GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenang Wafatnya Gus Dur, Kepergiannya Ditangisi oleh Jutaan Masyarakat Seperti 3 Tokoh Dunia Ini

Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan momen wafatnya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tanggal 30 Desember 2009 yang ditangisi jutaan orang.
Minggu, 7 Januari 2024 - 05:05 WIB
Almarhum Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Sumber :
  • laman OPOP Pemprov Jatim

Jombang, tvOnenews.com - Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan kembali momen wafatnya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tanggal 30 Desember 2009.

Kepergian Gus Dur ditangisi jutaan orang, dan menjadi satu dari empat tokoh dunia yang wafat ditangisi oleh jutaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahfud mengatakan bahwa dirinya saat itu ditelepon oleh seseorang ketika dirinya sedang menerima tamu dan dikabari bahwa Gus Dur telah meninggal dunia.

“Yang ini saya menyaksikan sendiri, karena begitu sehabis Maghrib saya menerima tamu Kiai Hasyim Muzadi dah Choirul Anam dan beberapa orang lagi di rumah dinas saya Ketua MK, tiba-tiba ada yang menelepon bahwa KH Abdurrahman Wahid wafat,” kata Mahfud di acara Haul ke-14 Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/1/2024).

Mahfud menceritakan, setelah mendapatkan informasi itu, ia langsung menghentikan pertemuan itu dan langsung berangkat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, ia melihat ribuan orang telah berada untuk mengantarkan kepergian Gus Dur.

"Di situ ribuan orang sudah menutupi jalan, semua lantai di rumah sakit itu penuh sambil menangis meraung-raung. Kemudian, ketika Gus Dur dibawa pulang ke Ciganjur, di pinggir jalan orang berteriak histeris ‘Gus Dur-Gus Dur’," ucapnya.

Mahfud menyebutkan hal serupa ia temukan juga ketika ikut mengantar jenazah Gus Dur ke Surabaya. Ia mengatakan sepanjang Jalan Juanda hingga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ribuan orang sudah berkumpul untuk mengantarkan kepergian Gus Dur.

“Paginya saya ikut pesawat kepresidenan bersama Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) terbang ke Surabaya mengantar jenazah Gus Dur yang kemudian bersemayam di sini, di depan bapak ibu sekalian dan disamping kanan saya ini,” ujarnya.

“Mulai dari Juanda sampai ke Tebuireng ini, orang di pinggir jalan ada yang menangis, ada yang bertahlil, anak-anak sekolah mengibarkan bendera merah-putih berteriak ‘Gus Dur-Gus Dur’,” pungkasnya. 

4 Tokoh Dunia yang Ditangisi oleh Jutaan Masyarakat salah satunya Gus Dur

Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan satu dari empat tokoh dunia yang wafat ditangisi oleh jutaan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat hadir di acara Haul ke-14 Gus Dur yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/1/2024).

“Gus Dur itu adalah satu dari empat tokoh dunia setelah abad ke-19, malah mungkin sepanjang sejarah pemimpin dunia itu yang ketika wafat ditangisi oleh jutaan orang,” kata Mahfud dalam sambutannya.

Mahfud menjelaskan, tokoh yang pertama adalah Mahatma Gandhi ketika meninggal dunia pada 30 Januari 1948. Ia menyebutkan seluruh warga India berduka atas kepergian Mahatma Gandhi.

“Lalu di tahun 1963 ketika John F Kennedy pada tanggal 22 November mati ditembak. Rakyat Amerika berduka dan berbondong-bondong mengantar kepergiannya, melepas dari pinggir-pinggir jalan di seluruh Amerika,” ucapnya.

Tokoh berikutnya, ungkap Mahfud, adalah Ayatollah Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini yang diketahui merupakan pemimpin revolusi Iran yang meninggal pda tanggal 3 Juni 1889.

Mahfud pun juga mengungkapkan bahwa kepergian dari Gus Dur pada tanggal 30 Desember 2009 menyisakan isak tangis seluruh warga Indonesia.

“Sesudah itu muncul dari Indonesia ketika pada tanggal 30 Desember tahun 2009, KH Abdurrahman Wahid yang sudah tidak lagi menduduki jabatan di pemerintahan maupun di politik itu wafat. Seluruh rakyat Indonesia berduka,” jelasnya.(rpi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral