News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Lengkap Bivitri Susanti yang Bongkar Kecurangan Pemilu Kubu 02 Menjelang Pencoblosan 14 Februari 2024, Ternyata Dia ..

Seiring tayangnya film dokumenter Dirty Vote, nama Bivitri Susanti turut menjadi perbincangan publik atas penjelasan detailnya tentang kecurangan Pemilu 2024.
Senin, 12 Februari 2024 - 17:49 WIB
Tiga Pakar Hukum Pidana, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari yang ada di film Dirty Vote.
Sumber :
  • Instagram/bivitrisusanti

Jakarta, tvOnenews.com - Seiring tayangnya film dokumenter Dirty Vote, nama Bivitri Susanti turut menjadi perbincangan publik atas penjelasan detailnya tentang kecurangan Pemilu 2024.

Film dokumenter 'Dirty Vote' menguak beberapa fakta kecurangan Pemilu 2024 yang dijelaskan secara rinci menggunakan data oleh tiga Pakar Hukum Tata Negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga Pakar Hukum Tata Negara itu di antaranya Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.


Poster film dokumenter Dirty Vote. 

Ketiganya menjelaskan secara detail bagaimana instrumen negara telah digunakan untuk tujuan memenangkan pasangan calon Prabowo Gibran dalam Pemilu 2024.

Film dokumenter yang mulai ditayangkan pada hari Minggu (11/2/2024) dan hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 4 juta kali di Youtube.

Bivitri Susanti menjelaskan, Dirty Vote merupakan sebuah film dan rekaman sejarah betapa rusaknya demokrasi yang sudah terjadi di Indonesia.

Menurutnya bahwa Dirty Vote bercerita tentang dua hal, pertama tentang demokrasi yang tidak bisa dimaknai sebatas terlaksananya Pemilu.

"Bukan hanya hasil penghitungan suara, tetapi apakah keseluruhan proses pemilu dilaksanakan dengan adil dan sesuai nilai-nilai konstitusi," ungkapnya. 

Kemudian, kedua menceritakan soal kekuasaan yang disalahgunakan, karena nepotisme yang haram hukumnya dalam negara hukum yang demokratis.  

Maka dari itu, ia tegaskan, pentingnya sikap publik dalam merespons praktik kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. 

Dalam satu bagian, Capres nomor urut 2 yang juga sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menggunakan heli (fasilitas negara) untuk kampanye.

"Pesawat dari TNI Angkatan Udara dipergunakan untuk berkampanye," tuturnya.

Beberapa hashtag dari akun Instagram Andre Rosiade menunjukkan bahwa kegiatan Prabowo Subianto di padang, Sumatera Barat merupakan aktivitas kampanye, bukan aktivitas Kementerian Pertahanan.

Tak hanya itu, beberapa dari Menteri Presiden Jokowi juga melakukan kampanye terselubung karena mereka tidak terdaftar dalam kampanye resmi yang didaftarkan pada KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Seperti Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi yang secara terbuka melakukan kampanye dalam acara bertajuk 'Penerus Negeri' untuk paslon 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Ajakan yang sangat nyata dari salah seorang Menteri yang tidak terdaftar dalam tim kampanye, dan sepanjang yang publik ketahui tidak terdaftar sebagai menteri yang sedang melakukan cuti," papar 
Bivitri Susanti.

Profil lengkap Bivitri Susanti


Pakar Hukum Tata Negara,  Bivitri Susanti. (tvOnenews/Rika Pangesti)

Bivitri Susanti merupakan pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, pelopor pendirian Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Bivitri pernah menjadi menjadi research fellow di Harvard Kennedy School of Government pada 2013-2014, visiting fellow di Australian National University School of Regulation and Global Governance pada 2016.

Dan juga pernah sebagai visiting professor di University of Tokyo, Jepang pada 2018. 

Dilansir dari PSHK, Bivitri adalah penerima Anugerah Konstitusi M. Yamin dari Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas dan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) sebagai Pemikir Muda Hukum Tata Negara pada 2018.

Bivitri merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1999, lalu pada Juli 1998 ia bersama beberapa rekan dan seniornya mendirikan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Bivitri kemudian melanjutkan pendidikannya di Inggris, dan berhasil meraih gelar Master of Laws di Universitas Warwik, Inggris pada tahun 2002

Ia berhasil meraih predikat 'with distinction', dengan beasiswa The British Chevening Award.

Tak sampai di situ, pada tahun 2008 ia melanjutkan pendidikan di jenjang doktoral di University of Washington School of Law, Amerika Serikat, yang saat ini masih tahap penyelesaian.

Ia menjadi PhD candidate di University of Washington School of Law, Amerika Serikat, Seattle.

Keberpihakan Presiden Jokowi


Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto makan bakso bareng. (tvOne/Langgeng


Kemudian, pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto yang secara sengaja di publik tampak makan bakso bareng di Magelang.

Foto kebersamaan Jokowi dengan para menteri sekaligus Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dan ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

"Berbagai acara, di mana Presiden secara aktif dan juga dalam posisinya yang tidak cuti melakukan pertemuan-pertemuan dengan menteri-menteri yang duduk dalam koalisi Paslon tertentu," papar Bivitri.

"Perbandingannya adalah mengapa menteri-menteri lainnya yang tidak tergabung dalam Paslon tertentu itu, tidak mendapat perlakuan yang sama," tuturnya.


Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (24/1/2024) pagi. 

Terlebih lagi, terdapat satu foto yang sempat bikin heboh publik saat itu, Presiden Jokowi secara terbuka bilang Presiden boleh kampanye ketika berdiri di samping Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Presiden berdiri di samping menterinya yang menjadi calon presiden, dan berada di fasilitas negara yaitu lapangan angkatan udara, di depan alutsista juga, ia menyatakan secara tegas bahwa Presiden boleh berkampanye," tutur Bivitri Susanti.

Tak hanya itu, masih berbicara soal fasilitas negara, di mana mobil kepresidenan digunakan untuk mengacungkan tanda dukungan, hal itu dilakukan oleh Iriana Jokowi.  (aag/ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
Selengkapnya

Viral