Viral! Video 41 Detik Jadi Bukti Bullying yang Diduga Dilakukan Anak Vincent Rompies dan Arief Suditomo
Namun imbalan utama yang membujuk orang untuk bergabung adalah status di Binus.
Anak laki-laki diketahui memiliki status hirarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung dengan geng tersebut.
Menurut info yang beredar, mereka mengalami tekanan teman sebaya dari para penghasut yang diduga seringkali berujung pada pemukulan, jika mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan oleh penghasut.
Kemudian, dalam keterangan akun itu juga disebut ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi anggota resmi GT.
Disinyalir, calon anggota baru akan dikumpulkan di warung, lalu para penghasut tersebut akan mengambil kendali dan meminta mereka untuk melakukan perilaku menyimpang.
"Beberapa contoh antara lain pengasut dan mengikuti perintah yang mereka minta namun yang terpenting bagi mereka mereka harus dihukum secara fisik. Mereka juga melecehkan calon anggota baru untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng," bunyi keterangan yang diposting dalam akun Twitter @kegblgnunfaedh.
Kabarnya, dalam kejadian 2 Februari, kelas 11 dan 10 menjadi saksi mata kejadian lebih dari 40 orang terlibat dalam insiden ini.
Beberapa mengakibatkan skorsing dan bahkan drop out.
Diduga korban sempat dicekik dan dipukul.
Ironisnya, orang-orang yang hadir tertawa saat mengambil gambar dan video pemukulan ada juga yang sambil makan di ikat di tiang, dipukul menggunakan kayu.
Bahkan ada 2 perempuan yang menyaksikan kejadian tersebut mereka menganggapnya lucu dan tidak berakhir di sana.
Binus Benarkan Kabar Bullying
Beredarnya kasus bullying membuat Binus akhirnya buka suara.
Pihak Binus School Serpong mengaku masih menyelidiki lebih dalam kasus tersebut.
Pihak sekolah juga membenarkan bahwa anak Vincent Rompies adalah salah satu pelaku bullying.
"Iya," ujar Corporate PR Binus University, Haris Suhendra kepada awak media, Senin (19/2/2024).
Ia mengatakan pihak Binus akan memanggil siswa yang terlibat. Bahkan Haris menyebut akan memberikan sanksi dengan ketentuan yang berlaku.
"Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. Sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses mengikuti aturan sekolah yang sudah ada," tutupnya.
Load more