GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PKS Malaysia Tolak Rekapitulasi Suara di Kuala Lumpur, Ini Alasannya

Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Malaysia tolak dilaksanakannya rekapitulasi suara oleh Panitia Pelaksana Pemilu Luar Negeri (PPLN) Wilayah Kuala Lumpur.
Jumat, 16 Februari 2024 - 16:34 WIB
Ilustrasi: Kotak Suara Pemilu 2024
Sumber :
  • Fikri Yusuf-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Malaysia menolak dilaksanakannya rekapitulasi suara oleh Panitia Pelaksana Pemilu Luar Negeri (PPLN) Wilayah Kuala Lumpur.

Ketua PIP PKS Malaysia Ali Sophian menjelaskan alasan PIP PKS Malaysia menolak dilaksanakannya rekapitulasi oleh PPLN Kuala Lumpur karena proses pemungutan suara melalui pos belum selesai dilaksanakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini merujuk pada Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum Pasal 30 jo Pasal 32.

Di mana, PPLN melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres dan anggota DPR daerah pemilihan Daerah Khusus Ibukota Jakarta II dari seluruh KPPSLN di wilayah kerjanya, setelah melakukan penghitungan perolehan suara yang diterima melalui pos.

"Sementara proses pemungutan suara pos belum selesai dilaksanakan dan akan berakhir pada 15 Februari 2024 pukul 24.00 WIB dan baru dilanjutkan proses penghitungan suara pos. Jadi jika proses penghitungan suara pos belum selesai, secara aturan tidak bisa dilaksanakan proses rekapitulasi," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (16/2/2024).

Ali menjelaskan PIP PKS Malaysia menolak proses rekapitulasi karena sudah ada undangan No.195/PP.05.1-Und/078/2024 tertanggal 14 Februari 2024 bagi partai politik peserta Pemilu 2024 untuk mengikuti agenda rekapitulasi. 

"Kami berpegang pada regulasi PKPU jika belum selesai proses pemungutan suara pos, maka rekapitulasi tidak bisa dilaksanakan. Maka PIP PKS tegas menolak proses rekapitulasi yang diagendakan pada 15 Februari 2024," bebernya.

Dia menuturkan proses pelaksanaan Pemilu dilaksanakan secara bertahap seperti yang sudah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik itu untuk pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara maupun rekapitulasi suara. 

"Tahapan itu yang harus kita ikuti sebagaimana regulasi telah mengatur. Ada tata caranya yang sudah dibuat agar Pemilu berlangsung Jujur dan Adil serta asas Langsung Umum Bebas dan Rahasia,” jelas Ali.

“Kita melaksanakan proses checks and balances agar prinsip transparansi proses penyelenggaraan Pemilu dilaksanakan dengan baik," tandas dia. (saa/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rangkaian Seleksi Draft Pemain Asing V League 2026/2027, 19 Pemain yang Berpartisipasi Kini Tengah Melakukan...

Rangkaian Seleksi Draft Pemain Asing V League 2026/2027, 19 Pemain yang Berpartisipasi Kini Tengah Melakukan...

Setelah melalui bursa transfer pemain free agent dan kuota Asia, KOVO kali ini tengah menggelar draft pemain asing untuk V League 2026/2027.
Soal Judol di Hayam Wuruk, Polisi Sita Uang Rp1,9 M hingga 53,8 Juta Dong dari 321 WNA

Soal Judol di Hayam Wuruk, Polisi Sita Uang Rp1,9 M hingga 53,8 Juta Dong dari 321 WNA

Soal kasus judi online (Judol) yang baru saja diungkap oleh Bareskrim Polri beserta Polda Metro Jaya, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar). Ternyata,
Curhatan Nelayan soal Nikah Siri Langsung Dijawab Sherly Tjoanda, Pemprov Malut Siapkan Nikah Massal Gratis

Curhatan Nelayan soal Nikah Siri Langsung Dijawab Sherly Tjoanda, Pemprov Malut Siapkan Nikah Massal Gratis

Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian setelah merespons langsung curhatan para nelayan terkait kendala pengajuan KUR untuk bantuan kapal di Maluku Utara.
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Bisa Ditanami Lagi, Butuh Rp337,97 Miliar untuk Rebabilitasi Total

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Bisa Ditanami Lagi, Butuh Rp337,97 Miliar untuk Rebabilitasi Total

Data Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, target pemulihan sawah di tiga provinsi mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran Rp337,97 miliar.
Menguak Tabir Kasus Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut

Menguak Tabir Kasus Skandal QRIS Palsu Rp2,5 M, Tersangka Vikram Bebas, Korban Minta Keadilan, Ini Kata Kejati Sumut

Kasus skandal dugaan penipuan dan penggelapan melalui modus pemalsuan QRIS yang menimpa Toko The Exclusive Tailor Medan kini memasuki babak baru, bahkan jadi
Hasil Arema FC Vs PSM Makassar: Digasak Singo Edan 3-0, Juku Eja Masih Terancam Degradasi

Hasil Arema FC Vs PSM Makassar: Digasak Singo Edan 3-0, Juku Eja Masih Terancam Degradasi

Arema FC pesta gol ke gawang PSM Makassar usai menang 3-0 di Kanjuruhan. Kekalahan ini membuat Juku Eja masih dibayangi ancaman degradasi.

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Tahu Namanya Populer di Indonesia Meski Belum Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hillstate Tersipu Malu

Pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung tersipu malu ketika tante Megawati Hangestri memberi tahu kalau dirinya mulai populer di kalangan volimania Indonesia.
Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Hatinya Tersentuh Lihat Pemuda 31 Tahun Menganggur, Sherly Tjoanda Tawarkan Pekerjaan: Jadi Guru Olahraga Mau?

Bertemu pemuda 31 tahun yang tengah bantu ibunya perbaiki rumah di Ternate, Gubernur Malut Sherly Tjoanda tawarkan pria itu pekerjaan jadi guru olahraga SMA.
Selengkapnya

Viral