News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-fakta Kecurangan Pemilu 2024 di Film Dokumenter Dirty Vote, Rekaman Rusaknya Demokrasi

Publik dicengangkan oleh deretan data kecurangan pemilu 2024 di dalam Film Dokumenter Dirty Vote. Bahkan, menguak fakta dan rekaman sejarah rusaknya demokrasi.
Senin, 12 Februari 2024 - 06:55 WIB
Fakta-fakta Kecurangan Pemilu 2024 di Film Dokumenter Dirty Vote, Rekaman Rusaknya Demokrasi
Sumber :
  • istimewa - Kanal YouTube PSHK Indonesia

Jakarta, tvOnenews.com - Tujuh belas jam yang lalu, publik dicengangkan dengan fakta-fakta kecurangan pemilu 2024 di film dokumenter bertajuk 'Dirty Vote' yang berdurasi 1 jam 57 menit 22 detik. 

Dirty Vote ini, merupakan film dokumenter dari tiga pakar hukum tata negara, yang menguak kecurangan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, isi film dokumenter Dirty Vote berisi tiga pandangan dari ahli hukum tata negara. Seperti, Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, yang mulai ditayangkan di akun YouTube Dirty Vote, pada hari Minggu (11/2/2024).

"Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi," begitulah keterangan resmi terkait peluncuran dokumenter tersebut, Minggu (11/2/2024). 

tvonenews

"Penggunaan infrastruktur kekuasaan yang kuat, tanpa malu-malu dipertontonkan secara telanjang demi mempertahankan status quo. Bentuk-bentuk kecurangannya diurai dengan analisa hukum tata negara," lanjut dari keterangan resmi film tersebut.

Bahkan, Bivitri jelaskan, Dirty Vote merupakan sebuah film dan rekaman sejarah betapa rusaknya demokrasi yang sudah terjadi di Indonesia.

Bahkan, ia katakan, bahwa Dirty Vote bercerita tentang dua hal, pertama tentang demokrasi yang tidak bisa dimaknai sebatas terlaksananya Pemilu. 

"Bukan hanya hasil penghitungan suara, tetapi apakah keseluruhan proses pemilu dilaksanakan dengan adil dan sesuai nilai-nilai konstitusi," ungkapnya.

Kemudian, kedua menceritakan soal kekuasaan yang disalahgunakan, karena nepotisme yang haram hukumnya dalam negara hukum yang demokratis. 

Maka dari itu, ia tegaskan, pentingnya sikap publik dalam merespons praktik kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Selain dirinya, ada juga pakar hukum lainnya, seperti Feri Amsari yang mengungkapkan, bahwa membiarkan kecurangan Pemilu sama saja dengan merusak bangsa Indonesia.

"Rezim yang kami ulas dalam film ini lupa bahwa kekuasaan itu ada batasnya. Tidak pernah ada kekuasaan yang abadi. Sebaik-baiknya kekuasaan adalah, meski masa berkuasa pendek, tapi bekerja demi rakyat. Seburuk-buruknya kekuasaan adalah yang hanya memikirkan diri dan keluarganya dengan memperpanjang kuasanya," bebernya. 

Untuk diketahui juga, bahwa Dirty Vote, adalah film dokumenter yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. 

Ia jelaskan, Dirty Vote menjadi tontonan di masa tenang pemilu, dan berharap dapat mengedukasi publik.

"Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres, tapi hari ini, saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara," pungkasnya.

Selain itu, ada sebanyak 20 lembaga yang terlibat dalam pembuatan film tersebut, di antaranya adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Greenpeace Indonesia, Indonesia Corruption Watch, LBH Pers, YLBHI dan lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan untuk diketahui, sejak berita ini ditayangkan, film dokumenter Dirty Vote sudah 1,9 juta kali ditonton. (aag)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Kalahkan Washington DC dan Abu Dhani dalam Daftar Kota Terbaik Dunia 2026, Kawasan SCBD hingga PIK Jadi Sorotan

Jakarta Kalahkan Washington DC dan Abu Dhani dalam Daftar Kota Terbaik Dunia 2026, Kawasan SCBD hingga PIK Jadi Sorotan

Di tengah statusnya yang tak lagi menjadi ibu kota negara di masa depan, Jakarta justru berhasil masuk dalam daftar 100 Kota Terbaik di Dunia 2026.
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Akui PSSI Sudah Tepat Tunjuk John Herdman, Soroti Kekuatan Skuad Garuda

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Akui PSSI Sudah Tepat Tunjuk John Herdman, Soroti Kekuatan Skuad Garuda

Nama John Herdman semakin menjadi sorotan sejak resmi dipercaya menangani Timnas Indonesia. Striker keturunan Depok-Belanda akui penasaran dengan sang pelatih.
Kronologi Wanita Asal Bandung Menghilang 3 Tahun yang Ternyata Disekap hingga Dianiaya Pacar di Indekos

Kronologi Wanita Asal Bandung Menghilang 3 Tahun yang Ternyata Disekap hingga Dianiaya Pacar di Indekos

Afif, kakak wanita inisial YTT (29), warga Antapani, Kota Bandung berbagi kronologi adiknya diduga disekap dan dianiaya pacar di indekos sejak hilang 3 tahun.
HUT 499 Jakarta: Oplet Robet Buktikan Budaya Betawi Tak Kalah Saing dengan Kota Global

HUT 499 Jakarta: Oplet Robet Buktikan Budaya Betawi Tak Kalah Saing dengan Kota Global

Komunitas seni Betawi Oplet Robet memanfaatkan perayaan HUT ke-499 Jakarta sebagai momentum untuk terus merawat dan melestarikan budaya Betawi di tengah deras
Mantan Kabareskrim Bocorkan Syarat Roy Suryo dan Dokter Tifa Bisa Bebas: Ini Bagus untuk Studi

Mantan Kabareskrim Bocorkan Syarat Roy Suryo dan Dokter Tifa Bisa Bebas: Ini Bagus untuk Studi

Dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan Dokter Tifa kini menjadi sorotan publik hingga menuai komentar mantan Kabareskrim Polri
Bung Ropan Soroti Hasil Pertemuan John Herdman dan Prabowo, Kabar Baik untuk Timnas Indonesia

Bung Ropan Soroti Hasil Pertemuan John Herdman dan Prabowo, Kabar Baik untuk Timnas Indonesia

Bung Ropan menyoroti hasil pertemuan John Herdman dengan Prabowo. Sebuah kabar baik untuk Timnas Indonesia karena Prabowo mendukung perkembangan Skuad Garuda

Trending

Jokowi Berkomentar Menohok soal Penangkapan Dokter Tifa & Roy Suryo, Refly Harun Singgung Ultah Ayah Wapres Gibran

Jokowi Berkomentar Menohok soal Penangkapan Dokter Tifa & Roy Suryo, Refly Harun Singgung Ultah Ayah Wapres Gibran

Tak hanya elite politik saja yang berkomentar terkait penangkapan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi. Namun, ayah Wapres Gibran
Mencari Keadilan untuk Steven Arya Sitorus, Jasad Putra Sulung Armina Dewi Siagian Ini Harus Diekshumasi

Mencari Keadilan untuk Steven Arya Sitorus, Jasad Putra Sulung Armina Dewi Siagian Ini Harus Diekshumasi

Harapan seorang ibu Armina Dewi Siagian pupus di tepi Sungai Tangkahan. Armina melepas Steven Arya Sitorus menuntut ilmu setinggi-tingginya. Yang pulang justru
Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Pemerintah Indonesia secara serius membidik posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN yang direncanakan pada September hingga Oktober 2026. 
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Striker VVV-Venlo, Dean Zandbergen, kembali memberikan update terbaru terkait peluangnya untuk membela Timnas Indonesia. Akui belum ada perkembangan berarti.
Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Deddy menilai partai yang diketuai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu sebaiknya fokus mengurus masalah pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.
Buntut Polemik Jadi Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral, Rahadian: Keputusan Saya Ambil Sadar

Buntut Polemik Jadi Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral, Rahadian: Keputusan Saya Ambil Sadar

Selebgram Rahadian Marga Saputra mengaku salah imbas menjadi pria berkebaya di Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo berujung viral dan dihujat.
Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan target ambisius untuk melindungi 10 juta pekerja informal dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
Selengkapnya

Viral