlu mengutamakan toleransi dan dorongan untuk selalu berdamai serta berbicara baik-baik.

Dengan mengutamakan toleransi maka suatu masyarakat akan lebih mudah melangkah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depannya. (lsn/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kerugian Kebakaran Gudang di Karet Kuningan Capai Rp1 Miliar

Kerugian Kebakaran Gudang di Karet Kuningan Capai Rp1 Miliar

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Gulkarmat) menaksir kerugian kebakaran gudang penyimpanan peralatan di Jalan Anggrek II No. 8 RT 08/RW 02, Karet Kuningan, Setiabudi, mencapai sekitar Rp1 miliar.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Day! Hari Ini Skuad Garuda Hadapi Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Day! Hari Ini Skuad Garuda Hadapi Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memulai perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura. Duel Grup A tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/9/2026).
Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

Rekap UEFA Nations League A: Jerman Ditahan Belanda, Ronaldo Bantu Portugal Tekuk Wales

UEFA Nations League 2026/2027 resmi dimulai dengan sejumlah pertandingan menarik. Jerman harus puas bermain imbang 1-1 lawan Belanda pada laga pembuka Grup A2.
5 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Sukses Membungkam Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

5 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Sukses Membungkam Singapura di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil menundukkan Singapura dan membawa tiga poin dalam laga perdana mereka di FIFA ASEAN Cup 2026, maka lima hal berikut akan terjadi.
Ditanya oleh Dedi Mulyadi, Segini Pendapatan Surya bin Samid Kades Terpilih di Bekasi saat Jadi Pemilah Sampah

Ditanya oleh Dedi Mulyadi, Segini Pendapatan Surya bin Samid Kades Terpilih di Bekasi saat Jadi Pemilah Sampah

Surya bin Samid, Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi ditanya oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal pendapatan menjadi pemilah sampah.

Trending

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Divisi 2 FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Hong Kong dengan penampilan dua pertandingan dari Grup A dan Grup B. 
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan penikmat musik punk rock dari berbagai daerah di Indonesia bersiap untuk berkumpul di Yogyakarta akhir September 2026 untuk menyaksikan perhelatan musik
Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ditjenpas Jawa Barat menyebut tidak ada temuan atau informasi bahwa eks Kadiv Propam Polri menikmati fasilitas “khusus” di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Presiden Prabowo Lakukan Video Call Bersama Ubed Cs Usai Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Medali Emas Pertama Asian Games 2026

Presiden Prabowo Lakukan Video Call Bersama Ubed Cs Usai Tim Bulu Tangkis Indonesia Raih Medali Emas Pertama Asian Games 2026

Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed dan rekan satu timnya yang berjuang di nomor regu putra bulu tangkis dihubungi langsung oleh Presiden Prabowo setelah mengalahkan China, Kamis (25/9/2026).  
Dua Perusahaan Pertanyakan Dasar Penyegelan KKP Usai Amankan 1.048 Ton Udang Impor

Dua Perusahaan Pertanyakan Dasar Penyegelan KKP Usai Amankan 1.048 Ton Udang Impor

Dua perusahaan di Kabupaten Pasuruan, PT Baramuda Bahari dan PT Megamarine Pride, mempertanyakan dasar penyegelan komoditas udang impor oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP-IPPAT) melaksanakan rangkaian Syukuran HUT IPPAT ke-39 yang dirangkaikan dengan Peresmian Perluasan Sekretariat PP-IPPAT.
Selengkapnya

Viral