News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rocky Gerung Kritik Keras Presiden soal Kampanye: Jokowi Ingin Benamkan Indonesia

Buntut pernyataan Presiden Jokowi soal presiden boleh memihak dan kampanye. Ternyata menuai kritik keras dari Pengamat Politik Indonesia tersohor, Rocky Gerung
Minggu, 28 Januari 2024 - 05:57 WIB
Rocky Gerung Kritik Keras Presiden soal Kampanye: Jokowi Ingin Benamkan Indonesia
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal pernyataan Presiden Jokowi soal Presiden boleh kampanye menuai kritik keras dari pengamat politik tersohor, Rocky Gerung

Bahkan, baru-baru ini Presiden Jokowi memperlihatkan karton besar yang bertuliskan undang-undang soal presiden boleh kampanye. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, Rocky Gerung menyebutkan, melihat wajah Presiden Jokowi sebetulnya adalah suatu keinginan untuk mencar pembenaran. 

"Jadi pasti, rapat ini agak panjang, ada Moeldoko, dan ada macam-macam di situ. Lalu, dia (Jokowi) dibuatkan bold card itu, supaya bisa dipamerkan ke publik," pungkas Rocky Gerung, seperti yang dikutip dari Kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (27/1/2024). 

Namun mirisnya, kata Rocky, orang-orang mengerti bahwa presiden Jokowi cari pembenaran ucapannya. 

"Sebetulnya, kalau kita mau fair, ya itu dahlil yang membenarkan, tetapi ada dhalil membatalkan dan melarang," ujar Rocky Gerung. 

Bahkan, kata Rocky Gerung, orang-orang memperiksa Mahkaa Konstitusi sudah bilang memang Presiden boleh kampanye. 

"Akan tetapi, ada tapinya itu. Itu sama seperti orang warung buncit ke situ, ada tanda putaran. Ya itu tanda putaran, kecuali metro mini yang tak boleh mutar," jelas Rocky. 

"Jadi, Jokowi hanya lihat tanda rutenya, tetapi nggak baca bahwa metro mini tak boleh. Apalagi kecuali presiden memiliki hubungan darah, sampai ke cucunya itu. Jadi, Jokowi hanya mencari dahlil yang membolehkan, bukan yang melarang," pungkasnya. 

Bahkan, kata Rocky, konyolnya, orang-orang mengolok-olok dia, ihwal bisa tidaknya membaca undang-undang.

"Nah, ada cara membacanya itu, supaya anda tidak terlihat bahwa anda memilih sesuatu yang mengenakan anda," pungkasnya.

Undang-undang itu didesain untuk menghalangi, dan mirisnya untuk menghalangi itu diabaikan. 

Di sisi lain, saat disinggung pasal 299 ayat 1, Rocky Gerung katakan, Jokowi bisa mengajak pakar hukum dan linggiustik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untul bilang yang dimaksud di pasal itu adalah, anak, bukan anak presiden. Yang dimaksud di situ adalah istri yang sudah bercerai, apakah saya harus bercerai dulu baru boleh kampanye," ujar Rocky Gerung. 

Menurut Rocky Gerung, hal ini prinsipnya sama, "yakni, Jokowi memang punya niat untuk membenamkan Indonesia ini ke dalam rawa-rawa demokrasi. Maka dengan itu, dia cari sesuatu yang membuat dia bahagia," pungkas Rocky Gerung. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Main Bola Bersama Bocah Papua, KDM Jadi Penjaga Gawang: Kalau Masuk Aku Kasih Rp200 Ribu

Main Bola Bersama Bocah Papua, KDM Jadi Penjaga Gawang: Kalau Masuk Aku Kasih Rp200 Ribu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi main bola bersama bocah Papua, KDM jadi penjaga gawang dan tantang anak-anak untuk menendang, yang masuk diberi Rp200 ribu.
Kontrak dengan Persib Selesai, Maung Bandung Gagal Terima Hadiah FIFA Atas Terpilihnya Frans Putros di Skuad Irak Piala Dunia?

Kontrak dengan Persib Selesai, Maung Bandung Gagal Terima Hadiah FIFA Atas Terpilihnya Frans Putros di Skuad Irak Piala Dunia?

Persib sendiri belum melepas Frans Putros maupun mengucapkan selamat atas pencapaiannya mewakili Irak di Piala Dunia 2026.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Kasus Pembubaran Paksa Ibadah Jemaat GMS di Bantul Naik ke Tahap Penyidikan, Polda DIY Periksa 16 Saksi

Kasus Pembubaran Paksa Ibadah Jemaat GMS di Bantul Naik ke Tahap Penyidikan, Polda DIY Periksa 16 Saksi

Penanganan kasus dugaan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul memasuki babak baru. 
Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Ternyata Mees Hilgers Lebih Dahulu Bicara dari Hati ke Hati pada John Herdman

Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Ternyata Mees Hilgers Lebih Dahulu Bicara dari Hati ke Hati pada John Herdman

Tak ada Mees Hilgers dalam 23 pemain yang didaftarkan pada FIFA Matchday edisi Juni 2026, di mana Timnas Indonesia akan menjamu Oman dan Mozambik. 
Dedi Mulyadi Kagum dengan Kejujuran Bocah Papua, KDM: Mereka Tidak Ribut Urusan Uang

Dedi Mulyadi Kagum dengan Kejujuran Bocah Papua, KDM: Mereka Tidak Ribut Urusan Uang

Dedi Mulyadi kagum dengan kejujuran bocah Papua, menurutnya anak-anak Papua hebat dan tidak ribut masalah uang.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Fokus di Timnas Indonesia Senior, Nova Arianto Tak Khawatir Mathew Baker Telat Gabung Garuda Muda di Piala AFF U-19 2026

Fokus di Timnas Indonesia Senior, Nova Arianto Tak Khawatir Mathew Baker Telat Gabung Garuda Muda di Piala AFF U-19 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, tidak terlalu mempermasalahkan keterlambatan Mathew Baker gabung skuad Garuda Muda. Ia yakin chemistry tim terjaga.
Selengkapnya

Viral