Ditungguin Siapa Cawapres-nya, Anies Baswedan Malah 'Tamasya' ke Pangandaran Temui Susi Pudjiastuti, Begini Jawabnya...
- Kolase tim tvOnenews.com
“Ini bukan seperti penentuan kepala Dinas atau Post Kabinet, yang ketika sudah ditetapkan langsung menjalankan tugas, ini adalah rangkaian pemilu. Ada momentum, ada pergerakan massa, ada pergerakan di publik, sehingga secara waktu harus dipertimbangkan semuanya,” ungkap Anies Baswedan pada program acara Karni Ilyas, tvOne.
Ia mengatakan bila terlalu terburu-buru untuk mengumumkan tapi tidak ada rencana yang matang, akan menjadi antiklimaks.
“Jadi kalau misalnya diumumkan tetapi setelah itu belum ada aktivitas apapun, nanti menjadi antiklimaks. Harus ada rangkaiannya, jadi sebenarnya lebih daripada itu,” ujarnya.

Capres dari Partai NasDem, Anies Baswedan. (tvOne)
Untuk itu dirinya mengharapkan ketika pada saatnya Cawapres terpilih akan diumumkan. Maka rangkaian tersebut harus segera dijalankan.
“Kalau tentang opsi dan sebagainya, saya rasa simple kok. Karena kita berbicara tentang yang dapat kita kerjakan di antara opsi-opsi yang tersedia,” katanya.
“Tetapi ketika sampai pada yang diumumkan, setelah diumumkan maka harus langsung siap (menjalankan rangkaian). Nah rangkaian itu yang harus disiapkan dijadikan sebagai satu kesatuan,” tegas Anies Baswedan.
Sementara itu, perihal waktu untuk mengumumkan siapa sosok yang pantas untuk menjadi pendampingnya dalam Pilpres 2024. Anies mengatakan tidak ada target waktu.
Namun pada dasarnya, ia sampaikan bila lebih cepat diputuskan tentu akan memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk berkampanye, tetapi tetap melihat pada konstelasinya.
“Tidak ada target waktu khusus, secara umum pasti bilangnya itu lebih cepat lebih baik. Supaya ada kesempatan untuk berkampanye lebih luas, menjangkau lebih banyak. Tapi disisi lain juga kita lihat konstelasi yang ada,” pungkasnya.
Anies Baswedan menjadi Bakal Capres pertama yang diumumkan untuk mengikuti Pilpres 2024. Meski begitu, hingga saat ini belum mengumumkan siapakah sosok yang pantas untuk mendampinginya sebagai Cawapres.
Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan butuh kesiapan yang matang untuk menyiapkan dirinya sebagai Capres serta memilih pendamping untuk menjalankan seluruh rangkaian Pemilu. (kmr)
Load more