GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memilukan! Pidato Asli AH Nasution di HUT TNI 1965: Hari Angkatan Bersenjata Kita yang Selalu Gemilang, tapi Kali Ini Dihinakan

5 Oktober 1965 jadi peringatan HUT TNI terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Pidato AH Nasutian sangat memilukan di pemakaman 7 Jenderal korban G30S PKI
Kamis, 5 Oktober 2023 - 05:15 WIB
Jenderal AH nasution saat memberikan pidato di pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi korban pembantaian G30S PKI di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 5 Oktober 1965
Sumber :
  • Sumber: Youtube University

Jakarta, tvOnenews.com - HUT TNI pada 5 Oktober 1965 menjadi peringatan terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Pasalnya, pada HUT TNI saat itu bertepatan dengan pemakaman 7 Jenderal Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.

Suasana gegap gempita yang biasanya mewarnai peringatan HUT TNI tiap tanggal 5 Oktober, tidak demikian di tahun 1965. Justru yang terjadi suasana penuh haru melepas 7 Jenderal yang menjadi korban kebiadaban G30S PKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pidato di HUT TNI 1965 yang sangat menyayat hati pun dibacakan langsung Jendral AH Nasution saat pemakaman 7 Jenderal Revolusi di Taman Makan Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Berikut pidato lengkap Jenderal AH Nasution pada HUT TNI 1965 saat pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi yang menjadi korban pembantaian dalam peristiwa G30S PKI.

Jenderal AH Nasution saat melepas 7 Jenderal Pahlawan Revolusi di HUT TNI 5 Oktober 1965

Kawan-kawan sekalian terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini, hari Angkatan Bersenjata kita yang selalu Gemilang, tapi yang kali ini, hari yang dihinakan oleh fitnah, dihinakan oleh pengkhianatan, dihinakan oleh penganiayaan.

Tetapi hari Angkatan Bersenjata kita, setiap prajurit tetap rayakan dalam hati Sanubari kita dengan tekad kita.

Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.

Jendral Suprapto, Jendral Haryono, Jendral Parman, Jendral Panjaitan, Jenderal Sutoyo, Letnan Tendean, kami semua mendahului, kami semua yang kamu tinggalkan, punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas Angkatan Bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.

Kamu semua Tidak ada yang lebih tahu daripada kami yang di sini, daripada saya sejak 20 tahun kita selalu bersama-sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita.

Saya tahu kamu manusia tentu ada kekurangan, ada kesalahan, kita semua demikian, tapi saya tahu kamu semua telat 20 tahun penuh memberikan semua Dharma baktimu, semua yang ada padamu untuk cita-cita yang tinggi itu, dan karena itu kamu biarpun hendak dicemarkan hendak di fitnah bahwa kamu penghianat, justru di sini kami semua saksi yang hidup, Kamu adalah telah berjuang sesuai dengan kewajiban kita semua, manakah akan keadilan kebenaran kemerdekaan, tidak ada yang ragu-ragu.

Kami semua sedia juga mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.
 
Rekan-rekan, adik-adik saya sekalian, saya sekarang sebagai yang tertua dalam TNI yang tinggal bersama lainnya akan meneruskan perjuangan kamu, membela kehormatan kamu.

Menghadaplah sebagai pahlawan, pahlawan dalam hati kami seluruhnya ini.

Sebagai pahlawan menghadaplah kepada asal mula kita yang menciptakan kita, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena akhirnya dialah Panglima kita yang paling tertinggi, dialah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita.

Semua tetapi dengan keimanan ini juga kami semua yakin bahwa yang benar akan tetap dan yang tidak benar akan tetap hancur.

Fitnah berkali-kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah dan saudara-saudara telah dibunuh.

Kita diperlakukan demikian, tapi jangan kita, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Iman kepadanya meneguhkan kita, karena dia perintahkan kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

AH Nasution menjadi satu-satunya jenderal yang selamat dalam peristiwa kebiadaban G30S PKI 1965. Namun, meski ia berhasil selamat dengan melarikan diri dari rumahnya, sang anak Ade Irma Suryani, yang kala itu berusia 5 tahun menjadi korban timah panas pasukan Cakrabirawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tertembaknya Ade Irma Suryani putri bungsu Jenderal AH Nasution, seolah menjadi perisai sang ayah yang berhasil lolos dari kebiadaban G30S PKI saat itu. Maka Tak heran, dalam rekaman video pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi di Taman Makam Pahlawan, AH Nasution tak kuasa menahan kesedihan. 

Bahkan, luka mendalam AH Nasution dalam pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi pada 6 Oktober 1965, AH Nasution terlihat amat sedih, karena selain kehilangan 7 rekannya yang menjadi korban kebiadaban G30S PKI, ia juga harus kehilangan sang anak sebagai perisai dirinya. (mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Awal Ramadhan, 146 Masjid dan Ponpes di Gresik Terima Bantuan Operasional

Awal Ramadhan, 146 Masjid dan Ponpes di Gresik Terima Bantuan Operasional

Mengawali Ramadan 1447 Hijriah, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan operasional kepada 146 masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bareskrim Polri Sita Kantor dan Ruko Milik PT DSI Terkait Kasus Penipuan

Bareskrim Polri Sita Kantor dan Ruko Milik PT DSI Terkait Kasus Penipuan

Bareskrim Polri melakukan penyitaan aset milik PT Dana Syariah Indonesia (DSI) atas kasus dugaan penipuan atau fraud.
Max Verstappen Tak Senang dengan Mobil Baru F1 2026, Bos Red Bull Akhirnya Angkat Bicara dengan Bilang...

Max Verstappen Tak Senang dengan Mobil Baru F1 2026, Bos Red Bull Akhirnya Angkat Bicara dengan Bilang...

Max Verstappen kembali jadi sorotan jelang F1 2026. Ia termasuk pembalap paling vokal mengkritik regulasi dan mobil generasi baru.
Erick Thohir Buka Suara soal Kericuhan Persib Bandung vs Ratchaburi di ACL 2, Singgung Soal Penilaian AFC

Erick Thohir Buka Suara soal Kericuhan Persib Bandung vs Ratchaburi di ACL 2, Singgung Soal Penilaian AFC

Erick Thohir menyoroti kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Ia menegaskan insiden di GBLA tak boleh terulang karena berdampak pada citra Indonesia.
Charles Leclerc dan Carlos Sainz Tanggapi Rencana F1 untuk Tambah Jumlah Sprint Race Per Musim, Keduanya Merasa...

Charles Leclerc dan Carlos Sainz Tanggapi Rencana F1 untuk Tambah Jumlah Sprint Race Per Musim, Keduanya Merasa...

Formula 1 kabarnya tengah mengkaji rencana penambahan Sprint Race menjadi 12 seri di setiap musim F1.
Diduga Ancam dan Peras Bos Developer, Polda DIY Nonaktifkan dan Patsus Anggota Satintelkam Polres Bantul

Diduga Ancam dan Peras Bos Developer, Polda DIY Nonaktifkan dan Patsus Anggota Satintelkam Polres Bantul

Langkah tegas dilakukan Polda DI Yogyakarta terhadap anggota Satintelkam Polres Bantul inisial S yang sebelumnya dilaporkan oleh salah satu perusahaan developer di Bantul.

Trending

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Buka Pintu ke Timnas Indonesia, Bisa Gantikan Posisi Thom Haye

Nama Laurin Ulrich tengah dikaitkan dengan Timnas Indonesia setelah performanya terus menanjak di kompetisi Jerman. Gelandang berdarah Surabaya itu masuk radar?
Sudah Resmi Jalani Proses Naturalisasi, Penyerang Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Berduet dengan Ole Romeny di FIFA Series 2026?

Sudah Resmi Jalani Proses Naturalisasi, Penyerang Ini Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Berduet dengan Ole Romeny di FIFA Series 2026?

Striker naturalisasi baru berpeluang dipanggil John Herdman untuk FIFA Series 2026. Duet lini depan Timnas Indonesia diprediksi makin tajam dan jadi ancaman.
Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Panggil Penyerang Baru, Pemain Naturalisasi Pindah ke Super League, hingga FIFA Restui Striker Keturunan Depok

Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Panggil Penyerang Baru, Pemain Naturalisasi Pindah ke Super League, hingga FIFA Restui Striker Keturunan Depok

Kabar seputar Timnas Indonesia jadi salah satu yang mendapat sorotan. Berikut tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia pilihan redaksi tvOnenews.com.
Sempat Kena PHP Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert, Jairo Riedewald Kini Menggila di Inggris, John Herdman Tertarik?

Sempat Kena PHP Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert, Jairo Riedewald Kini Menggila di Inggris, John Herdman Tertarik?

Gagal dinaturalisasi Timnas Indonesia era Patrick Kluivert bahkan kariernya ikut drop, kini Jairo Riedewald menggila di Inggris. Apakah John Herdman tertarik?
Update Daftar 3 Pemain yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi, John Herdman Berpotensi Pangggil ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Update Daftar 3 Pemain yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi, John Herdman Berpotensi Pangggil ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Tiga pemain naturalisasi berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Kehadiran mereka diprediksi memperkuat skuad Garuda.
Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Gacor Belgia Berdarah Jogja Ini Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Gacor Belgia Berdarah Jogja Ini Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia tengah dikaitkan dengan talenta muda yang sedang berkembang di Eropa. John Herdman pantau sosok Robin Mirisola, striker keturunan gacor Belgia?
Update Pemain yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Kapten Skuad Garuda Era Shin Tae-yong Tersingkir

Update Pemain yang Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Kapten Skuad Garuda Era Shin Tae-yong Tersingkir

Empat pemain Timnas Indonesia dipastikan absen di FIFA Series 2026 akibat sanksi FIFA dan cedera. John Herdman harus merombak skuad jelang laga penting Maret.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT