News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Polusi Udara, Angka Harapan Hidup Warga Jabodetabek Berkurang 2 Tahun

DKI Jakarta menjadi wilayah paling tercemar, imbasnya angka harapan hidup warga ibu kota bahkan berkurang sebanyak 2,4 tahun di provinsi tersebut.
Kamis, 31 Agustus 2023 - 12:07 WIB
Polusi Udara di langit Jakarta.
Sumber :
  • tim tvonenews/Bagas

Jakarta, tvonenews.com - Baru-baru ini Air Quality Life Index dari Universitas Chicago merilis hasil studi yang menyebutkan wilayah-wilayah paling 'tercemar' polusi udara di dunia.

Dalam laporan resmi tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (31/8/2023), Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang paling disorot terkait polusi di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rata-rata warga Indonesia kehilangan 1,4 tahun angka harapan hidup dibandingkan dengan pedoman WHO terkait batas aman pemenuhan kualitas udara," demikian hasil studi itu.

DKI Jakarta menjadi wilayah paling tercemar, imbasnya angka harapan hidup warga ibu kota bahkan berkurang sebanyak 2,4 tahun di provinsi tersebut.

Jika lebih rinci, risiko tinggi kematian lebih dini juga ditemukan di wilayah Bogor yakni berkurang 2,5 tahun, kemudian Bandung berkurang 2,3 tahun, Tangerang berkurang 2,2 tahun.

Sedangkan risiko tinggi kematian lebih dini juga ditemukan di Bekasi yakni 2,4 tahun dan  Jakarta Timur: 2,6 tahun.

Kawasan Asia

Studi Air Quality Life Index dari Universitas Chicago menyebutkan peningkatan polusi di Asia Tenggara rata-rata memangkas usia harapan hidup setiap orang lebih dari lima tahun. 

Studi Air Quality Life Index dari Universitas Chicago menyebut Asia Selatan kini menjadi salah satu wilayah paling 'tercemar' di dunia.

"Mencakup negara-negara dengan polusi paling tinggi di dunia, seperti Bangladesh, India, Nepal, hingga Pakistan, mereka menyumbang lebih dari setengah total angka harapan hidup yang hilang secara global akibat polusi," demikian laporan baru situasi Asia Tenggara, dikutip dari Reuters.

Industrialisasi pesat dan pertumbuhan penduduk telah berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara di Asia Selatan, tingkat polusi partikulat saat ini 50 persen lebih tinggi dibandingkan awal abad ini, bahaya yang ditimbulkan atau ancaman kesehatan lebih besar.

Bahkan penduduk di Bangladesh, negara paling berpolusi di dunia, diperkirakan akan kehilangan rata-rata angka harapan hidup 6,8 tahun per orang, dibandingkan dengan 3,6 bulan di Amerika Serikat, menurut penelitian yang menggunakan data satelit untuk menghitung dampak kenaikan polusi udara.

"Sementara India bertanggung jawab atas sekitar 59 persen peningkatan polusi dunia sejak tahun 2013," kata laporan itu.

Di New Delhi yang memiliki penduduk paling padat, menjadi kota besar dengan tingkat polusi paling tinggi di dunia, rata-rata harapan hidup mirisnya berkurang lebih dari 10 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengurangi tingkat global partikel udara yang merusak paru-paru, yang dikenal sebagai PM 2.5, ke tingkat yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat meningkatkan rata-rata harapan hidup sebesar 2,3 tahun," kata laporan itu.

"Rata-rata penduduk Pakistan akan memperoleh waktu 3,9 tahun jika memenuhi pedoman WHO yang membatasi rata-rata konsentrasi PM 2,5 tahunan menjadi 5 mikrogram per meter kubik, sementara seseorang di Nepal akan hidup 4,6 tahun lebih lama jika pedoman tersebut dipenuhi," sambung laporan tersebut. (ito)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral! Istri Sah Oknum Aparat Labrak ke Kantor Bank Diduga Pelakor, Pajang Karangan Bunga hingga Bawa 20 Polisi

Viral! Istri Sah Oknum Aparat Labrak ke Kantor Bank Diduga Pelakor, Pajang Karangan Bunga hingga Bawa 20 Polisi

Aksi perempuan disebut istri sah oknum polisi membawa karangan bunga "Turut Berduka Cita Atas Hilangnya Harga Diri Pelakor" dan bawa 20 polisi viral di medsos.
Apakah Bunuh Diri Bisa Diampuni Allah? Ini Jawaban Buya Yahya

Apakah Bunuh Diri Bisa Diampuni Allah? Ini Jawaban Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan pandangan Islam mengenai orang yang meninggal karena bunuh diri, termasuk statusnya sebagai dosa besar dan kemungkinan mendapat ampunan?
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Kekaguman pada Megawati Hangestri

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Shin Tae-yong Pernah Ungkap Kekaguman pada Megawati Hangestri

Shin Tae-yong ternyata pernah mengungkap kekagumannya pada Megawati Hangestri. Simak pujian STY dan alasan Megatron begitu mencuri perhatiannya.
Wajahnya Mirip Pevoli Korea Bae Yoo-na, Megawati Hangestri Heran: Kok Bisa Mirip Aku?

Wajahnya Mirip Pevoli Korea Bae Yoo-na, Megawati Hangestri Heran: Kok Bisa Mirip Aku?

Kepada media Korea, Megawati Hangestri pernah mengaku kalau dirinya kaget lantaran wajahnya sangat mirip dengan Middle Blocker senior Hillstate, Bae Yoo-na.
BNPB: 1.730 Bencana Alam Melanda Indonesia dari Awal Tahun hingga September 2026

BNPB: 1.730 Bencana Alam Melanda Indonesia dari Awal Tahun hingga September 2026

BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak awal tahun hingga 7 September 2026.
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 9 September 2026: Cancer Jadi Andalan

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 9 September 2026: Cancer Jadi Andalan

Ramalan karier Rabu, 9 September 2026, membawa kabar menarik bagi sejumlah pemilik zodiak. Siapa saja zodiak yang diprediksi paling bersinar di tempat kerja?

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
Selengkapnya

Viral