GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembunuhan Berencana Paling Rumit 2023, Skenario Keji Ferdy Sambo dan Drama Pelecehan Seksual buat Brigadir J Kehilangan Nyawa

Masih teringat kasus pembunuhan Brigadir J dimana seorang polisi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) tega membunuh ajudannya tahun 2022 berakhir di tahun 2023
Selasa, 26 Desember 2023 - 12:19 WIB
Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Masih teringat di benak masyarakat bagaimana kekejaman seorang polisi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) tega membunuh ajudannya sendiri di tahun 2022. Namun, kasus ini berakhir dengan hukuman vonis di tahun 2023.

Seorang mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo yang telah membunuh anggota Polri lainnya, Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai pelaku utama atau dalang dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Ia bersama keempat terdakwa lainnya, Putri Candrawathi yang juga istrinya, Bharada E atau Richard Eliezer, Kuat Ma’ruf, dan Bripka RR atau Ricky Rizal merencanakan . 

Selain itu, kasus pembunuhan berencana ini juga dibantu oleh sejumlah bawahan dari Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. 


Ferdy Sambo dan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. (Ist)

Para 6 orang perwira Polri yang telah melakukan perintangan hukum atau Obstruction of Justice diantaranya yaitu Chuck Putranto, Arif Rahman Arifin, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Hendra Kurniawan.

Atas kasus tersebut, Ferdy Sambo disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 56 ke-1 KUHP.

Beberapa skenario yang menarik dari kasus ini terangkum dalam 5 hal sebagai berikut.

Klaim Kasus Pelecehan


Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Ist)

Kasus Pembunuhan Berencana ini berangkat dari klaim pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Hal ini terjadi di rumah Sambo yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Sang istri mengaku kepada Ferdy Sambo bahwa dirinya telah dilecehkan oleh ajudan suaminya itu. 

Kejadian itu diungkapkan oleh Jaksa pada persidangan berlangsung.

“Saksi Ferdy Sambo yang sedang berada di Jakarta pada hari Jumat dini hari tanggal 8 Juli 2022 menerima telepon dari terdakwa Putri Candrawathi yang sedang berada di rumah Magelang sambil menangis berbicara dengan saksi Ferdy Sambo,” jelas Jaksa.

“Bahwa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat selaku ajudan saksi Ferdy Sambo yang ditugaskan untuk mengurus segala keperluan terdakwa Putri Candrawathi telah masuk ke kamar pribadi terdakwa Putri Candrawathi dan melakukan perbuatan kurang ajar terhadap terdakwa Putri Candrawathi,” ujarnya.

Saat itu Ferdy Sambo seketika naik darah dan menyalahkan Brigadir J. Namun, Putri Candrawathi sempat meminta suaminya untuk tidak menghubungi siapa pun yang berkaitan dengan peristiwa ini. 

Brigadir J Dipanggil oleh Putri Candrawathi


Putri Candrawathi dan Brigadir J. (Kolase tvOnenews)

Berdasarkan dakwaan yang telah dibacakan oleh Jaksa, Ricky Rizal sempat mengajak Brigadir J untuk menemui Putri Candrawathi. 

Sebelumnya, Putri Candrawathi mencari Yosua namun meminta Ricky Rizal untuk memanggilnya.

Awalnya, Brigadir J sempat menolak ajakan Ricky Rizal untuk menemui Putri, namun setelah dibujuk oleh Bripka RR akhirnya bersedia untuk menemui Putri Candrawathi. 

“Posisi (Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat) duduk di lantai, sementara saksi Putri Candrawathi duduk di atas kasur sambil bersandar. Kemudian saksi Ricky Rizal meninggalkan saksi Putri Candrawathi dan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat berdua berada di dalam kamar pribadi Saksi Putri Candrawathi sekitar 15 menit lamanya. Setelah itu korban keluar dari kamar,” ucap jaksa pada sidang kasus pembunuhan Brigadir J. 

Putri Candrawathi Dibanting Tiga Kali oleh Brigadir J


Putri Candrawathi bersama Brigadir J. (Ist)

Dalam persidangan, Putri Candrawathi sempat ditanya oleh Hakim Wahyu Iman Santoso mengenai proses pemakaman bagi seorang anggota kepolisian.

Mendengar jawaban Putri Candrawathi yang tidak mengetahui mengenai syarat anggota kepolisian agar mendapat penghargaan atau penghormatan saat pemakaman. Hakim pun menyampaikan syarat tersebut.

Putri Candrawathi pun terdiam dan mengangkat mikrofon dan mencoba menjelaskan hal yang menimpanya di Magelang.

Menurut Putri Candrawathi, dia benar-benar telah mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari ajudannya tersebut di Magelang. 

“Mohon maaf yang mulia, mohon izin, yang terjadi adalah memang Yosua (Brigadir J) melakukan kekerasan seksual, pengancaman, dan juga penganiayaan dengan membanting saya tiga kali ke bawah. Itu yang memang benar-benar terjadi,” ungkap Putri Candrawathi. 

Di hadapan hakim, Putri Candrawathi mengatakan bahwa dia mengalami perlakuan buruk dari Brigadir J, yakni berupa pelecehan seksual yang dilakukan ajudannya itu. 

“Saat itu saya menghampiri suami saya (Ferdy Sambo) yang sedang santai duduk di ruang nonton, saya duduk di sebelah suami saya, lalu saya cerita tentang peristiwa yang terjadi di tanggal 7 Juli 2022,” kata Putri Candrawathi.

“Suami saya marah yang mulia. Dia emosi, menarik nafas dalam-dalam tanpa berkata-kata lalu menangis, dan saya pun menangis,” ujarnya. 

Skenario Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Versi Richard Eliezer


Richard Eliezer bersama Ferdy Sambo dan Brigadir J. (Kolase tvOnenews)

Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E mengungkapkan skenario Ferdy Sambo membunuh Brigadir J alias Yosua Hutabarat di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Menurutnya, Ferdy Sambo menceritakan skenario pembunuhan Brigadir J di samping Putri Candrawathi.

“Dia (FS) langsung jelaskan skenarionya di situ, di Duren Tiga. Jadi nanti skenarionya ibu dengan Yosua. Ibu dilecehkan Yosua, baru terlihat. Kamu dengar, respons itu. Yosua ketahuan. Yosua tembak, kamu tembak,” kata Richard Eliezer atau Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). 

Bharada E menjelaskan saat mendengar skenario itu, Putri Candrawathi berada di samping Ferdy Sambo. 

Ia mengaku terkejut ketika diminta Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J. 

“Saya kaget. Saya disuruh bunuh orang ini. Saya kaget. Saya takut. Sudah kacau pikiran saya ini. Tertekan saya ini. Pak FS bilang, ‘Kamu aman. Jangan takut karena posisinya kamu itu bela ibu. Kedua kamu bela diri, jadi kamu aman. Kau tenang saja’,” jelasnya.

Selain itu, Bharada E mengatakan Putri Candrawathi juga terlihat sempat berbicara dengan suaminya, Ferdy Sambo.  

Namun, dia menuturkan tidak begitu mendengar jelas suara Putri Candrawathi yang terkesan berbisik. 

Hukuman Ferdy Sambo dan Terdakwa Lainnya

Ferdy Sambo diberikan tuntutan penjara seumur hidup dan Putri Candrawathi dituntut 8 tahun penjara atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Adapun tiga terdakwa lainnya, yakni Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara, Ricky Rizal dituntut 8 tahun penjara dan Kuat Ma’ruf dituntut 8 tahun penjara.

Setelah menjalani sidang putusan, Ferdy Sambo menerima vonis hukuman mati. Dirinya terbukti bersalah telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kemudian, sang istri, Putri Candrawathi menerima vonis hukuman penjara selama 20 tahun dalam kasus tersebut. 

Asisten rumah tangga keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang terlibat dalam kasus tersebut, Kuat Ma’ruf dijatuhi pidana 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bripka RR atau Ricky Rizal juga dijatuhkan vonis hukuman 13 tahun penjara terhadap Ricky Rizal. 

Sementara Richard Eliezer atau Bharada E sebagai Justice Collaborator, sebelumnya mendapat tuntutan penjara 12 tahun. 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberikan vonis hukuman pidana 1 tahun 6 bulan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Meski begitu, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terus mengajukan keringanan untuk hukuman yang dihadapinya itu.

Mahkamah Agung (MA) RI memutuskan hukuman terdakwa Ferdy Sambo menjadi pidana penjara seumur hidup dari sebelumnya hukuman mati. 

Selain Ferdy Sambo, MA juga telah meringankan putusan tiga terdakwa pembunuhan Brigadir J lainnya, yakni Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf. 

MA memutuskan hukuman Putri Candrawathi dari sebelumnya 20 tahun penjara menjadi pidana penjara 10 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hukuman Ricky Rizal juga menjadi lebih ringan, yakni pidana penjara 8 tahun penjara dari sebelumnya 13 tahun.

Sementara Kuat Ma’ruf yang merupakan ART dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, yang sebelumnya mendapat pidana penjara 15 tahun menjadi 10 tahun penjara. (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban Jumbo ke Seluruh Indonesia, Ada yang Bobotnya Tembus 1,3 Ton

Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban Jumbo ke Seluruh Indonesia, Ada yang Bobotnya Tembus 1,3 Ton

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan bantuan sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Timnas Argentina Dapat Kabar Superbahagia soal Lionel Messi Jelang Piala Dunia 2026, Inter Miami Bikin Pengumuman

Timnas Argentina Dapat Kabar Superbahagia soal Lionel Messi Jelang Piala Dunia 2026, Inter Miami Bikin Pengumuman

Timnas Argentina tampaknya mendapatkan kabar superbahagia mengenai Lionel Messi. Hal ini beriringan dengan pengumuman yang dibuat oleh Inter Miami.
Warga Jabar Jangan Panik, Dedi Mulyadi Gandeng Aparat Demi Berantas Teror Pocong yang Meresahkan

Warga Jabar Jangan Panik, Dedi Mulyadi Gandeng Aparat Demi Berantas Teror Pocong yang Meresahkan

Dedi Mulyadi gandeng aparat dari Babinsa hingga Pangdam demi berantas teror pocong yang meresahkan warga Jabar. Warga diminta waspada dan aktifkan siskamling.
Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Amalan Khusus Hari Arafah, Apa Saja? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Rekomendasi Terbaiknya

Amalan Khusus Hari Arafah, Apa Saja? Ustaz Adi Hidayat Bagikan Rekomendasi Terbaiknya

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan amalan khusus di Hari Arafah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, mulai dari istighfar, puasa Arafah hingga dzikir.
Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Kabupaten Sumedang Kembali Lestarikan Rumah Kayu dan Bambu, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Kabupaten Sumedang Kembali Lestarikan Rumah Kayu dan Bambu, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat Kabupaten Sumedang untuk kembali melestarikan rumah berbahan bambu dan kayu.

Trending

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Manajemen Persib Bandung memilih Igor Tolic, asisten Bojan Hodak sebagai pelatih kepala musim depan. Profilnya bisa disimak melalui penjelasan di artikel ini.
Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Media Vietnam terkejut mendengar pernyataan jujur John Herdman soal Timnas Indonesia. Apa kata John Herdman soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 nanti?
TRENDING: Megawati Hangestri Tak Pikirkan Red Sparks, Gubernur Sherly Tjoanda Borong Prestasi, Rekan Megatron Mendadak Curhat

TRENDING: Megawati Hangestri Tak Pikirkan Red Sparks, Gubernur Sherly Tjoanda Borong Prestasi, Rekan Megatron Mendadak Curhat

Sejumlah kabar menarik datang dari dunia olahraga dan pemerintahan. Mulai dari Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate hingga prestasi Gubernur Sherly Tjoanda.
Batas Usia Pensiun Anggota Polri Akan Diubah dari 58 Tahun Menjadi 60 Tahun

Batas Usia Pensiun Anggota Polri Akan Diubah dari 58 Tahun Menjadi 60 Tahun

Pemerintah berencana akan memperpanjang batas usia pensiun anggota Polri melalui revisi atau Rancangan Undang-Undang tentang Kepolisian Republik Indonesia (RUU Polri).
2 Pemain Timnas Indonesia Gagal Selamatkan Timnya dari Jerat Degradasi

2 Pemain Timnas Indonesia Gagal Selamatkan Timnya dari Jerat Degradasi

Jelang bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, kedua pemain ini harus melihat timnya terdegradasi ke kasta bawah pada musim berikutnya.
Motif Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Terbongkar, Pelaku Sakit Hati Hingga Ancam dengan Sajam

Motif Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Terbongkar, Pelaku Sakit Hati Hingga Ancam dengan Sajam

Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita yang jasadnya dibuang di Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, menemui titik terang.
Selengkapnya

Viral