News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Organisasi GAMKI Protes Namanya Dicatut Deklarasi Dukungan ke Ganjar-Mahfud

Pada hari Rabu, 24 Januari 2024 berlangsung kegiatan Deklarasi dukungan kepada Paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud yang mengatasnamakan Jaringan Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Ganjar-Mahfud (GAMKI GAMA) yang dilaksanakan di Menara Citicon, Jakarta.
Jumat, 26 Januari 2024 - 23:26 WIB
Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar-Mahfud
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pada hari Rabu, 24 Januari 2024 berlangsung kegiatan Deklarasi dukungan kepada Paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud yang mengatasnamakan Jaringan Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Ganjar-Mahfud (GAMKI GAMA) yang dilaksanakan di Menara Citicon, Jakarta. 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud Gatot Eddy Pramono dan perwakilan TPN Ganjar-Mahfud lainnya. 

 

Menyikapi deklarasi tersebut, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menyatakan tidak terlibat dan tidak pernah mengizinkan penggunaan nama organisasi GAMKI dalam kegiatan politik tersebut. 

 

GAMKI mengecam keras penggunaan nama organisasi secara sepihak tanpa seizin pimpinan organisasi. 

 

"Nama organisasi GAMKI telah dicatut untuk dukungan politik kepada Paslon tertentu. Kami mengecam keras penggunaan nama organisasi secara sepihak demi kepentingan politik sesaat," kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Maruli Silaban, melalui keterangan resmi, Jakarta, Jumat (26/1/2024). 

 

Maruli menyayangkan hadirnya TPN Ganjar-Mahfud dalam kegiatan Deklarasi yang jelas sekali telah mencatut nama organisasi GAMKI. 

 

"GAMKI ini bukan organisasi yang dibentuk hanya untuk dukung-mendukung Capres. Organisasi kami sudah terbentuk sejak tahun 1962 dan terdaftar sebagai badan hukum. Seharusnya TPN Ganjar-Mahfud mengecek apakah pelaksanaan deklarasi tersebut benar dari GAMKI atau pencatutan secara sepihak," lanjut Maruli. 

 

Maruli meminta pihak-pihak yang mencatut nama organisasi GAMKI dan TPN Ganjar-Mahfud segera meminta maaf secara resmi atas dicatutnya nama organisasi GAMKI untuk mendukung paslon Ganjar-Mahfud. 

 

"Kami memberikan waktu 2 x 24 jam kepada pihak-pihak yang menggunakan nama GAMKI dan TPN Ganjar-Mahfud untuk meminta maaf secara resmi atas penggunaan nama organisasi GAMKI di dalam acara Deklarasi dukungan kepada paslon Ganjar-Mahfud. Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut," tegas Maruli. 

 

Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Christian Singkali saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa DPP GAMKI membebaskan semua anggota dan pengurus untuk mendukung Capres dan Cawapres sesuai dengan aspirasinya masing-masing. 

 

"Dalam berbagai kesempatan, kami memberikan arahan kepada para anggota dan pengurus bahwa GAMKI mendukung pembangunan Indonesia Sentris sebagai wujud pemerataan pembangunan. Namun tentang siapa Capres dan Cawapres yang didukung, kami memberikan kebebasan kepada para anggota, pasti mereka bisa menilai sendiri siapa yang paling tepat untuk melanjutkan pembangunan," kata Alan. 

 

Alan menyampaikan, para anggota dan pengurus GAMKI memiliki latar belakang politik yang berbeda-beda, sehingga secara organisasi, DPP GAMKI menyepakati untuk tidak menyatakan dukungan resmi kepada paslon tertentu. 

 

"Kehadiran TPN Ganjar-Mahfud dalam kegiatan deklarasi yang mencatut nama organisasi GAMKI menjadi polemik di internal kami. Banyak sekali anggota, pengurus, warga Gereja, para Pendeta, bahkan masyarakat umum di berbagai daerah yang resah dan menghubungi kami karena adanya deklarasi tersebut," lanjut Alan. 

 

Menurut Alan Singkali, berdasarkan komunikasi selama ini dengan para pimpinan Gereja di berbagai daerah, sudah terlihat dukungan sebagian besar warga Gereja mengarah ke Capres-Cawapres yang mana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Sebagai GAMKI kami tidak perlu menyampaikan arah dukungan mayoritas umat Kristen tersebut. Namun kami menduga dicatutnya nama GAMKI yang merupakan salah satu organisasi Kristen terbesar di Indonesia bertujuan untuk memecah dukungan umat Kristen kepada paslon tertentu. Silakan saja berkampanye, tapi jangan mencatut nama organisasi secara sepihak, ini yang sangat kami sayangkan," pungkas Alan. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral