GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta, Satgas Kantongi Keterangan 13 Korban dan 12 Saksi

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. 
Jumat, 22 Mei 2026 - 20:10 WIB
Kampus UPN Veteran Yogyakarta.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. 

Berdasarkan laporan yang masuk, satgas telah mengantongi keterangan dari 13 korban dan 12 saksi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati menyampaikan bahwa laporan tersebut saat ini tengah diproses melalui tahapan verifikasi dan pendalaman fakta.

Sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa itu telah dimintai keterangan untuk melengkapi proses investigasi. 

"Berdasarkan laporan yang masuk ada 13 korban dan 12 saksi yang bersedia di Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," katanya dalam konferensi pers, Jumat (22/5/2026).

Ia mengungkap, sebagian besar pelapor berasal dari jenjang Strata 1 (S1), meski ada juga pelapor dari S2. Kasus yang ditangani tidak hanya yang terjadi pada 2026, melainkan juga tahun-tahun sebelumnya. 

Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta menargetkan proses BAP rampung pada hari ini. 

"Hari ini juga kami akan melakukan rapat untuk menentukan rekomendasi nanti seperti apa yang kami bisa haturkan kepada pimpinan perguruan tinggi," ucap Iva. 

Dari laporan yang masuk, para pelapor menuntut agar universitas segera mengambil tindakan sanksi tegas di dalam kampus.

Dalam pemberian sanksi ini, universitas juga tetap harus mengacu pada aturan yang ada yakni menurut tingkat kekerasannya.

"Beberapa sudah kami pahamkan bahwa tingkat kekerasan yang dilakukan oleh dosen terduga pelaku ada tingkatannya. Ketika nanti identifikasi, perbuatan terduga pelaku ini apakah pelanggaran ringan, sedang atau berat," tutur Iva. 

UPN Veteran Yogyakarta memastikan ada enam dosennya dari berbagai program studi (prodi) yang telah dilakukan BAP. Sekarang ini, lima dosen di antaranya telah dinonaktifkan dalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. 

Penonaktifan bersifat sementara diterapkan selama proses penanganan kasus ini hingga sanksi definitif keluar. Sanksi definitif ini sangat tergantung pada tingkat kekerasannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, kategori ringan berupa permohonan maaf, sedang berupa penurunan pangkat dan berat tentunya dikeluarkan atau diberhentikan.

"Kalau sanksi ringan dan sedang di universitas dalam hal ini rektor. Sementara berat memang harus ke Kementerian," terang Iva. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Efek Domino Milangkala Tatar Sunda yang Digagas KDM

Efek Domino Milangkala Tatar Sunda yang Digagas KDM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar ajang seremonial dan pertunjukan seni semata
Rumor Christian Horner Comeback ke F1 Kembali Memanas! Eks Bos Red Bull Itu Dikabarkan akan Pimpin BYD di Formula 1

Rumor Christian Horner Comeback ke F1 Kembali Memanas! Eks Bos Red Bull Itu Dikabarkan akan Pimpin BYD di Formula 1

Nama Christian Horner kembali menyita perhatian para penggemar Formula 1 di tengah berjalannya gelaran F1 2026 ini.
Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Yogyakarta, Barang Bukti Celurit Dikubur di Pekarangan Rumah

Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Depan SMAN 3 Yogyakarta, Barang Bukti Celurit Dikubur di Pekarangan Rumah

Kepolisian akhirnya mengungkap peran tiga pelaku dalam kasus pembacokan yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Yos Sudarso Kotabaru, tepatnya depan SMAN 3 Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026) lalu. 
Tri Tito Ungkap Peran Strategis PKK Jadi Penggerak Edukasi Pangan Aman Berbasis Potensi Laut

Tri Tito Ungkap Peran Strategis PKK Jadi Penggerak Edukasi Pangan Aman Berbasis Potensi Laut

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengajak kader PKK di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Alor, untuk menjadi motor penggerak edukasi pangan aman dan bergizi berbasis potensi lokal, termasuk hasil laut.
John Herdman Blak-blakan Lebih Tertarik Tonton Pertandingan Persija Jakarta daripada Saksikan Sejarah Hattrick Juara Persib

John Herdman Blak-blakan Lebih Tertarik Tonton Pertandingan Persija Jakarta daripada Saksikan Sejarah Hattrick Juara Persib

‎Seperti yang diketahui, Super League musim 2025/2026 kini memasuki fase krusial. Kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu tengah bergulir pekan ke-34 atau laga pamungkas.
Nasib IKN Usai Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Dibuka Otorita, Pembangunan Nusantara Dipastikan Terus Jalan

Nasib IKN Usai Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Dibuka Otorita, Pembangunan Nusantara Dipastikan Terus Jalan

Otorita IKN memastikan pembangunan Nusantara tetap berjalan meski Jakarta masih ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia oleh MK.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT