Panglima TNI Meminta Maaf Soal Kata ‘Piting’ yang Menuai Kontroversi, Kapuspen TNI: Itu Bahasa Prajurit yang Artinya…
- Istimewa/Dok. TNI
Bahasa piting memiting itu adalah bahasa prajurit yang berarti setiap prajurit merangkul satu masyarakat agar tehindar dari bentrokan.
"Kadang-kadang bahasa prajurit itu suka disalahartikan oleh masyarakat yang mungkin tidak terbiasa dengan gaya bicara prajurit," sambungnya.
Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono memahami terjadi salah tafsir ini.
"Perlu diingat dengan konflik ini, maka kerugian pasti diterima oleh aparat dan masyarakat Indonesia sendiri," pungkasnya.

Sayangnya, meski Panglima TNI, Yudo Margono, telah meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka, polemik kata-kata ini terlanjur menjadi konsumsi publik dan ditanggapi beragam oleh masyarakat.
Melalui sebuah tayangan video pada kanal YouTube Rocky Gerung Official, dirinya memberikan komentar setelah mendengar pernyataan Panglima TNI Yudo Margono.
“Jadi kalau kita dengar misalnya statement Panglima kalau turun 1000 kita turunin 1000, kan itu semacam frustasi juga kan. Ngapain itu?” ungkap Rocky Gerung dalam video pada kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Lebih lanjut Rocky Gerung mengungkap, jika TNI merupakan alat pertahanan negara, maka tak sepantutnya mengeluarkan ungkapan kata ‘piting’ yang multitafsir.
“TNI adalah simbol pertahanan negara tuh. Nah itu tidak boleh terucap dari Panglima bakal rakyat 1000 kami 1000. Rakyat dan TNI itu ibarat ikan dan air yang sejarahnya begitu di zaman kemerdekaan. Jadi kalau sekarang ikan berkelahi dengan air itu nggak masuk akal tuh,” sambungnya.
Dirinya memahami karena bentrok yang terjadi pada Kamis (7/9/2023) antara warga dan aparat ini cukup alot. Namun ia tekankan bahwa TNI seharusnya dihargai sebagai pertahanan musuh dari luar, bukan dari dalam negara sendiri.
“Tetapi sekali lagi kita ingin supaya TNI itu betul-betul dihargai sebagai aparat pertahanan musuh dari luar bukan musuh dari dalam,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi sikap Panglima TNI, Laksamana Yugo Margono yang berani meminta maaf usai memerintahkan prajuritnya memiting warga Pulau Rempang.
Selain patut diapresiasi, sikap Panglima TNI juga patut untuk dicontoh pejabat lainnya. Sebab, tak sedikit pejabat yang mengeluarkan pernyataan yang membuat keruh suasana, namun enggan meminta maaf atas pernyataan tersebut.
Load more