News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pomdam Jaya Dalami Motif Penganiayaan sekaligus Pembunuhan Imam Masykur oleh Tiga Anggota TNI

Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) mengaku masih dalami motif pembunuhan oleh tiga anggota TNI terhadap penjual kosmetik dan obat-obatan Imam Masykur. 
Jumat, 1 September 2023 - 18:50 WIB
Imam Masykur, korban penganiayaan (kiri) oknum Paspampres Praka Riswandi Manik (kanan)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) mengaku masih mendalami motif penganiayaan hingga pembunuhan tiga anggota TNI terhadap penjual kosmetik dan obat-obatan bernama Imam Masykur

Hal itu diungkapkan oleh Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Anwar saat dijumpai di Gedung Pomdam Jaya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan pengembang dari motif penganiayaan hingga pembunuhan terhadap Imam Masykur. 

"Untuk motif dan lain-lain kita masih kembangkan," kata Irsyad saat ditemui di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2023).

Irsyad menuturkan langkah pendalaman motif penganiayaan dan pembunuhan itu tengah dilakukan oleh pihaknya. 

Pasalnya, langkah itu diperlukan untuk memastikan penuntasan penanganan perkara penganiayaan dan pembunuhan yang melibatkan tiga anggota TNI tersebut. 

"Kalau kita lihat motif awalnya saja nanti tidak utuh perkara ini terselesaikan. Jadi saya minta masyarakat, pihak pers mohon bersabar saja, kita terus mendalami termasuk nanti penerapan pasal dan sebagainya," ungkapnya. 

Diketahui, sejumlah video viral terkait aksi penganiayaan terhadap Imam Masykur oleh sejumlah pelaku termasuk tiga diantaranya anggit TNI tersebar luas pada jejaring media sosial. 

Belakangan diketahui Imam Masykur diculik para pelaku pada Sabtu 12 Agustus 2023 lalu hingga tewas dan dihanyutkan pada 15 Agustus 2023 di Karawang, Jawa Barat. 

Sementara ketiga anggota TNI yang melakukan penculikan, penyiksaan hingga menewaakan Imam yakni berinisial Praka RM bertugas sebagai Anggota Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan atau Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Praka HS bertugas sebagai Anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, dan Praka J anggota Kodam Iskandar Muda. 

Para anggota TNI itu melakukan aksi penculikan ditengarai ingin melakukan pemerasan terhadap korban dengan meminta tebusan senilai Rp50 juta. (raa/muu) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

The Jakmania Beri Sindiran Keras ke Para Pemain Persija Jakarta yang Kerap Kena Kartu Merah saat Laga Kontra Persebaya

The Jakmania Beri Sindiran Keras ke Para Pemain Persija Jakarta yang Kerap Kena Kartu Merah saat Laga Kontra Persebaya

The Jakmania menyindir keras pemain Persija lewat koreo di GBK akibat seringnya kartu merah. Aksi ini viral saat laga panas kontra Persebaya.
Prabowo Dijadwalkan Temui Putin Pekan Ini dalam Lawatan Ketiga Kali ke Rusia

Prabowo Dijadwalkan Temui Putin Pekan Ini dalam Lawatan Ketiga Kali ke Rusia

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putih di Moskow pekan ini. Kunjungan Prabowo ini merupakan yang ketiga kalinya.
CSV Menjadi Pendekatan Fiberstream dalam Memperkuat Kehadiran dan Kontribusi di Masyarakat

CSV Menjadi Pendekatan Fiberstream dalam Memperkuat Kehadiran dan Kontribusi di Masyarakat

PT Media Sarana Data memperkuat pengembangan layanan retail Fiberstream dengan mengintegrasikan program Corporate Shared Value (CSV) sebagai bagian dari strategi ekspansi jaringan.
Tak Lagi Bernaung di Pelatnas, PBSI Apresiasi Jonatan Christie dan Sabar/Reza yang Siap Turun di Piala Thomas dan Uber 2026

Tak Lagi Bernaung di Pelatnas, PBSI Apresiasi Jonatan Christie dan Sabar/Reza yang Siap Turun di Piala Thomas dan Uber 2026

PBSI menegaskan kesiapan tim menjadi fokus utama menjelang Piala Thomas dan Uber 2026 yang akan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Dihadang Unggulan Pertama, Tiwi/Fadia Terhenti di Semifinal

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Dihadang Unggulan Pertama, Tiwi/Fadia Terhenti di Semifinal

Tiwi/Fadia angkat koper di babak empat besar semifinal Kejuaraan Asia 2026 usai dihadang unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
KPK Gadungan Bisa Tembus Masuk Gedung DPR Tanpa Surat dan Identitas, Sahroni: Agak Kaget, Berani juga Dia!

KPK Gadungan Bisa Tembus Masuk Gedung DPR Tanpa Surat dan Identitas, Sahroni: Agak Kaget, Berani juga Dia!

Dalam kasus yang menimpa Sahroni, yang lebih mengejutkan, pelaku KPK gadungan bahkan tidak pernah membahas perkara apa pun dan hanya meminta uang dengan dalih dukungan operasional.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui keunggulan Thailand jelang final Piala AFF Futsal 2026. Ia bahkan sebut lawannya sebagai favorit kuat.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Selengkapnya

Viral