Menyibak Sepak Terjang Biro Khusus PKI, Menyusup Dalam Tubuh Angkatan Bersenjata Indonesia Jelang G30S PKI
- istimewa
"Bagaimanapun, dalam menata kelompok-kelompok konspirasi di dalam angkatan bersenjata, baik dengan metode “sistem tiga orang”, atau pun “sistem pembangunan sel” itulah, PKI mencatat keberhasilan yang sangat mengesankan" ungkap Ambarwulan dan Aminuddin Kasdi.
Menurut Sjam, Biro Khusus memiliki jumlah perwira yang berada di bawah kendali operasinya pada tahun 1965, yaitu 400-500 orang dalam Angkatan Darat (AD), 30-40 orang di Angkatan Laut (AL), dan 40-50 orang di Angkatan Udara (AURI).
Dari mereka yang berhasil direkrut ini, beberapa perwira telah menjadi konspirator utama yang pada akhirnya melaksanakan pembersihan terhadap komando puncak AD, dengan membunuh enam jenderal atas nama PKI dan Presiden pada subuh tanggal 1 Oktober 1965.
Foto: Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit (istimewa)
Dalam barisan Angkatan Darat, Biro khusus mengendalikan para perwira yang pada akhirnya melaksanakan pembunuhan atas para jenderal.
Sebut saja beberapa nama seperti, Letkol Infanteri Untung bin Sjamsuri, dari Pasukan Pengawal Istana Presiden Tjakrabirawa, yang secara ideologis adalah seorang komunis sejak pemberontakan komunis pertama di Madiun tahun 1948.
Kemudian Brigjen Supardjo, yang dididik Sjam sejak tahun 1958, yang mengepalai kelompok oposisi terhadap Jenderal Nasution dalam kalangan AD dan mengomandoi operasi “konfrontasi” terhadap Malaysia di Kalimantan.
Kolonel Latief, Komandan Brigade Infanteri I dari Komando Militer V yang ditempatkan di Jakarta, yang telah untuk beberapa waktu berada di bawah bimbingan Pono.
Foto: Letkol Untung saat menjalani sidang di pengadilan militer - Dok. Arsip Nasional
Lalu ada Marsekal Omar Dhani, Panglima AURI, Mayor Sujono, Komandan Pangkalan Udara Halim dan Kolonel Heru Atmodjo, Asisten Direktur Departemen Intelijen AURI.
Lalu, bagaimana menjelaskan bahwa seorang jenderal, seorang kolonel, seorang letnan kolonel, dan sejumlah mayor, kapten, dan letnan, secara berjamaah menjadikan diri mereka anak buah seorang sipil dalam sebuah operasi militer yang begitu penting dan rumit?
Dalam catatan sejarawan Salim Said pada bukunya "Dari Gestapu ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian", terbitan Mizan 2013, pada sidang Mahmillub, Sudisman salah satu toko sentral PKI menegaskan, bahwa Sjam berhubungan langsung de ngan D.N. Aidit. Artinya, Sudisman tidak tahu apa persisnya perintah Aidit kepada Sjam.
Load more